Thursday, November 20, 2014

Kenapa Nyamuk Berdengung di Telinga?


Kalian tahu kan tentang suatu makhluk yang suka mengganggu tidur itu? Namanya nyamuk. Punya sayap dan tubuh yang kecil tapi berisiknya minta ampun. Soalnya dia sukanya berdengung dekat telinga sih. Kok nyamuk gangguin banget sih? Ini sebabnya

Sebenarnya, nyamuk yang berdengung itu berasal dari nyamuk jantan. Nyamuk jantan berdengung untuk menunjukkan kejantanannya. Suara dengung itu dihasilkan dari kepak sayapnya yang punya kecepatan berbeda tiap detik. Frekuensi suara sayap nyamuk jantan berkisar dari 550-650 Hz sedangkan nyamuk betina kisaran 350-450 Hz (atau kepakan sayap per detik).

Biasanya nyamuk tersebut berdengung secara berpasangan. Melalui dengungan itu, ada keharmonisan di antara keduanya agar saling mencocokkan. Peneliti memperkirakan, dengungan nyamuk jantan ini digunakan nyamuk betina untuk menguji tingkat kebugaran nyamuk jantan sebelum kawin.

"Nyamuk betina menggunakan harmoni dengung untuk mencari pasangan yang cocok. Jika si pejantan terlalu lambat atau tidak cocok dengannya, maka si betina akan terbang menjauh," ujar Ronald Hoy, pemimpin studi dari Cornell University, seperti dilansir dari Livescience, Sabtu (25/9/2010).

Lantas mengapa harus berdengung di dekat kepala? Hal ini dikarenakan dari sisi nyamuk betinanya. Nyamuk jantan tidak mau menyantap darah untuk anak-anaknya, tapi di sisi lain nyamuk betina melakukannya. Karena hal itu penting bagi kelahiran bayi-bayinya yang memerlukan panas tubuh, kelembaban, dan karbon dioksida. Karbon dioksida itu sendiri banyak terdapat di sekitar kepala kita. Karenanya mereka sibuk berkeliling di sekitar kepala kita dan mengganggu pendengaran yang terletak di bagian kepala.

Monday, November 17, 2014

Film Reviews : Kungfu Jungle, Aksinya Gilaaaaa

Produser : Catherine Hun, Alex Tong
Produksi : Emperor Motion Picture
 Sutradara : Teddy Chan
Durasi : 100 Menit
Genre : Action Dewasa
Rilis : November 2014
 

Film yang satu ini gila banget. Dari awal sampai akhir, pertarungannya makin seru. Apalagi yang terakhir ketika Ha (Donnie Yan) harus berhadapan dengan Fung (Baoqiang Wang). Awalnya Ha adalah seorang narapidana yang baik. Mantan instruktur polisi ini tidak pernah bertingkah sampai suatu hari dia melihat sebuah tayangan di televisi tentang pembunuhan terhadap seorang pesilat terkenal.

Dia pun menawarkan jasanya kepada polisi untuk menangkap Fung dengan jaminan kebebasannya. Dia menceritakan kepada mereka bahwa dia tahu siapa saja yang akan dibunuh selanjutnya. Hal ini membuat polisi yang tidak menemukan bukti penting jadi berharap pada informasi Ha.

Keluar dari penjara, Ha mendatangi pacarnya yang juga seorang instruktur silat khususnya pedang. Ternyata kemudian terjadi fakta yang mengejutkan. Ha rupanya sudah mengenal Fung jauh sebelum Fung membunuh para korbannya.

Kegilaan Fung, kecurigaan polisi terhadap Ha, keinginan sang pacar yang ingin melindungi Ha, begitu juga keinginan para polisi dalam menangkap penjahat membuat plot film ini menarik. Yang lebih seru lagi adalah aksi pertarungan yang terjadi antara Fung dengan para korbannya. Begitu juga pertarungan klimaks antara Ha dan Fung.

Film ini sangat layak untuk ditonton untuk orang dewasa tapi sangat dilarang bagi anak kecil karena banyak mengandung unsur kekerasan. Satu hal yang menarik dari film ini adalah alur cerita yang tidak monoton sehingga penonton pun dibuat penasaran bagaimana kisah selanjutnya. Meski ide ceritanya sederhana, tapi film ini dapat memikat Anda selama kurang dari 2 jam ke depan.

Friday, October 31, 2014

Lubang di Tengah Jalan

Pagi-pagi buta, saat matahari belum lagi terbit dari peraduannya, aku sudah bangun dan mulai membawa tas gendong yang berisi pakaianku. Aku pun mulai melarikan motorku ke rumah tante yang berjarak sekitar 10 kilometer, yang harus kutempuh dengan bermodalkan lampu jalanan dan lampu motorku saja.

Jika saja itu siang hari, jalan menuju rumah tanteku mudah ditempuh karena lewat jalan belakang. Tapi karena ditutup, aku harus lewat jalan depan yang begitu jauh dan tidak rata. Karena takut keadaan yang sepi, kularikan motorku dengan kecepatan 800 kilometer per jam (0-nya dibuang satu ya).

Saat sudah makin mencapai tujuan, tiba-tiba helmku diterbangkan angin. Pada akhirnya, aku harus berhenti - cukup mendadak mengingat aku sedang melarikan motorku dengan kecepatan tinggi - dan mengambil helm tersebut. Ada rasa kesal di dalam diriku - ya biasalah aku juga manusia - karena aku buru-buru tapi malah harus terhenti karena helm yang tak tahu diri tersebut.

Tiba-tiba aku dikejutkan saat aku sudah kembali berkendara dan melihat sebuah lubang besar di jalanan yang akan kutempuh selanjutnya. Lubang itu kira-kira seukuran baskom, baik besar dan dalamnya. Bagaimana jika tadinya aku tetap dalam kecepatan superman mengendarai motorku dengan suasana cahaya yang tak begitu terang? Apa yang akan terjadi padaku kalau begitu?

Kadang ya, di dalam hidup ini aku seringkali juga merasa kesal. Aku kesal kenapa sih kadang masalah datang bertubi-tubi. Belum juga bernafas, ada satu lagi yang mengganggu. Ada juga masalah yang menggangguku dengan konsisten. Kayaknya aku disuruh tidak boleh hidup tenang. Tapi aku salah.

Seandainya masalah itu tidak datang di dalam hidupku, aku pasti akan terjatuh. Sama seperti kalau helm itu tidak lepas, aku pasti akan terjatuh dan mungkin terluka karena kecelakaan. Seringkali aku tidak bisa melihat hal seperti itu, sehingga yang kuucapkan hanyalah omelan.

Start now (aku harap nggak end soon) aku akan terus bersikap positif di setiap permasalahan yang aku hadapi. Aku akan melangkah dengan penuh kepastian bahwa segala sesuatu itu terjadi buat kebaikan aku. Memang sih kesal, sedih, kecewa, atau mungkin sakit hati tapi aku harus punya respon yang positif.

Tuesday, October 21, 2014

Arti Nama Joko Widodo dan Padanannya dengan Indonesia


Nama Joko  Widodo, presiden ke-7 Indonesia mungkin terdengar biasa saja sampai kamu tahu apa artinya. Joko adalah nama yang umum dipakai oleh orang Jawa, tapi apakah artinya? Joko berarti seorang lelaki muda atau anak muda yang sukses. Widodo sendiri berarti sejahtera, teguh, bijaksana. Nama Widodo berpadanan dengan kata pengaruh dan kekuasaan.

Dan itulah yang terjadi saat ini. Seorang Joko (pemuda sukses tukang kayu) menjadi seseorang yang memegang kekuasaan tertinggi di Indonesia (Widodo). Jika seorang pemuda yang memulai usahanya sendiri lalu sukses, berarti dia seorang yang cakap. Jika dia memegang tampuk kekuasaan, maka kesuksesan pun akan diraih. Apalagi jika kebijaksanaan itu ada di dalam dirinya dan dia teguh dalam memegang prinsipnya. Itulah impian yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

Indonesia butuh seseorang yang mampu mengubah Indonesia, itulah impian kita selama ini. Seperti Salomo (Nabi Sulaiman) yang bijaksana mampu mensejahterahkan tanah kelahirannya, begitu pula yang diharapkan pada Jokowi yang namanya pun memiliki arti kebijaksanaan.

Pada pundak Jokowi, ada harapan masyarakat agar Indonesia menjadi negara yang makmur sejahtera (sesuai sila kelima); melalui pemimpin yang bijaksana dan krunya sebagai wakil rakyat (sila keempat); dimana hal itu bisa terjadi karena salam tiga jari, tidak ada lagi perbedaan politik, kepentingan, ataupun hal-hal yang berhubungan dengan SARA sekalipun (sila ketiga); saat manusia adil dan beradab dengan arti kata lain korupsi yang terpenggal dan kepentingan rakyat yang diutamakan (sila kedua); dan bercermin / berpusat pada rasa takut akan Allah yang Maha Tahu (sila pertama).

Saya pribadi sangat berharap pada presiden Indonesia yang satu ini. Saya hidup dalam masa 5 presiden lainnya (kecuali masa pemerintahan Soekarno) dan saya sangat bersyukur telah bisa menikmati setiap keunikan masing-masing dari pemerintahan mereka. Saatnya, saya melihat Indonesia lebih maju, jauuuuhhhh lebih maju lagi di tangan presiden Jokowi. Selamat  bertugas Pak Presiden!!!

Wednesday, October 1, 2014

Cara Ajarkan Anak-Anak Cinta Produk Lokal

Mencintai produk lokal harus dilakukan oleh semua masyarakat di bangsa ini. Permasalahannya saat ini adalah kita dari kecil tidak ditanamkan nilai-nilai tentang hal itu. Bahkan, kita seringkali tidak tahu mana saja yang merupakan produk lokal, asli Indonesia. Untuk itu, sebagai orangtua kita sebaiknya mengajarkan anak-anak untuk mencintai produk lokal. Berikut tipsnya :
Orangtua Tahu Produk-Produk Lokal Lebih Dahulu
Jika orangtua sendiri tidak mengetahui apa saja produk lokal Indonesia, bagaimana mungkin bisa mengajarkan pada anak untuk mencintai produk-produk dalam negeri.
Tahu Manfaatnya dan Memang Baik
Namanya juga produk lokal, ada kalanya kurang dikenal sehingga tidak tahu manfaatnya secara keseluruhan. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa manfaat yang ditawarkan suatu produk.
Mendatangi Pameran Bertema Cinta Produk Lokal Bersama Anak
Untuk lebih mendalami hal ini, tentu belajar langsung dengan mendatangi pameran bertema cinta produk lokal bersama anak akan sangat membantu. Hal ini akan membuat anak mengerti bagaimana usaha yang dilakukan, apa saja yang perlu dipelajari di sana, dan berikan juga arahan masa depannya nanti. Karena anak adalah generasi penerus usaha.
Kenalkan Kekayaan Indonesia
Ada banyak kekayaan Indonesia yang belum dieksplor dan dilestarikan. Produk-produk yang berhubungan dengan hal tersebut pun belum banyak dibahas. Hal ini sangat penting untuk dikomunikasikan kepada anak-anak. Biarkan mereka melihat dan mencintai negeri mereka ini.
Berikan Pengertian Apa Manfaatnya dengan cinta Produk Lokal
Apa manfaatnya dengan mencintai produk lokal? Tentunya dengan membeli produk lokal sendiri, sirkulasi uang akan mengalir ke dalam negeri sendiri dan bukannya ke negeri orang lain. Karena perputaran uang tersebut, mengakibatkan Indonesia mempunyai bisnis yang maju dan kompetitif karena banyak pembelinya. Hal ini tentunya mendatangkan kesejahteraan buat masyarakat.
Membeli Produk Lokal Secara Konsisten
Terakhir dan yang paling penting, belilah produk-produk yang memang Anda pakai dan tahu manfaatnya itu secara konsisten. Lama-kelamaan anak-anak akan mengikuti jejak Anda sebagai orangtuanya dan akan membeli produk yang sama saat dia dewasa, terutama jika produk tersebut memang bermanfaat untuknya.
Memang di Indonesia belum banyak orang yang sadar akan hal ini dan belum tahu produk-produk apa saja yang merupakan produk lokal. Tapi dimulai dari suatu keluarga ke keluarga lain, percayalah bahwa cinta akan produk lokal akan menambahkan devisa bagi negara dan hal itu berarti kesejahteraan masyarakat meningkat.

Wednesday, September 24, 2014

Anda Adalah Anda Untuk Suatu Alasan

Puisi ini ditulis oleh Russell Kelfer dan diambil dari buku Untuk Apa Aku Ada di Dunia Ini? Puisinya sebagai berikut :

Anda adalah Anda untuk suatu alasan
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang pelik
Anda adalah suatu desain unik yang berharga dan sempurna
Disebut lelaki atau perempuan khusus milik Tuhan

Anda berpenampilan seperti itu dengan suatu alasan
Tuhan kita tidak membuat kekeliruan
Ia merajut Anda dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Ia ciptakan

Orangtua Anda adalah orangtua yang dipilih-Nya,
Dan tidak peduli apapun yang Anda rasakan,
Mereka dirancang khusus sesuai dengan rencana Tuhan
Dan mereka memiliki materai sang Ahli

Memang trauma yang Anda hadapi tidak mudah.
Dan Tuhan menangis karena itu begitu menyakitkan Anda
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda tumbuh menjadi serupa dengan-Nya

Anda adalah Anda untuk suatu alasan
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan
Anda adalah Anda, saudara yang kekasih
Karena ada Tuhan!

Wednesday, September 17, 2014

Sudah Jatuh Tertimpa Durian dan Diberi Makan Ampas Pula



"Sumpah deh, baru kali ini gue dijadikan budak dan gue rela aja," ujar Sinta sembari duduk di kursi kerjanya sambil menghempaskan berkas-berkas yang tadinya dia pegang.

"Yeeee, dikasih kerjaan tuh harusnya bersyukur. Ingat Sin, apa tujuanmu dari awalnya." balas Juwita, yang duduk di sampingnya.
 
Sinta menghela nafas panjang

"Iya sih, tapi gue pikir ga seberat ini Wit," ujarnya lagi.

"Terus, elo maunya ongkang-ongkang kaki, ngetik ini itu sedikit, terus selebihnya tinggal kasih ke bos dan elu bisa sambil ngecat kuku gitu?"

"Ya ga juga sih, tapi kan ga gini-gini amat, kayak jadi budak tahu ga sih? Kadang gue jadi berpikir sendiri sebenarnya apa ya yang gue mau? Gue jg ga ngerti nih!"

"Nah itu dia, cari tahu dong. Hidup kan hidup elo sendiri, mau sesuatu yang fun, atau apa ya itu pilihan elu tapi apa elo udah ketemu? Parah ya nih anak"

Sinta terdiam.

***

Melodi mengalun lembut di telinga Sinta. Akhir-akhir ini, dia galau berat. Kata orang sih, kayak jadi mumi hidup gitu deh. Atau mungkin robot ya. Ya, pokoknya itulah kurang lebih keadaan Sinta. Dia sedang menikmati malam hari setelah pulang kerja. Penat, capek, letih, lesu, lemas, apa lagi ya. Ya pokoknya lagi ga berdaya gitu. Hidup segan, mati ga mau.

Masalahnya cuma 1, dia merasa hidup itu sia-sia. Bayangin aja (jangan kelamaan bayanginnya, hehehhe), Sinta baru tahu kalau dia hanyalah anak angkat. Orangtua yang selama ini begitu menyayanginya itu hanyalah orangtua angkat. Ga hanya itu, dia juga mendapati bahwa Boni, pacar keenamnya itu hanyalah pacaran dengannya supaya sang mantan cemburu. Nah, kalau elo pikir nasib Sinta apes banget, masih belum apa-apa tuh.

Karena putus dari sang pacar dan masih bingung bagaimana harus bereaksi menghadapi kenyataan kalau dirinya anak angkat, Sinta kan kerjanya jadi ga karuan. Karena itu, dia dipanggil sama bosnya. "Kerja kok ga profesional? Apa kamu pikir ini kantor milik orangtuamu?" ujar si Bos.

'Orangtuaku? Orangtuaku yang mana ya? Aku malah ga tahu yang asli itu ada dimana,' pikir Sinta dalam hatinya. Karena terkesan cuek, soalnya Sinta lagi mikirin masalah pribadinya itu, dia ditambah lagi 'pelajaran' dari si bos selama 2 jam dan ditambahin tugas-tugas kantor yang menumpuk.
"Kamu harus belajar di sini, biar jadi profesional. Nah, ini ada beberapa berkas yang harus kamu bereskan. Kalau ga ngerti, baru tanya saya. Tapi tolong selesaikan hari ini ya..." ujar si bos pada akhirnya.

"Gue kacau banget deh ini...apa gue harus cari orangtua asli gue ya? Hmmm, tapi nanti takut melukai hati orangtua gue sekarang. Gue harus berenti kerja apa ya? Soalnya gue terima gaji juga minim banget, rok gue aja kalau minimnya. Tapi kerjaannya kalau bos lagi baek sih, ya enak juga sih. Tapi gue sebenernya mau apa ya dalam hidup gue? Nah, belum lagi yang namanya X itu (X yang dimaksud Sinta adalah mantan pacarnya, yang males dia sebutin bahkan namanya). Gue harus cari yang lebih ganteng dari dia. Enak aja dia, dia pikir gue ini pesulap kali, sampai-sampai gue dipacarin biar pacarnya bisa balik.

Aaarrrrrrggggghhhhh, sebel sebel sebeeeeeellllllllll

Kacau nih dunia, mau sampai kapan gue kayak begini? Gue harus ngapain? Hidup gue ini buat apa sih? Apa sih yang gue cari?"

ujar Sinta dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya. Maunya dia sih teriak-teriak, cuma takutnya nanti malah dimasukin ke rumah sakit jiwa.

***

Sinta mencoba pergi ke restoran langganannya, yang ga jauh dari tempatnya bekerja.
Kata artikel yang dia baca tadi pagi, kalau lagi galau harus pergi ke tempat-tempat yang menyenangkan hatinya. Jadi pegilah dia ke sana bermaksud makan mie kangkung kesukaannya.

Sepuluh menit pertama sih berhasil. Dia memusatkan perhatian pada menu, padahal udah pasti milihnya mie kangkung. Abis itu, dia ngobrol-ngobrol sama pemiliknya sekaligus sang koki andalannya. Tapi setelah itu, pikirannya kacau lagi.

"Duh, gue kira-kira gimana ya? Masa mau hidup begini terus? Dulu sih pegi ke sini bareng X. Ih ngapain gue ingat-ingat X mulu. Ingat apa ya? Masa ingat tentang status gue yang ga jelas ini?"

"Mbak...mbak....mbaaaaaaak" ujar si koki.

"Eh iya, sori bu, ini mie kangkung saya ya?" kata Sinta sambil mengambil mangkok di tangan ibu penjual mie. Ibu itu langsung aja menjauhkan mangkuk tersebut sambil berkata,
"Bukan mbak, ini buat mas sono. Tapi saya mau nanyain mbak mau minum apa?"

"Ooooooh, hehehhehehehe....minum teh manis aja bu" ujar Sinta salah tingkah.

Sewaktu mie kangkungnya disodorkan, Sinta harus dipersilahkan dua kali sebelum makan. Abis dia takut salah ambil lagi. Tapi setelah itu, dia makan dengan cepat seolah-olah ada yang memburunya. Dalam waktu 5 menit, mienya langsung abis. Si ibu hanya bisa memelototinya. Sinta tersenyum polos, seolah-olah tak tahu apa yang terjadi.

Sepanjang jalan menuju rumah, karena lewat gang-gang gitu, Sinta kali ini berjalan bagaikan vampir. Kayak loncat-loncat gitu lho, aneh kan yaaa

***

Sinta mencoba pergi ke pantai. Karena katanya pantai juga memberikan ketenangan. Pantai yang terdekat adalah Pantai Ancol, makanya dia menuju ke sana.  Tapi kemudian dia menyesal karena sepertinya hanya dia yang pergi sendiri. Yang lain, ada yang pacaran di beberapa tempat, ada yang sekeluarga pergi jalan-jalan dan duduk sambil bersenda gurau. Di sana, Sinta juga melihat satu keluarga yang merayakan ulang tahun sang ayah.

'Dulu aku dan mami papi juga pernah seperti itu. Aku ulang tahun yang ke berapa ya? Kayaknya pas aku lagi remaja, kayaknya bahagia banget. Tiba-tiba aja diajak makan seafood kesukaanku, ditambah lagi dikasih uang saku yang lumayan banyak.' pikir Sinta sambil mengenang.

Dia ingat ketika orangtuanya mencium pipinya. Foto mereka bersama masih tersimpan di kamarnya, di sudut ranjang, di atas meja kecil, tempat yang selalu dia pandangi sambil berkata, "Betapa beruntungnya aku punya keluarga seperti ini"

'Tapi sekarang gimana? Mereka bukan lagi keluarga yang aku kenal dulu....' Sinta pulang dengan keadaan makin galau.

Beberapa hari dia seperti itu, pergi ke perpustakaan yang katanya bisa memberikan ketenangan. Ikut pergi ke gunung, padahal seumur-umur belum pernah pergi. Mencoba hang out dengan teman-teman lama, tapi di antara semua kegiatannya itu, pikiran-pikiran itu selalu terselip.

***

'Hari ini pergi ke mana ya? Bosen juga pegi-pegi, ngabisin duit aja. Juwita juga ga bisa, udah ada kencan sama pacarnya. Mungkin gue di kamar aja deh...' pikir Sinta siang itu di kantor.

Saat itu, pekerjaannya sudah sedikit memberikan kelegaan. Pekerjaannya sebagai konsultan akuntan itu memang menyita waktu. Tapi dia tahu inilah keinginannya sejak dari dulu. Dia suka jika diberi hitung-hitungan, angka-angka yang memusingkan kebanyakan orang, dia juga suka jika disuruh mengatur uang sumbangan saat ikut jadi panitia bantuan dalam keadaan darurat. Semuanya dimulai ketika dia masih kecil.
Sinta jadi ingat masa kecilnya deh, ini nih masa kecilnya.

Waktu itu umur Sinta baru 8 tahun. Karena dia anak tunggal, dia sering bermain sama sepupunya yang tinggal di dekat rumah. Sinta sendiri setiap hari diberi uang jajan. Tapi waktu itu di sekolah ada proyek "Menabung Untuk Memberikan". Tabungan itu rencananya akan digunakan untuk diberikan pada anak-anak yang menderita kanker tapi tak mampu membiayai pengobatannya. Karena ada proyek di sekolah, dia tidak bisa ikut jajan ketika melihat sepupunya beli es krim. Dia hanya bisa mupeng.

Kemudian dia datang kepada ayahnya. "Pi, tambahin uang jajanku dong..."

"Kenapa?"

"Itu si Dwi kok bisa makan es krim sedangkan aku ga bisa?"

"Lho, memangnya uang jajanmu dikemanain?"

"Itu Pi, aku tabungin buat project di sekolah, katanya mau dikasih buat anak-anak yang menderita kanker. Kanker itu apa sih Pi?"

"Kanker itu penyakit yang parah Sin. Kalau kamu mau tahu, sini duduk di sini, papi kasih tahu."

Lalu mulailah sang ayah mengajarkan pada anaknya tentang penyakit tersebut. Setelah penjelasan tersebut, ayahnya kembali bertanya, "Jadi, ada yang mau kamu tanyain?"

"Ada Pi"

"Apa?"

"Jadi, uang jajan Sinta ditambahin kan ya?"

Pertanyaan itu menimbulkan gelak tawa dari ayahnya. Sinta masih ingat bagaimana ayahnya kemudian dengan bijaksana memberikan masukan.

"Sin, uang jajan kamu kan nggak semuanya buat disumbangkan. Guru bilang hanya Rp 1000 kan? Nah, sisanya biasanya kamu apain?"

"Ya itu Pi, aku kadang beliin karet gelang, kadang buat jajan es keliling, kadang sih buat beli jajanan laen Pi. Kan di sekolah tuh banyak Pi jajanannya."

"Nah, kenapa ga coba kamu tabung aja lagi Sinta. Kan Papi kasih kamu Rp 2500 tiap hari. Rp 1000 buat kamu sumbangin, sisanya Rp 1500? Papi kasih usulan mau? Usulan Papi ini bisa bikin kamu kaya, bahkan kamu bisa jajan sepuasnya." Sinta pun mengangguk bersemangat.

"Cobalah untuk menyisihkan uang jajan kamu. Misalnya aja nih ya. Rp 1000 kan sudah buat proyek. Nah, misalnya Rp 1000 buat ditabungin, sisanya baru buat jajan. Kalau misalnya Rp 1000 ini tiap hari dikumpulin, selama sebulan kamu dapat Rp 30 ribu lho. Coba berapa banyak jajanan yang bisa kamu makan dengan Rp 30 ribu itu?"

"Wah, aku bisa makan es krim ribuan kali, kali ya Pi"

"Wkwkwkkwk, ga sampai ribuan sih, tepatnya bisa 60 kali dalam sebulan. Nah, banyak kan? Apalagi kalau kamu tabungin terus, kamu itung-itung nanti, kamu bisa beli sepeda lho"

Sinta yang waktu kecil memang doyan bersepeda, langsung mengangguk bersemangat. "Oke deh Pi, aku dibeliin celengan ya?"

Sinta mengenang kejadian itu dengan masih sangat jelas. Dia jadi kangen sama ayahnya, tapi dia kemudian menyadari bahwa ayahnya bukanlah ayah kandungnya. Namun, ayahnya inilah yang mengajarkan dia arti tentang uang.

Sorenya Sinta pulang ke rumah dengan lunglai. Selain pekerjaannya menguras tenaga, pikirannya pun ikut menguras tenaganya. Dia bermaksud ingin tidur cepat, tanpa makan malam.

"Nak, bolehkah Papi dan Mami ngomong sebentar?"

Sinta melihat ayah ibunya dengan perasaan kangen. Biasanya mereka bagaikan sahabat, curhat dan cerita serta saling mengejek dengan perasaan sayang. Sinta melihat keduanya yang seolah-olah takut ditolak. Sinta melihat kekuatiran dan juga permohonan yang tulus.

Sinta pun mengangguk

Mereka menuju ke ruang keluarga

Setelah duduk beberapa lama, ibunya mulai berkata.

"Nak, maafkan kami karena selama ini merahasiakannya darimu. Kami pikir itu yang terbaik, Nak tapi sesungguhnya tidak. Meskipun berat, harusnya kami katakan padamu.

Waktu itu, Mami sedih karena anak yang Mami kandung meninggal dunia. Nah, waktu itu kamu pun baru dilahirkan ke dunia. Mamamu yang sesungguhnya meninggal dunia karena melahirkan kamu. Papamu ingin bunuh diri, tapi keburu dicegah Papi. Saat itu, untung Papi ada di atas sana sambil merenung kenapa anak kami harus pergi dengan cepat."

Si ibu mencoba tabah, tapi tanpa sadar air matanyapun jatuh. Ayahnya terlihat memberikan tepukan di bahu sang istri. "Ayahmu kemudian pergi mengembara di lautan. Jangan salahkan dia Nak. Bukannya dia tidak sayang padamu, namun hatinya sedang sangat sedih waktu itu. Maklum, dia dan istrinya menikah tua, setelah bertemu lagi.

Mereka adalah teman SMP yang waktu itu saling jatuh cinta. Mereka pernah memperjuangkan cinta mereka namun ditentang. Nah, setelah usia 40an, mereka bertemu dan ternyata sama-sama sendiri. Ibumu ditinggal mati suami sebelumnya tanpa anak dan ayahmu status tak jelas karena ada di lautan. Itulah sebabnya mereka begitu senang ketika kamu ada di kandungan."

"Beberapa kali kami hendak cerai, tapi terus terang Nak hanya kamu yang bikin kami bertahan. Kalau ingat bagaimana kami berjuang dulu, bagaimana kami kehilangan harapan karena setelah itu kandungan ibu harus dikuret, tapi bagaimana Tuhan kasih kamu di dalam hidup kami, itu semua membuat kami bisa baikan lagi Nak."

Sinta pun mengalirkan air mata.

Ayahnya yang jarang menangis itu pun terlihat berkaca-kaca.

"Maafkan kami kalau kamu harus tahu dari ayah kandungmu yang tiba-tiba datang. Bagaimanapun juga dia ayah kandungmu. Dia ingin melihatmu, setelah bepergian mengarungi lautan selama ini. Ucapannya tentu bagai geledek ya nak bagimu, tapi kami pun waktu itu juga kaget. Kami memberikanmu waktu untuk berpikir, kami juga sangsi apakah kami tetap berharga di matamu meski kami tahu kamu sangat berharga bagi kami Nak."

"Aku juga berpikir tentang Mami dan Papi. Gimanapun juga aku sayang sama kalian berdua. Selama ini, kalian yang ngasih aku tahu harus bagaimana, apa yang terbaik buat aku. Katakan Mami, Papi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku juga ingin bertemu dengan papa kandungku tapi bolehkah aku tetap jadi anak kalian?"

"Tentu Nak, tentu..." hanya itu yang mampu diucapkan....

***

Waktu yang menjawab semua. Waktu juga yang memberikan pemulihan di hati Sinta. Dia tidak hanya punya sepasang orangtua sekarang, tapi ditambah lagi satu ayah. Pekerjaannya pun berjalan dengan lancar, karena memang dia menyukai pekerjaan itu. Bagaimana dengan si X?

Kabarnya si X sudah punya pacar lagi. Sinta tidak peduli apakah karena benar-benar cinta atau sebagai pelampiasan semata. 'Yang penting gue kan sudah memaafkan dia. Lagian, kalau memang ga sreg buat apa dipaksain?' Tapi satu hal yang Sinta tahu. Seringkali kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan itu seolah-olah membuatnya merasa bahwa Tuhan itu tidak adil, jahat. Tapi sebenarnya, ada hikmah di balik semua itu.

Wednesday, September 10, 2014

Film Review : Hercules

Judul : Hercules
Karya :Metro Goldwyn Mayer (MGM)
Produksi : Paramount Picture
Tayang : September 2014
Sutradara : Brett Radner
Durasi : 98 menit
Jenis : Adventure Action

(copyright : imdb.com)


Di dalam masa kecil saya, Hercules adalah pahlawan yang tak terjangkau. Dia adalah seorang kelahiran setengah dewa, setengah manusia namun sangat perkasa. Tidak ada kelemahan dalam dirinya, dia sempurna, sama seperti dewa-dewa lainnya. Itulah cerita Hercules yang sering saya saksikan.

Berbeda dengan film yang satu ini dimana dia harus berjuang untuk melupakan masa lalunya yang pahit, dimana istrinya dan ketiga anaknya dibunuh secara brutal dan dia dituduh sebagai pelakunya. Dia pun merantau dan bertemu teman-teman yang kemudian menjadi seperti keluarganya sendiri. Untuk hidup, Hercules mencari nafkah sebagai tentara bayaran.

Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Ergenia (Rebecca Ferguson) yang meminta bantuannya untuk melawan Rhesus (Tobias Santelmann) atas suruhan kerajaan Thrace yang bernama Raja Cotys (John Hurt). Tapi apa yang terjadi kemudian? Sesuatu yang tidak disangka-sangka membuat Hercules harus berperang kembali, meskipun dia sudah mengalahkan Rhesus.

Belum lagi, dia juga harus berperang melawan dirinya untuk mengatasi rasa kehilangan yang begitu nyata sampai dia sering bermimpi buruk. Sisi kemanusiaannya di film ini begitu jelas terlihat. Ternyata, Hercules bukanlah sosok yang terlalu diawang-awang. Dia juga punya perasaan, tapi juga kekuatan yang begitu besar di dalam dirinya.

Friday, September 5, 2014

5 Nasihat Tentang Perselingkuhan dari Amsal 5

(sumber gambar : google.com)




Amsal 5 merupakan kata-kata hikmat yang dituliskan untuk memberikan nasihat yang masih berlaku sampai sekarang. Di dalamnya, ada banyak nasihat yang bisa kita petik. Di ayat 17-23, ada satu pengajaran yang luar biasa tentang menghabiskan waktu bersama pasangan dan bagaimana akhir dari perselingkuhan. Berikut ini beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Amsal 5 : 17-23 versi MSG :
Musim Semi Dipupuk
Musim semi di dalam kehidupan rumah tangga adalah kehidupan yang bahagia, biasanya yang paling berkesan adalah awal-awal tahun pernikahan. Amsal menyatakan bahwa "Your spring water is for you and you only, not to be passed around among strangers. Bless your fresh-flowing fountain!"
Musim semi dengan air melimpah adalah seperti keluarga yang hidup dalam keharmonisan dan penuh cinta. Satu hal yang patut diperhatikan adalah jangan pernah membagikan keharmonisan itu kepada orang lain, dalam artian pihak ketiga yang dianggap sebagai orang asing. Jangan memberi celah pada orang lain untuk merusaknya
Menikmati Hidup Bersama Pasangan
"Enjoy the wife you married as a young man! Lovely as an angel, beautiful as a rose - don't ever quit taking delight in her body."
Tidak bisa dipungkiri bahwa hubungan intim merupakan salah satu cara untuk mengikat sebuah pernikahan. Amsal mengatakan bahwa kenikmatan di dalam hidup itu bisa didapatkan saat kita memang bersama suami / istri (dalam Amsal dituliskan bersama istri, karena memang laki-laki yang otaknya sebagian besar berisi tentang seksual, sehingga mereka lebih ditekankan. Yang laki-laki, no offense yaa). Lihatlah pasangan kita, pujilah dia, dan jangan pernah berhenti berbagi keintiman bersamanya. Karena itulah sebabnya mengapa keluarga diciptakan, untuk menunjukkan kasih satu sama lain."
Tulus Hati
Punyai sikap hati yang tulus dan ikhlas, serta rela berkorban. Jangan mengambil cinta seseorang hanya untuk suatu tujuan yang palsu, seperti yang Amsal katakan "Never take her love for granted". Punyai kasih yang tulus, setulus-tulusnya.
Jangan Tukar Dengan Sesuatu yang 'Murah'
"Why would you trade enduring intimacies for cheap thrills with a whore? for dalliance with a promiscuous stranger?"
Keintiman dengan pasangan merupakan sesuatu yang abadi, yang memang ditujukan untuk suatu hal yang mulia, namun banyak orang yang menukarnya untuk mendapatkan kesenangan yang bersifat murah. Pada akhirnya hal tersebut akan mengacaukan seluruh kehidupan Anda? Buat apa melakukan hal yang sia-sia dan membuang waktu seperti itu?
Tuhan Melihat dan Mengganjar Sesuai Perbuatan Kita
Ingatlah di dalam hati dan pikiran bahwa Tuhan melihat setiap perbuatan kita, tanpa satupun yang terlewatkan. "Mark well that God doesn't miss a move you make; he's aware of every step you take. The shadow of your sin will overtake you; you'll find yourself stumbling all over yourself in the dark. Death is the reward of undisciplined life; your foolish decisions trap you in a dead end."
Tidak hanya bersalah pada pasangan dan anak-anak, berselingkuh juga menyebabkan kita bersalah pada Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan mengganjar dengan sepantasnya sesuai dengan perbuatan kita. Perbuatan bodoh dengan berselingkuh itu pada akhirnya menjebak diri sendiri sampai kepada kesudahannya.
Jadi, jika sudah diberikan Tuhan anugerah untuk berkeluarga, ingatlah untuk mengutamakan Dia di dalam keluarga Anda. Yang kedua, utamakan pasangan dan anak-anak yang Anda punyai. Hiduplah sesuai dengan apa yang Dia katakan dan percayalah hidup keluarga Anda akan penuh berkat bahkan bisa menjadi contoh bagi orang lain.


Wednesday, August 27, 2014

Film Review : Guardians of the Galaxy

Judul : Guardians of the Galaxy
Karya : Marvel
Produksi : Walt Disney
Tayang : Agustus 2014
Sutradara : James Gunn
Durasi : 122 menit
Jenis : Adventure Sci fi

Peter Quill (Chris Pratt) hanyalah seorang manusia biasa yang berada di lingkungan yang salah, ditambah lagi pengalaman masa lalunya yang buruk karena melihat kematian ibunya sendiri, tanpa dia tahu harus bagaimana. Karena itulah, dia menjadi seorang penjahat. Setelah kematian sang ibu, Peter kemudian diangkat oleh pesawat luar angkasa ke planet lain oleh Yondu Udonta (Michael Rocker) dan dibesarkan sebagai penjahat.
Maka ketika disuruh mencari Orb, sebuah bola ajaib dengan imbalan besar, maka Peter pun melakukannya. Dia tidak tahu bahwa Orb juga diincar oleh Ronan (Lee Pace) yang ternyata ingin menguasai semua planet dan menghancurkan Xander, planet yang penuh damai.
Peter kemudian bertemu dengan Gamora (Zoe Saldana) anak buah Ronan sekaligus sakit hati kepada Ronan dan ayah angkatnya Thoran, penguasa yang paling ditakuti, karena merekalah pembunuh orangtua kandungnya. Gamora pun bertekad untuk melindungi Orb.
Di sisi lain, ada pula rakun yang bernama Rocket (yang disuarakan oleh Bradley Cooper) dan Manusia Pohon bernama Groot (yang disuarakan Vin Diesel) mengincar Peter karena bagi yang berhasil mendapatkannya, akan diberi hadiah yang luar biasa. Maka, mereka pun berkelahi satu sama lain sampai akhirnya ditangkap. Di dalam penjara, mereka pun bertemu dengan Drax the Destroyer (Dave Bautista) yang ternyata sakit hati pada Ronan.
Kita akan diajak bertualang bagaimana keluar dari penjara yang begitu ketat dijaga, penjara para penjahat yang paling jahat. Selain itu, akan ada petualangan melawan anak buah Ronan yang tahu keberadaan mereka karena tantangan Drax, sampai pada akhirnya pertempuran hidup mati antar dua kubu yang ingin menyelamatkan planet-planet dan yang ingin menghancurkannya.
Tapi ada pula kisah tentang kesetiakawanan, bagaimana pengorbanan seorang Groot yang begitu luar biasa, bagaimana hidup seseorang yang diubahkan karena ada orang lain yang peduli, semuanya itu akan bisa disaksikan dalam film ini.