Showing posts with label Film Reviews. Show all posts
Showing posts with label Film Reviews. Show all posts

Friday, April 26, 2019

The Avengers End Game: Bicara tentang Cinta

Tenang, di sini tidak akan ada spoiler yang bikin kamu sebel. Setiap review film yang aku buat sekarang akan seperti review tentang pesan-pesan apa yang bisa kita dapatkan dari film tersebut. Nah, waktu nonton End Game ini, aku melihat begitu banyak cinta di sana. Contohnya saja, ----(disensor untuk kepentingan non spoiler, hehehehe).


Oke, ada dua jenis cinta yang biasanya kita rasakan, cinta yang membangun atau cinta yang merusak. End Game menceritakan tentang keduanya. Kedua cinta ini sama-sama berjuang untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka. Keduanya bertarung.

Cinta yang membangun ataupun cinta yang merusak dapat terjadi di dalam semua hubungan manusia ataupun alien juga dalam hal ini. Hehehehe. Cinta yang membangun yang paling terasa di dalam film ini adalah apa yang dilakukan oleh Natasha (Black Widow) dan Tony Stark (Iron Man). Cinta seperti apa yang mereka perbuat? Tonton aja filmnya. Dijamin bikin kamu nangis.

Cinta yang merusak? Cinta itu ga sepenuhnya murni, bukan karena cinta itu sendiri tidak murni tapi karena orang yang melakukannya. Bahkan ada orang yang merusak dirinya sendiri dan menganggap cintanya kepada orang lain lebih besar. Itulah yang dilakukan oleh Nebula.

Jelas semua orang menginginkan cinta sejati, namun terkadang orang begitu 'buta' untuk tahu apakah cinta yang mereka punya itu membangun atau tidak. Menurut individu itu mungkin benar, tapi tidak menurut individu lain. Itulah juga yang terjadi di film ini di dalam hubungan keluarga, kekasih, sahabat, maupun untuk makhluk luar angkasa lainnya. Hehehehehe

Oya, ada juga cinta yang abadi sepanjang masa. Percintaan yang sejati yang tak lekang oleh waktu. Captain America bisa memberikan kamu pandangan tentang ini. Saran saya, kamu harus nonton seri-seri sebelumnya untuk tahu tentang apa yang terjadi di film ini, karena dia berkaitan erat banget. Sebelum nonton filmnya, simak review dari saya agar kalian juga mendapatkan pesan untuk kehidupan yang lebih baik.

https://www.youtube.com/watch?v=TcMBFSGVi1c

Thursday, January 29, 2015

Film Review : Anne Frank's Point of View


Dear Kitty,

Aku udah selesai nonton Anne Frank, film yang panjangnya 3 jam. Awalnya, aku nonton dulu dokumenternya. Awal ceritanya sih Anne Frank benar-benar terlihat gadis berusia 15 tahun yang sedang mencari cinta dan jati diri.

Dia menikmati hidup dan sangat manja sama sang ayah. Bahkan dia sempat merasakan cinta monyet. Namun, perang mengubah hidupnya meskipun tidak pandangan hidupnya. Anne Frank tetaplah seorang remaja yang berhati baik.

Anne Frank bercerita tentang cita-cita yang ingin diraih, menjadi seorang penulis. Anne Frank merupakan seorang anak remaja biasa yang bermimpi akan masa depan yang indah. Namun semua yang ingin dia capai, tidak bisa diwujudkan.

Mereka hidup dalam ketakutan akan ditangkap. Mereka hidup dalam kecemasan dan menunggu kapankah akan berakhir.Namun sayangnya, Anne Frank tak bisa bertahan hingga akhir. Diduga dia meninggal beberapa hari kemudian setelah saudaranya Margot meninggal. Diduga dia meninggal akibat penyakit yang menyerangnya.

Meskipun akhirnya dia meninggal di usia belasan tanpa pernah sekalipun menerbitkan bukunya. Tapi buku hariannya kini menjadi sebuah buku yang disorot banyak orang yang tertarik pada Perang Dunia II. Namanya bahkan diabadikan pada salah satu gedung.

Kita ga tahu apakah yang kita buat dalam hidup ini kadang memberi dampak atau nggak. Tapi kalau kita selalu memberikan yang terbaik, maka kita berharap bahwa kita dapat berguna bagi orang lain, terutama bagikan kasih pada orang-orang di sekeliling kita.


Monday, November 17, 2014

Film Reviews : Kungfu Jungle, Aksinya Gilaaaaa

Produser : Catherine Hun, Alex Tong
Produksi : Emperor Motion Picture
 Sutradara : Teddy Chan
Durasi : 100 Menit
Genre : Action Dewasa
Rilis : November 2014
 

Film yang satu ini gila banget. Dari awal sampai akhir, pertarungannya makin seru. Apalagi yang terakhir ketika Ha (Donnie Yan) harus berhadapan dengan Fung (Baoqiang Wang). Awalnya Ha adalah seorang narapidana yang baik. Mantan instruktur polisi ini tidak pernah bertingkah sampai suatu hari dia melihat sebuah tayangan di televisi tentang pembunuhan terhadap seorang pesilat terkenal.

Dia pun menawarkan jasanya kepada polisi untuk menangkap Fung dengan jaminan kebebasannya. Dia menceritakan kepada mereka bahwa dia tahu siapa saja yang akan dibunuh selanjutnya. Hal ini membuat polisi yang tidak menemukan bukti penting jadi berharap pada informasi Ha.

Keluar dari penjara, Ha mendatangi pacarnya yang juga seorang instruktur silat khususnya pedang. Ternyata kemudian terjadi fakta yang mengejutkan. Ha rupanya sudah mengenal Fung jauh sebelum Fung membunuh para korbannya.

Kegilaan Fung, kecurigaan polisi terhadap Ha, keinginan sang pacar yang ingin melindungi Ha, begitu juga keinginan para polisi dalam menangkap penjahat membuat plot film ini menarik. Yang lebih seru lagi adalah aksi pertarungan yang terjadi antara Fung dengan para korbannya. Begitu juga pertarungan klimaks antara Ha dan Fung.

Film ini sangat layak untuk ditonton untuk orang dewasa tapi sangat dilarang bagi anak kecil karena banyak mengandung unsur kekerasan. Satu hal yang menarik dari film ini adalah alur cerita yang tidak monoton sehingga penonton pun dibuat penasaran bagaimana kisah selanjutnya. Meski ide ceritanya sederhana, tapi film ini dapat memikat Anda selama kurang dari 2 jam ke depan.

Wednesday, September 10, 2014

Film Review : Hercules

Judul : Hercules
Karya :Metro Goldwyn Mayer (MGM)
Produksi : Paramount Picture
Tayang : September 2014
Sutradara : Brett Radner
Durasi : 98 menit
Jenis : Adventure Action

(copyright : imdb.com)


Di dalam masa kecil saya, Hercules adalah pahlawan yang tak terjangkau. Dia adalah seorang kelahiran setengah dewa, setengah manusia namun sangat perkasa. Tidak ada kelemahan dalam dirinya, dia sempurna, sama seperti dewa-dewa lainnya. Itulah cerita Hercules yang sering saya saksikan.

Berbeda dengan film yang satu ini dimana dia harus berjuang untuk melupakan masa lalunya yang pahit, dimana istrinya dan ketiga anaknya dibunuh secara brutal dan dia dituduh sebagai pelakunya. Dia pun merantau dan bertemu teman-teman yang kemudian menjadi seperti keluarganya sendiri. Untuk hidup, Hercules mencari nafkah sebagai tentara bayaran.

Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Ergenia (Rebecca Ferguson) yang meminta bantuannya untuk melawan Rhesus (Tobias Santelmann) atas suruhan kerajaan Thrace yang bernama Raja Cotys (John Hurt). Tapi apa yang terjadi kemudian? Sesuatu yang tidak disangka-sangka membuat Hercules harus berperang kembali, meskipun dia sudah mengalahkan Rhesus.

Belum lagi, dia juga harus berperang melawan dirinya untuk mengatasi rasa kehilangan yang begitu nyata sampai dia sering bermimpi buruk. Sisi kemanusiaannya di film ini begitu jelas terlihat. Ternyata, Hercules bukanlah sosok yang terlalu diawang-awang. Dia juga punya perasaan, tapi juga kekuatan yang begitu besar di dalam dirinya.

Wednesday, August 27, 2014

Film Review : Guardians of the Galaxy

Judul : Guardians of the Galaxy
Karya : Marvel
Produksi : Walt Disney
Tayang : Agustus 2014
Sutradara : James Gunn
Durasi : 122 menit
Jenis : Adventure Sci fi

Peter Quill (Chris Pratt) hanyalah seorang manusia biasa yang berada di lingkungan yang salah, ditambah lagi pengalaman masa lalunya yang buruk karena melihat kematian ibunya sendiri, tanpa dia tahu harus bagaimana. Karena itulah, dia menjadi seorang penjahat. Setelah kematian sang ibu, Peter kemudian diangkat oleh pesawat luar angkasa ke planet lain oleh Yondu Udonta (Michael Rocker) dan dibesarkan sebagai penjahat.
Maka ketika disuruh mencari Orb, sebuah bola ajaib dengan imbalan besar, maka Peter pun melakukannya. Dia tidak tahu bahwa Orb juga diincar oleh Ronan (Lee Pace) yang ternyata ingin menguasai semua planet dan menghancurkan Xander, planet yang penuh damai.
Peter kemudian bertemu dengan Gamora (Zoe Saldana) anak buah Ronan sekaligus sakit hati kepada Ronan dan ayah angkatnya Thoran, penguasa yang paling ditakuti, karena merekalah pembunuh orangtua kandungnya. Gamora pun bertekad untuk melindungi Orb.
Di sisi lain, ada pula rakun yang bernama Rocket (yang disuarakan oleh Bradley Cooper) dan Manusia Pohon bernama Groot (yang disuarakan Vin Diesel) mengincar Peter karena bagi yang berhasil mendapatkannya, akan diberi hadiah yang luar biasa. Maka, mereka pun berkelahi satu sama lain sampai akhirnya ditangkap. Di dalam penjara, mereka pun bertemu dengan Drax the Destroyer (Dave Bautista) yang ternyata sakit hati pada Ronan.
Kita akan diajak bertualang bagaimana keluar dari penjara yang begitu ketat dijaga, penjara para penjahat yang paling jahat. Selain itu, akan ada petualangan melawan anak buah Ronan yang tahu keberadaan mereka karena tantangan Drax, sampai pada akhirnya pertempuran hidup mati antar dua kubu yang ingin menyelamatkan planet-planet dan yang ingin menghancurkannya.
Tapi ada pula kisah tentang kesetiakawanan, bagaimana pengorbanan seorang Groot yang begitu luar biasa, bagaimana hidup seseorang yang diubahkan karena ada orang lain yang peduli, semuanya itu akan bisa disaksikan dalam film ini.

Wednesday, August 13, 2014

Film Review : Teenage Mutant Ninja Turtle

Para ninja ini sebenarnya sungguh kasihan. Mereka adalah pahlawan yang tak dikenal di Kota New York. Mereka hidup di gorong-gorong / terowongan bawah tanah. Sekalipun mereka punya keahlian khususnya karate, namun mereka seperti harus bersembunyi jika tidak ingin mendapatkan masalah. Karena mereka memang beda.
Itulah sebabnya, ketika seorang reporter April O Neil berhasil menangkap gambar keempat kura-kura yang bisa bicara seperti manusia tersebut, dia mendapatkan ancaman. Sesungguhnya, O'Neil lah yang pada akhirnya menjadi penghubung dari semua cerita di film ini.
O'Neil lah yang mencari tahu siapakah pahlawan yang sesungguhnya yang berperang melawan Foot Clan, klan kejahatan terbesar di New York. O'Neil juga yang ternyata menjadi penyelamat bagi para kura-kura tersebut semasa kecilnya. Bahkan ironisnya, O'Neil juga yang pada akhirnya membuat kediaman mereka diketahui musuh secara tidak sengaja.
Perjuangan kura-kura yang sebenarnya masih berusia remaja tapi sudah setinggi hampir dua meter ini sungguh sangat berat. Mereka mengalami penyiksaan baik batin ataupun fisik. Saat guru sekaligus ayah mereka dipukuli oleh musuh, saat darah mereka harus dikuras sampai habis, saat melawan musuh yang begitu kuat.
Tapi kehidupan yang mereka lalui mengajarkan banyak hal. Mereka mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, yang secara fisik tentu sangat berbeda dengan mereka (4 kura-kura diasuh oleh seekor tikus). Mereka belajar mengenal alam sekitar, sekalipun terbatas (karena hidup di gorong-gorong), mereka juga mempunyai kesukaannya masing-masing, dan kasih sayang antar saudara yang begitu nyata.