Showing posts with label on my mind. Show all posts
Showing posts with label on my mind. Show all posts

Friday, November 20, 2020

A Letter to My Kid(s)


 Hello kiddo!!!

Momma dan Pidad sangat senang karena kamu sudah ada di kehidupan kami. Surat ini Momma buat tanpa sepengetahuan Pidad-mu. Nama panggilannya pun bahkan Pidad tidak tahu. Namun, inilah panggilan yang ingin Momma dengar saat kamu sudah bisa bicara. Momma buat surat ini karena Momma ingin kalian tahu bagaimana menghadapi dunia nanti.

Momma berasal dari keluarga yang berantakan dan tidak mengenal Tuhan Yesus awalnya. Momma pernah coba bunuh diri karena sejak kecil Momma tidak pernah bahagia. Momma juga melakukan hal-hal yang salah dan berpikir yang salah tentang diri Momma. Momma menganggap diri Momma tidak berharga sama sekali. Itu semua salah Kiddo!

Saat tulis ini, Momma mengandung selama enam minggu anak pertama Momma. Di usia yang ke-38 dan akan melahirkan di usia ke-39, terus terang Momma takut. Apakah Momma akan bisa menjadi mama yang baik dan memberikanmu limpahan kasih seperti yang Momma rasakan saat bertemu Yesus.

Kiddo, Momma ingin kamu tahu bahwa KASIH adalah yang utama. Maafkan Momma jika nanti Momma berteriak keras, itu adalah kelemahan Momma. Namun, kasih menutupinya. Maafkan jika nanti Momma bersifat kasar, karena sampai sekarang Momma masih berusaha mengalahkan kelemahan itu dengan kelebihan yang ada dalam diri Momma. Maafkan jika suatu hari nanti Momma sepertinya tidak sayang, namun percayalah, kamu adalah darah daging Momma, Momma cinta kamu apa adanya. 

Momma juga mau memberikanmu sedikit nasihat berdasarkan pengalaman Momma. Saat kamu merasa sendirian, ingat bahwa Yesus selalu besertamu. Pernah suatu kali, Momma sangat kesepian, merasa sendirian, dan tidak ada orang lain yang peduli pada Momma. Itu suatu kesepian yang panjang Kiddo, hati seperti teriris tiap saat. Suatu hari, ada sebuah lagu yang begitu indah dan menyentuh hati :

You feel that you're lonely
It doesn't prove you are alone
You feel that nobody wants you
Doesn't mean that no one cares about you
Listen to the words I say
For I will always be by your side
You mean everything to Me
I will never leave you cause I love u so.
You think that you're nothing
Before Me you are something beautiful
You think that you can't do anything
But you can do a lot of things with Me
Listen to the words I say
That I will always be by your side
You mean everything to Me
I will never leave u cause I love u so
When I say that I love you
It means I give the best for you
When I say that

So, jangan pernah berpikir kalau kamu itu sendirian, kesepian, karena begitu kita look up, maka God will look down to us.

Saat kamu merasa rendah diri, tidak bisa apa-apa, merasa putus asa karena sepertinya usahamu sia-sia, ingatlah bahwa ada Penasihat yang bisa kamu mintai tolong. Lutut di lantai, tangan disatukan, mata dipejam, di situlah Penasihatmu ada. Ceritakan pada-Nya apa yang terjadi. Bahkan jika saat itu yang keluar hanyalah air mata, let it go. Just crying for that stress. Dia tahu, Dia mengerti, bahkan tanpa kata-kata sekalipun. 

Minta pada-Nya hikmat dan bukan kekayaan. Minta pada-Nya pengertian dan bukan hanya kepintaran. Hidup ini hanya sebentar. Kalau umur manusia hanya 70an tahun, maka hidup Momma tinggal 11.000an hari lagi. Hidup yang kekal menanti kita setelahnya. Jadi cari apa yang kekal dan bukan yang sementara ini.

Jadi saat kau menemui jalan buntu, tidak tahu apa yang harus dilakukan, tunda dalam mengambil keputusan. Cari dan ketuk pintu-Nya. Jika kamu rasa Dia tetap diam, baca Alkitabmu. Di situ ada banyak nasihat yang bisa kamu ambil. Jika masih belum bisa juga, ikutilah jalan KASIH. Jalan KASIH selalu benar. Jika keputusan A membuahkan kasih lebih daripada keputusan B, maka ambillah keputusan A. Jangan ragu-ragu. Jangan seperti Momma yang sering mengambil keputusan berdasarkan ego Momma. Itu tidak akan berhasil. Percayalah.

Jangan biarkan sakit hati menjadi akar yang bertumbuh lebat di dalam hatimu, jangan biarkan lukanya terus membengkak dan bernanah. Hatimu nanti meledak. Namun, obatilah sakit hati itu dengan kasih. Kamu tidak akan sanggup jika sendirian mengobatinya, mintalah bantuan Tuhan untuk itu.

Momma doakan kiranya hidupmu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mereka mengenal Yesus melaluinya, mereka mengenal kasih melaluimu. Banyaklah memberi kasih kepada orang dalam bentuk apapun. Jika kamu punya uang lebih, berilah. Jika yang kamu punya adalah tenaga, kerjakanlah untuk meringankan beban seseorang. Jika yang kamu punya adalah telinga, dengarkan keluhan mereka yang tertindas, jika yang kamu punya adalah waktu, berikan kepada mereka yang memerlukan kehadiran seseorang.

Kasih itu memberi
Kasih itu menentang ego sendiri
Kasih itu bisa terjadi
Karena kita membuka hati

Love uuuuuuu!!!!!!

Tuesday, August 8, 2017

Ini Kata-Kata yang Sering Salah Dipakai, Sekalipun oleh Orang Indonesia

Saya gatal untuk menulis sudah beberapa waktu lamanya. Setiap kali baca di website, tulisan-tulisan, di sosial media, spanduk-spanduk, dan iklan lainnya. Oke, ini beberapa hal yang ingnin saya bicarakan :

Mengenai Sapaan Mbak dan Mas
mbak n 1 kata sapaan terhadap wanita yang lebih tua di daerah Jawa; mbakyu; 2 kata sapaan terhadap wanita muda.

Kalau kata "mas" sendiri punya dua arti :
mas1 n emas;
Dan
mas2 n 1 kata sapaan untuk saudara tua laki-laki atau laki-laki yang dianggap lebih tua; 2 kata sapaan hormat untuk laki-laki, tanpa memandang usia: apa kabar, -- ?3 panggilan karib istri kepada suami; bang; kak:
Yang mau saya garisbawahi adalah arti kata yang kedua.

Kedua panggilan ini, saat ini udah menjamur banget terdengar kalau orang lagi dagang. "Mbak, Mas diliat2 dulu barangnya.." atau "Mbak/Mas berapaan nih?"

Padahal jelas2 yang diajak ngomong itu orang Batal atau dari suku lain misalnya. Saya sendiri sering banget dipanggil "Mbak" padahal yang manggil jauh lebih tua daripada saya. Padahal ya tampang saya ga mirip sedikitpun dari suku Jawa. Wkwkwkk

Menurut saya, seharusnya kita menghargai darimana seseorang itu berasal. Di tempat saya berasal yaitu Palembang, dengan cewek yang lebih tua kita memanggil "Ayuk", sedangkan untuk cowok "Kakak." Kalau sukunya Toonghoa maka yang cewek dipanggil "cece/cici" sementara yang cowok dipanggil "koko" dia lebih muda, baik cewek ataupun cowok dipanggil "Adek." Enak dan jelas bukan?

Ada baiknya tradisi tiap daerah jangan dihilangkan, agar kita bisa belajar juga masing-masing budaya. Uhuuuyyy oke ga tuh?

Mengenai Penggunaan -an dan -kan
Ini juga salah satu yang bikin saya gregetan. Tahukah kamu apa bedanya dengan "Dikontrakkan" dengan "Dikontrakan", manakah yang benar? Atau tahukah kamu bedanya antara "masukan" dengan "masukkan"? Keduanya punya arti yang berbeda lho.
Untuk yang pertama, yang benar adalah kalimat "dikontrakkan" bukan "dikontrakan", tapi saya banyaknya ngeliat tulisan "dikontrakan". Mengapa yang bener itu "dikontrakkan", kita perlu membedah kalimat awalnya. Awalnya, kalimat tersebut menggunakan kata "kontrak" dan memakai akhiran -kan bukannya -an. Jadi, yang bener itu dikontrakkan.
Kalau pertanyaan kedua ini bedanya :
-masukkan : sebenarnya kata baku utk kata ini adalah memasukkan, hanya saja orang Indonesia seringkali menyingkat kata sehingga menjadi masukkan. Nah arti memasukkan oleh kbbi yaitu :
memasukkan/me·ma·suk·kan/ v 1 membawa (menyuruh, membiarkan, dan sebagainya) masuk: sopir sudah - mobil ke dalam garasi; ia - orang yang belum dikenalnya; 2 mendaftarkan: ia telah - nama temannya sebagai peserta darmawisata3menyampaikan: karyawan pabrik itu - surat permohonan cuti kepada atasannya; 4menempatkan; mencantumkan: ketua panitia setuju - peragaan busana daerah dalam acara itu;5 menaruh uang dalam perusahaan dan sebagainya; menanam modal: ia berminat - modalnya dalam perusahaan itu;
-masukan : menurut kbbi artinya yaitu :
masukan/ma·suk·an/ n 1 hasil memasukkan; apa yang dimasukkan: - itu sedang diolah di dalam komputer; 2 pengaruh yang membawa akibat terhadap jalannya fungsi suatu sistem politik;

Penggunaan -an dan -kan ini emang agak susah-susah gampang. Kalau kamu ragu, masukkan kata dasarnya di kbbi. Lalu cari kata yang kamu maksud. Nah jadi udah tau kan ya bedanya. Jangan sampai salah ejaan dong

Mengenai Penggunaan Kata di-xxx dan dixxx
Saya juga sering melihat kesilapan antara di mana dengan dimana. Sesungguhnya, tau ga apa artinya? Kali ini, aku coba jelaskan sendiri ya berdasarkan yang saya pelajari dulu :
Di mana - ini jelas menjelaskan / mempertanyakan yempat. Misalnya : Di mana restoran yang enak itu? 
Dimana : ini biasanya menjelaskan tentang keterangan suatu peristiwa. Misalnya : Saat kesulitan datang, dimana kehidupan jadi begitu penuh beban, teruslah berusaha

Memang sedikit susah-susah gampang ya. Belajar bahasa Indonesia itu memang menarik lho. Jangan sampe kita sebagai bagian dari bangsa salah mengaplikasikannya. Hehehehhe

Monday, April 24, 2017

Belajar Kehidupan Yuk dari Berkendara

Aku sering banget naik motor. Pengen sih naik mobil, tapi mungkin belum saatnya. Saat naik sepeda motor itu, aku bisa belajar banyak lho, bukan hanya skill bermotor aja tapi juga tentang kehidupan. Seriously, i learned something. Nah, coba ya kamu baca dan lihat sendiri bener nggaknya.

Saat Motorku ada di Belakang Mobil
Kalau jalanan lagi sepi, aku bisa dengan mudah melihat jalanan mana yang enak buat dilewati sampai jauh ke depan, tapi aku paling sebel kalau ada di belakang mobil. Aku jadi ga bisa ngeliat lubang dan ga tahu kemana harus melangkah.

Gitu juga dengan kehidupan. Waktu ga ada hambatan, rasanya masa depan bisa kita raih mau kemana aja bisa kita tuju. Namun, ketika penghalang menghadang pandangan kita, kita mulai tersesat. Kadang tiba-tiba menerobos lubang yang tidak kelihatan. Kadang harus berhenti tiba-tiba. Kadang kita seperti bingung mau ke kiri atau ke kanan, jalan yang mana yang bisa kita tempuh.

Saat Motorku Tidak Punya Kaca Spion
Aku terbiasa menggunakan kaca spion jadi saat kaca spionku patah sebelah, aku sangat sengsara. Aku harus melihat ke belakang setiap kali aku mau belok atau mau ke kanan/kiri. Beda banget saat ada kaca spion, aku bisa melihat ke spion aja, mau menambahkan kecepatan atau mengurangi kecepatan, harus berbelok atau belum, aku bisa melihat apa yang di belakangku dengan kaca spion.

Nah, kaca spion itu laksana pelajaran dari masa lampau. Kita perlu belajar melihat pelajaran apa yang bisa kita ambil dari masa lampau.Sudahkah kita berjalan menuju masa depan yang gemilang ataukah kita melakukan perbuatan yang sama sehingga hasilnya pun gitu-gitu aja.

Saat Aku Mau Ngebut
Ada saatnya, aku bisa melarikan motorku dengan kecepatan 80km/jam. Btw, motorku ada Supra Fit X keluaran tahun 2008. Saat ngebut, aku senang pada angin yang menerpaku. Selain itu, kadang juga karena kepanasan, jadi aku pengen cepet nyampe. Apapun alasannya, aku lumayan sering ngebut. Cuma ya pada saat ngebut, aku butuh konsentrasi tinggi.

Kalau dalam kehidupan, ngebut itu bagaikan saat dikejar target, target apapun yang lagi pengen kita raih. Mulai dari pekerjaan sampai target masa depan kita. Kita ingin meraih target itu, kita mulai berkonsentrasi dalam mencapainya, jangan sampai jatuh. Kita perlu mesin (tubuh) yang tangguh dan kita perlu bensin (tenaga) yang cukup. Jika tidak, mustahil bisa dicapai.

Saat Ada Rambu-Rambu Lalu Lintas
Polisi tidur memang membuat kita harus pelan-pelan. Apalagi kalau plang "Hati-hati, banyak anak-anak." Kita kudu waspada dengan rambu-rambu yang ada. Bagaimana kita harus stop saat lampu merah, bagaimana kita harus hati-hati saat ada plang segitiga merah, dan lain sebagainya.

Kita juga memerlukan rambu-rambu dalam kehidupan kita agar kita dapat berjalan di koridor yang aman. Misalnya saja, ada rambu-rambu peringatan bagaimana pacaran yang sehat, rambu-rambu tentang bagaimana menghasilkan uang yang halal, bagaimana kita bersosialisasi dengan sesama. Semua itu perlu kita pelajari agar kita dapat berlalu lintas dengan aman.

Saat Tersesat
Ya, tersesat saat berkendara pasti bisa dong. Kita jadi bingung sendiri, kok bisa ke tempat tersebut. Tapi akhirnya kita jadi tahu jalan yang benar.

Pernahkah kamu tersesat dalam kehidupan? Kenapa kita bisa sampai di kehidupan yang seperti itu? Jangan salahkan siapa-siapa, jangan juga salahkan Tuhan. Tanpa kita sadari, kita sendiri yang memutuskan untuk ada di situ. Tapi setelah kita tahu itu, kembalilah pulang ke jalan yang benar.

Saat Bensin Mau Habis
Kita jadi deg-degan, cukup nggak ya bensinnya. Kenapa kok belum ada juga pom bensin untuk kita isi ulang? Kita jadi makin ga karuan. Gimana kalau harus dorong? Udah panas, ya pasti berat tuh motor.

Ini sama kayak kapak yang sudah tumpul, kita perlu tenaga yang lebih besar untuk menebang. Kita jadi ga karuan tapi butuh keluar banyak pikiran. Ada kalanya, kita harus isi dulu. Isi dengan relaksasi, pikiran positif, dekat Allah, menikmati musik, bersantai di pantai, apa saja yang membuat kita rileks. Jangan lupa isi dulu tenaga kita.

Saat Berboncengan
Saat kita berboncengan, ingatlah bahwa ada orang di belakang kita. Kita jadi jangan gegabah dan melarikan motor seenaknya. Orang yang kita bonceng juga punya sifat yang bermacam-macam, kita perlu tahu sampai seberapa berani dia ketika kita bonceng.

Saat kita berboncengan dengan orang lain seperti partner kerja ataupun pasangan hidup, kita perlu mengenal karakter mereka dan hidup berdampingan dengan rukun. Kalau partner kerja sih mungkin bisa berakhir, tapi kalau partner hidup harusnya tak boleh berakhir. Jadi, manusia memang menajamkan manusia. Itulah sebabnya kita bisa tumbuh dewasa
foto pribadi

Thursday, April 20, 2017

Cinta Monyet

source : google
Jaman sekarang anak-anak lebih terbuka ya. Klo aku dulu mah, cinta monyet dari kelas 6 SD tapi diem-diem aja, ga berani ngomong. Jangankan ngomong ke keluarga, ngomong ke sobat sendiripun nggak. Ya maklum aja, pemalu banget aku orangnya.

Ga begitu dengan sepupuku yang masih duduk di kelas 3 SD. Sepupuku yang masih kecil itu, suatu hari cerita kalo ada yang dia suka. Dia bahkan udah tanya ke gurunya dan kata gurunya hal itu wajar-wajar aja. Jadi sering dia ngeliat diem-diem gitu.ke arah cowok yang dia suka Kalo malem (ini ceritanya ya), dia bakal bayangin apa yg terjadi siang harinya termasuk pertemuan dengan someone special tersebut.

Lalu ada cerita lain lagi. Baru beberapa lama perjalanan setelah menjemputku dan mama dari bandara, dua keponakanku yang merupakan kakak adik saling menuding satu sama lain sudah suka sama seseorang, bahkan ada yang manggil "mami" ke ortu orang yang dia sukai ini. Mereka bicara gitu di hadapan papa mamanya, tantenya yaitu aku, dan juga di depan neneknya. Nampaknya hal yang begitu wajar.

Malam berikutnya, keponakanku yang cowok cerita tentang orang yang disukainya. Dengan polos, dia bercerita bahwa sudah dua kali dia duduk sebangku dengan cewek ini. Lantas aku tanya aja, "Emang guru boleh?"

"Boleh, bahkan guru yang atur supaya aku duduk sebangku dengan dia," begitu jawabnya.

Hal ini bisa terjadi karena di sekolahnya setiap seminggu sekali ada pergantian teman sebangku. Kalo dulu perasaanku, kita boleh di bangku mana aja dan milih dengan siapa kita mau duduk sebangku deh jadi ga pindah-pindah, sebangku terus dengan teman yang kita suka. Yang pasti, kalo udah gitu, aku ga bakalan mau sebangku dengan orabg yang kusuka. Soalnya rasanya ga karuan pasti rasanya, bisa-bisa ga konsen belajar deh.

Makanya lalu kutanya apakah dia konsen saat duduk sebangku dengan orang yang dia suka. Keponakanku langsung menjawab "Tidak."

Ya terang aja...

Hahahahha

Penasaran, malam berikutnya aku tanya dia lagi. Emang kenapa dia suka sama cewek ini? Menurutnya, karena dia sangat cantik. Hmmm, emang secantik apa ya? Sekarang ini, banyak anak-anak yang emang cantik atau cakep dan menggemaskan.

Tapi itu memang masalah hati, cantiknya menurut keponakanku ini belum tentu cantik bagi orang lain. Namun, aku jadi mengerti juga sedikit banyak mengapa cinta monyet itu ada.

Menurut aku, itulah pertanda bagaimana seseorang bisa dianggap normal, karena hormon yang ada di dalam tubuhnya bekerja sesuai dengan yang Tuhan rancangkan. Meskipun saat ini, LGBT sudah dianggap lumrah, namun tidak menurut kodrat sejatinya manusia.

Jadi, wajar-wajar aja kalau sejak kecil kita sudah punya perasaan suka terhadap lawan jenis. Namun, jika perasaan suka itu ada untuk sesama jenis, maka kita perlu berhati-hati. Jika kita tanyakan pada anak kita (aku sendiri sih belum punya) tentang cinta monyetnya, jika dia tak mau cerita apa-apa. Berhati-hatilah terhadap dua kemungkinan yang ada di dalam pikiranku ini. Yang pertama, dia memang tidak menyukai lawan jenis. Yang kedua, dia tidak cukup percaya kepada kita untuk menceritakan cinta monyetnya ini, termasuk ketika tidak mau cerita pada kita karena takut dilarang.

Karena itu, jika anak-anak bisa cerita seperti itu, karena dia percaya pada kita dan dia yakin bahwa hal itu wajar adanya. Jadi, jangan melarang anak untuk jatuh cinta. Lama-kelamaan cinta monyet itu pasti akan berlalu kok. Bukankah kita sendiri tahu bagaimana akhirnya? Hanya untuk dikenang. Meski mungkin, dalam kejadian langka, ada juga sih yang malah jadi suami istri berkat cinta monyet.




Thursday, May 19, 2016

Penjambretan di Siang Bolong

Hari itu aku sedang banyak pikiran. Di atas motor itu, aku memikirkan apa yang sedang terjadi pada hidupku. Cuacanya sedikit panas, namun cukup adem karena banyak pepohonan. Angin juga semilir bertiup. Jadi, aku ga ngebut mengendarai motor, seperti yang biasanya aku lakukan.
Aku liat di sisi kanan jalan, seorang cowok yang sedang mengendarai motornya juga nampak santai. Aku pikir dia juga sedang menikmati cuaca yang indah itu. Sampai aku dapatin bahwa dia sudah berada di sisiku, mepet dengan motorku.
Dengan tangan kanan tetap memegang stang motor, tangan kirinya mulai meraih ke arah leherku, di situlah terletak kalung perak yang aku beli beberapa bulan lalu. Dia mengerahkan tenaga dan berhasil menariknya.
Saat itu aku kaget karena sedang galau, jadi yang kulakukan hanyalah berteriak. Aku berusaha membuat motorku tidak jatuh. Aku berusaha menjauh dan mau menendang motornya, tapi ternyata dia sudah kabur duluan membawa kalung senilai Rp 300.000an itu. Aku sempet liat dia ngebut sambil melihat ke tangannya, hasil penjambretan yang baru dia lakukan.
Mungkin saat itu dia kecewa, karena langsung fokus ke arah jalan lagi. Pantas aja sih dia kecewa, karena kalung itu sudah ‘berlumuran’ benang dari setiap pakaian yang aku kenakan. Jadi kalung itu terlihat murahan. Ga tau juga sih apakah dia buang atau gimana pada akhirnya.
Kayaknya dia emang udah biasa menjambret deh. Sayang aku ga liat plat kendaraannya. Yang kutahu hanyalah orangnya berbadan atletis, sedikit coklat, dan menggunakan motor putih.
Tapi ada 2 hal yang aku syukuri dari kejadian itu. Yang pertama, aku bersyukur aku tidak jatuh ataupun terluka. Itu menurutku karena kaitan kalungnya udah ga kencang jadi mudah ditarik. Jadi sebulan yang lalu, kalung itu sempat rusak kaitannya, jadi aku benerin aja apa adanya. Ternyata, rusaknya kaitan membuat kalung itu mudah dijambret. Aku ga jatuh bahkan leherpun hanya merah sedikit. Yang kedua, dia mengincar kalungku dan bukannya tasku yang juga aku panggul di depan bahu. Coba yang dia incar tas, aku setidaknya jatuh dan banyak barang berharga yang bisa raib. Setidaknya, menyusahkan banget untuk buat KTP baru misalnya.
Satu lagi hilang dalam hidupku, kalung putih yang memang kuinginkan ada di leherku. Suatu hari nanti, aku juga akan kehilangan yang lainnya. Meski mungkin aku mendapatkan hal yang baru, tapi aku kehilangan juga. Kita belajar banyak dari rasa kehilangan ini. Ada yang nggak berani lanjut karena takut hilang dan gagal, ada yang tidak menyerah dan tetap bangkit untuk hal baru. Ada yang merasa sangat terluka dan ga mau mengalaminya lagi, namun ada yang terus mencoba.

Kalau kamu kehilangan sesuatu, jangan sampai itu membuatmu takut dan tidak berani mencoba lagi. Jangan takut gagal, jangan menyerah. Manusia yang hidup di dunia ini, setidaknya sudah menang dari satu juta sperma lainnya agar bisa hidup di dunia ini.

Thursday, October 15, 2015

Percaya Saja

Banyak di dunia ini yang mengharuskan kita untuk mempercayai seseorang/sesuatu padahal belum pernah kita buktikan. Contohnya aja waktu kecil, ingat kan disuruh ortu gosok gigi, cuci muka dan kaki kalau mau tidur? Nah, kita dibilangin kalau ga gosok gigi ntar bisa rusak. Kalau kita ga mau percaya, ya bisa rusak beneran.

Si boss nyuruh kita untuk melakukan tindakan A, karena si boss ngerasa itu tindakan yg seharusnya ngasih dampak baik. Kalau kita ga percaya? Bisa jadi kita malah dipecat. Kita harus percaya sama perkataan boss dan melakukannya.

Pagi itu aku denger seseorang yang ngomong tentang iman. Aku duduk di antara para manusia lainnya yang juga sedang mendengarkan. Ketika aku liat muka mereka, aku ngeliat ada yang cuma ekspresi datar. Piring kalah datarnya.

Ada yang sepertinya mendengarkan tapi keliatan kok lagi mikirin yang lain, bukan pada pembicaranya. Ada pula yg sebenernya bosen karena apa yang dibicarakan udah umum, dan kalau aku mau jujur, emang aku pun sering denger hal ini.

Tapi tiba-tiba..... AHAAAAA

Hal yang sama, bisa kita dapatin dengan cara yang berbeda dan punya sudut pandang yang berbeda. Kemaren2, aku bakalan bosen dgr org ngmg ttg iman Abraham. Udah sering banget dengernya. Twpi ketika aku memandang ekspresi yang berbeda dari tiap orang, akupun menemukan kalau ternyata ada juga yang ekspresinya bener2 haus dan menangkap semua yang dikatakan pembicara. Aku mulai menyadari sesuatu.

Abraham punya iman dan percaya bahwa Tuhan pasti tahu yang terbaik, makanya dia mau serahin Ishak ke Tuhan meski itu anaknya yang lahir saat dia sudah berumur 100tahun. Hal yang sama juga terjadi pada peserta yang mendengarkan si pembicara itu. Dia percaya bahwa dirinya pun bisa punya iman seperti Abraham.

Semuanya terletak pada HATI. Kalau kamu ngerasa bosen, yajadilah sesuai yang kamu maui. Kalau kamu mau ngerasa haus dan rindu, maka kamupun akan dipuaskan. Semuanya sangat tergantung hati, apakah hatimu mau mendengarkan atau membiarkan. Iman itu seperti PERCAYA SAJA APAPUN ITU YANG TUHAN MAU DAN HENDAK PERBUAT. SUDAH PASTI DIA KASIH YANG TERBAIK. JADI YA PERCAYA SAJA

Friday, October 31, 2014

Lubang di Tengah Jalan

Pagi-pagi buta, saat matahari belum lagi terbit dari peraduannya, aku sudah bangun dan mulai membawa tas gendong yang berisi pakaianku. Aku pun mulai melarikan motorku ke rumah tante yang berjarak sekitar 10 kilometer, yang harus kutempuh dengan bermodalkan lampu jalanan dan lampu motorku saja.

Jika saja itu siang hari, jalan menuju rumah tanteku mudah ditempuh karena lewat jalan belakang. Tapi karena ditutup, aku harus lewat jalan depan yang begitu jauh dan tidak rata. Karena takut keadaan yang sepi, kularikan motorku dengan kecepatan 800 kilometer per jam (0-nya dibuang satu ya).

Saat sudah makin mencapai tujuan, tiba-tiba helmku diterbangkan angin. Pada akhirnya, aku harus berhenti - cukup mendadak mengingat aku sedang melarikan motorku dengan kecepatan tinggi - dan mengambil helm tersebut. Ada rasa kesal di dalam diriku - ya biasalah aku juga manusia - karena aku buru-buru tapi malah harus terhenti karena helm yang tak tahu diri tersebut.

Tiba-tiba aku dikejutkan saat aku sudah kembali berkendara dan melihat sebuah lubang besar di jalanan yang akan kutempuh selanjutnya. Lubang itu kira-kira seukuran baskom, baik besar dan dalamnya. Bagaimana jika tadinya aku tetap dalam kecepatan superman mengendarai motorku dengan suasana cahaya yang tak begitu terang? Apa yang akan terjadi padaku kalau begitu?

Kadang ya, di dalam hidup ini aku seringkali juga merasa kesal. Aku kesal kenapa sih kadang masalah datang bertubi-tubi. Belum juga bernafas, ada satu lagi yang mengganggu. Ada juga masalah yang menggangguku dengan konsisten. Kayaknya aku disuruh tidak boleh hidup tenang. Tapi aku salah.

Seandainya masalah itu tidak datang di dalam hidupku, aku pasti akan terjatuh. Sama seperti kalau helm itu tidak lepas, aku pasti akan terjatuh dan mungkin terluka karena kecelakaan. Seringkali aku tidak bisa melihat hal seperti itu, sehingga yang kuucapkan hanyalah omelan.

Start now (aku harap nggak end soon) aku akan terus bersikap positif di setiap permasalahan yang aku hadapi. Aku akan melangkah dengan penuh kepastian bahwa segala sesuatu itu terjadi buat kebaikan aku. Memang sih kesal, sedih, kecewa, atau mungkin sakit hati tapi aku harus punya respon yang positif.

Friday, July 25, 2014

Impianku Dalam Berumah Tangga

Setiap orang punya impian masing-masing dalam berumah tangga, masing-masing punya imajinasi yang berbeda. Tapi selalu ada satu hal yang sama yaitu MENGINGINKAN KEBAHAGIAAN.
Jika aku berumah tangga nanti, aku ingin yang seperti ini dalam imajinasiku :
Bangun pagi, saat pasangan belum bangun, aku akan menatapnya
Melihat bagaimana wajahnya menjadi anak-anak saat tertidur dengan lelap
Aku ingin kami berdua bersaat teduh bersama. Jika sudah ada anak, aku ingin anak-anakpun mengikuti saat teduh keluarga.
Aku ingin rumah tangga yang demokratis. Setiap anggota keluarga berhak mengemukakan pendapatnya dan akan dihargai, termasuk anak berumur 2 tahun sekalipun.
Aku ingin ada ayunan kayu dimana anak-anak biasa bermain
Aku dan pasangan duduk di taman sambil menikmati udara sore
Kami suka bercanda, kami juga suka berdebat
Tapi kami saling mengisi
Kami saling memberi
Kami saling menerima pribadi satu sama lain
Aku tahu kadang bisa saja aku berbuat salah, tapi dia pun tahu dan memaafkanku
Begitu juga sebaliknya
Aku ingin keluarga yang harmonis. Pertengkaran boleh saja ada, tapi hal itu malah membuat kami lebih lagi mengerti satu sama lain
Tapi aku tidak ingin ada perselingkuhan
Aku tidak ingin ada kekuatiran. "Dimana dia berada, kapan akan pulang, pergi sama siapa?"
Aku dan dia saling terbuka satu sama lain seperti layaknya satu jiwa dalam dua tubuh
Aku ingin hanya dengan tatapan, dia mengerti aku, aku mengerti dia
Kami melihat dunia sebagai suatu hal yang dapat kami lalui berdua
Tidak saling melawan satu sama lain tapi mendukung satu sama lain
Aku ingin, di saat tubuh tak kuat lagi, kami saling menopang, menjaga
Sampai maut memisahkan.

Tuhan menyatakan bahwa bahkan apa yang tak pernah aku pikirkan, aku duga, itulah yang Dia berikan kepadaku. Di saat ini, aku bertanya-tanya, bagaimanakah hasilnya hidupku ke depan nanti? Apakah lebih dari apa yang aku inginkan di atas? Yang seperti apa? Aku tak sabar menunggu, tapi aku akan menunggu waktunya Tuhan.

Wednesday, February 5, 2014

Just For Justin Bieber

I'm 31 years old's woman, will become 32 in this April. I'm a journalist but i'm also a normal woman who adores someone. Maybe for mine, it's a little awkward.
In my case, i love Justin Bieber. At first, i saw how he's an adorable kid who wants makes her mom at ease. So he help her earn money as a street's singer. He's so little, but yet concern about his mom. And then, i saw when he acknowledged by famous label and also by one famous artist. I saw when he became famous and more famous after that. Of course i see it in youtube, not with my own eyes.
Later, with his songs, he makes my world more colorful. I remember when i was listen his very first song, "Baby". That moment, i was heart broken. i fell in love with someone, but he didn't even know about it. Believe it or not, i'm listen to that song about 100 times a day for a full month. I thought that song is look like my heart. "I thought you always be mine" but he's not. That song accompany me and makes me recover soon.
One day, i found his new song at that time featuring Chris Brown titled "Next To You". That song make me feel like treasures as a woman. At that time, i'm only grateful for what God had made me into.
After that, i began to search his another song. I've got so many that i like. "Pray", "Believe", "Favorite Girl", "Out of Town Girl", "Dr. Bieber", "Omaha Mall", "Down To Earth", "Nothing Like Us", "Yellow Raincoat", "Happy New Year", "Boyfriend", "Never Say Never", "Beauty and The Beat", "That Should Be Me", "Hold Tight", "As Long As You Love Me", "All Around The World", and many more.
These songs always with me whenever i am. I feel the beat, i feel the spirit, i feel the heart, i feel it in my very deep heart. When i was down, i will listen to "Believe" or just play Justin's song randomly.
I also saw him put an effort, the best one to create the great music. I saw him when he's sometimes fatigue but still cares about his fans. He maybe bored, but he always put the best effort. I saw how he dances to the max. He exercise for the performance but also have to study. It's a hard life, but he came to manage it.
He even care about his father who's abandoned him and his mom, he also cares about his step and love them.
But i also saw he's a normal boy who need love, a true love. Maybe he's got it from his mom, but he's also need it from others person. His heart is soft enough that get hurt very bad. Even if he can manage difficulties task, but he's still need heart's charger. He need warmth from his loved ones.
I love the songs he wrote. It tells about what in his mind, courage, even love. But famous, money, loneliness, broken heart, etc make it blur. Day by day, i saw him became a different person i used to know. But i believe that someday, he will changed into what he have been created for, it's a lovely man, fear of God, and still enthusiastic for a better world.
If i meet with him someday, i just wanna say. "I'm always be your fans, even i'm old enough. Just keep going to make this world a better one. Keep recharge your soul and find God, who can satisfied you. Keep give the best and be the best as you can...."

Thursday, January 30, 2014

Wanita yang Rata-Rata

Aku adalah wanita yang rata-rata....
Tinggiku 160cm, tinggi rata2 wanita bukan? Maka dari itu, ketika aku ingin jadi pramugari, aku ga bisa karena syaratnya harus min 165cm....
Aku juga punya ukuran kaki yang rata2 banyak dimiliki wanita, yaitu 38-39cm. Coba tanya pada dept store yang jual sepatu, mereka paling banyak stock ukuran brp? Ukuran brp yang paling banyak diminta para wanita? Jawabannya pasti 38-39cm.
Dulunya aku berpikir aku punya otak yang lumayan encer, namun setelah kutelusuri raportku, ternyata aku juga berada di tempat yang rata2. Peringkatku selalu ada di tengah2....jarang sekali aku menempati 10 besar. Ternyata, aku juga punya otak yang rata2.
Bagaimana dengan tampangku? Tampangku juga rata2. Itu menurutku, meski ada yang berpendapat berlebihan tentang aku, hehehehhe..namun ada jg yang berpendapat kurang :( so sad

Karena terbiasa dengan rata2, aku selalu melakukan hal yang rata2. Dulu aku melakukan semua yang aku pikir orang lakukan juga...TK, SD, SMP, SMA kemudian kuliah dan bekerja. Hanya saja, aku bekerja dulu sebelum kuliah.
Karena selalu merasa rata2, aku melakukan pekerjaan yang kupikir juga aku bisa, accounting. Aku blm tahu apa yang menjadi passionku sampai aku berumur 28 tahun. Tanyakan pada orang2, rata2 mereka pun tak tahu apa yang jadi passion mereka. Yang pasti bekerja menghasilkan uang dan punya kehidupan mapan.
Karena rata2 itu juga, aku tidak melakukan sesuatu yang istimewa bagi Allah yang aku sembah dan juga bagi sesamaku. Aku hanya melakukan kehidupan sehari2 yang aku bisa...bangun tidur, bekerja, pulang ke rumah, tidur, dan begitu lagi setiap hari.
Terlalu banyak rata2 bukan?

Karena itu, utk tidak menjadi rata2, aku perlu berjuang keras. Aku ingin menghidupi passionku dan menjadi orang yang berguna. Aku ingin jadi Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali namun tetap berusaha. Aku ingin jadi Bong Chandra yang punya ide brilian sejak masa mudanya. Aku ingin jadi seperti Jokowi dengan gaya blusukannya yang khas. Aku ingin jadi seperti Yesus yang berkorban semuanya.

Tapi yang terpenting, aku ingin jadi diriku sendiri, melakukan yang terbaik yang aku bisa. Berusaha sampai titik darah penghabisan, benar-benar dilakukan dan tidak pernah setengah2 lagi dalam melakukan apapun dan memberikan yang terbaik buat keluarga, teman, lingkungan sekitarku.

Friday, January 24, 2014

Ketika Pemilik Stasiun TV Menjadi Politikus

Akhir-akhir ini melihat dunia politik, saya jadi gerah. Saya yang tidak begitu suka berpolitik, merasakan desakan untuk membuat artikel semacam ini. Ini artikel saya yang pertama tentang dunia politik, dimana pemilik stasiun televisi menjadi politikus. Ini sebuah pemikiran saja. Tolong dipikirkan lebih mendalam, apakah dunia politik dan dunia pertelevisian di Indonesia memang berada di jalur yang benar?
Sejak beberapa tahun belakangan ini, saya banyak membaca bahwa beberapa pemilik stasiun televisi mencalonkan diri dan ikut serta dalam Pemilu 2014. Bahkan, ada yang sejak lama sudah menjadi seorang politikus.
Pertanyaan saya langsung muncul : Apakah stasiun televisi tersebut akan objektif dalam menyampaikan berita dan fakta-fakta yang ada ataukah dia timpang sebelah? Bukankah tidak mungkin stasiun tersebut hanya akan menyampaikan 'kebaikan' dari si pemilik yang mencoba ikut dunia politik, tanpa mempertimbangkan dan memberitakan kenyataan tentang 'kebaikan' lawan politiknya? Bukankah mungkin-mungkin saja terjadi bahwa ada keterpihakan kepada pemilik stasiun televisi tersebut?
Menurut KBBI, berita /be·ri·ta/ n 1 cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir; 2 laporan: ia bertugas membuat -- harian; 3 pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi;
Namun, jika berita disitir dan diubah sesuai dengan pemiliknya, maka berita bukan lagi menjadi milik masyarakat. Jika sudah begitu, apakah gunanya bagi masyarakat melihat berbagai macam berita yang tujuannya bukan untuk mendidik masyarakat lebih pintar dan objektif, namun malah menjerat mereka mengikuti suatu pola tertentu?
Menurut hemat saya, pemerintah perlu memperhatikan dan memikirkan ulang bahkan mungkin membuat peraturan yang jelas tentang hal ini. Saya kuatir, pemberitaan di Indonesia tidak lagi sehat. Lantas, bagaimana masyarakat bisa melihat kebenaran, jika berita-beritanya saja sudah tidak objektif lagi.

Apakah ini sebuah pemikiran yang benar ataukah salah? Silahkan Anda nilai sendiri dan mungkin ada ide yang lebih baik dari Anda sehingga negara kita menjadi negara yang benar-benar demokratis, objektif, dan maju tentunya.

Tuhan berkati

Thursday, December 12, 2013

Kisah Kepahlawanan Sofyan Hadi


Sudahkah dengar kisah tentang kepahlawanan Sofyan? Dia memperingatkan para penumpang agar lari sejauh mungkin ke belakang gerbong kereta api karena akan bertabrakan dengan mobil truk Pertamina yang berisi bensin. Kejadian di awal Desember 2013 itu, membuatnya menjadi pahlawan meskipun dia sekarang tinggal nama.

Saya heran dengan orang ini. Dia tidak melarikan diri bersama penumpang namun malah kembali ke gerbong depan masinis, mencoba menghentikan kereta api agar tak bertabrakan dengan truk itu. Namun, pada akhirnya dia tidak berhasil. Baca kisahnya di sini

Awalnya, saya pikir dia tidak mengerti kondisinya sehingga menganggap semuanya akan aman-aman saja, tapi itu pikiran yang dangkal sekali. Saya kemudian membaca berita selanjutnya bahwa diapun sempat menyelamatkan seorang anak kecil (baca kisahnya di sini). Ini membuat saya berpikir, dia tahu apa yang dia perbuat dan dia tahu resikonya. Dia tahu bahwa ada kemungkinan dia tidak selamat, dia tahu mungkin dia bisa meninggal saat itu tapi tetap dia lakukan.

Saya sendiri mungkin sulit sekali melakukan hal yang sama, terutama ketika nyawa saya sendiri terancam. Rasa kemanusiaannya begitu besar sehingga saya merasa tertampar. Sudah berapa lama saya tidak melihat hal seperti ini, dimana orang lain tidak mementingkan dirinya sendiri bahkan nyawanya tapi peduli pada banyak orang lain.

Sulit untuk mengambil keputusan yang benar pada saat nyawa dalam keadaan kritis, tapi itulah Sofyan. Memberi nyawanya bagi orang-orang di gerbong kereta api Bintaro. Membuat keputusan terbaik dalam hidupnya dan saya berharap, hidupnya dapat menginspirasi kita semua. Selamat jalan Pak Sofyan dan terima kasih untuk pelajaran yang berharga ini.

Salam kasih,
Lois

Wednesday, November 13, 2013

Kisah Akhir Dari Pria dengan Nama 4 Huruf

Selama 5 bulan, pria itu datang ke dalam kehidupan Anya dan memberi banyak pelajaran yang berharga. Meski pada akhirnya mereka putus, namun nampaknya hubungan itu tidak sia-sia. Terlepas dari semua kesalahan, baik yang dilakukan Anya ataupun pria ini, Anya menyadari bahwa hubungan itu sebenarnya sederhana sekaligus rumit. Ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa Anya ambil dan dia bagikan di sini :

Jangan Terlalu Fokus Pada Hubungan Itu
Semakin fokus kita, semakin kita mengabaikan hubungan yang lain. Pada akhirnya, kita melihat kekurangan secuil sekalipun di dalam hubungan itu. Namun anehnya, ketika kita coba perbaiki, karena ini hubungan dua arah, semakin rasanya salah.

Dinikmati Saja
Kemana-mana tidak harus selalu berdua. Banyak hubungan lain yang perlu diperhatikan, pekerjaan, teman-teman, rekan kerja, sahabat pena, atau hubungan yang lainnya. Jalani hubungan itu dengan serius namun jangan menerka-nerka. Dinikmati saja dan berjalanlah sesuai kemajuan hubungan tersebut.

Jangan Terobsesi
Jangan terobsesi hingga menyebabkan posesif. Kalau sudah begini, sudah dipastikan tidak sehat dan akan mengganggu stabilitas keamanan hubungan.

Jangan Menurunkan Standar
Mungkin saja ada pacaran yang menurunkan standar. Standar yang dimaksud tentu saja yang krusial. Standar diturunkan supaya kita dapat berpacaran dengan dia. Jika di dalam hati Anda tidak ada kedamaian saat standar itu diubah, bagaimana mungkin mengharapkan hubungan yang sehat?

Jangan Berharap Perubahan
Menyangkut hal di atas, seringkali kita menginginkan dia berubah. Misalnya saja, "Ah, nanti dia juga berhenti merokok." Kalau memang dia sudah menjadi perokok selama ini, apa yang membuatnya bisa menghentikan kebiasaannya itu hanya karena Anda yang meminta. Suatu kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dilakukan, mungkin bisa dihentikan tapi butuh waktu lama. Apakah Anda siap menunggu waktu itu?

Sebelum Serius, Tanyakan Hal Ini Pada Diri Anda
Apakah aku mau tetap hidup bersamanya dengan sifatnya yang seperti itu?
Apakah aku bisa menghadapi dia setiap kali dia marah?
Apakah aku dan dia sudah benar-benar pasangan serasi? Baik dari segi rohani ataupun sifat?
Apakah aku yakin dengan prinsip yang dia pegang?
Apakah aku merasa dia rela berkorban bagiku?
Apakah aku tidak bisa melihat orang lain kecuali dirinya?
Jika salah satu jawaban itu "Tidak" maka pikirkanlah kembali

Pada akhirnya, Anya menyadari bahwa itulah pelajaran kehidupan. Hubungan dengan manusia gampang-gampang susah, namun sebagai manusia kita harus terus belajar. Kisah Anya ini satu dari ribuan bahkan jutaan kisah yang terjadi di muka bumi ini. Baik buruknya, marilah kita ambil hikmahnya.

Thursday, September 26, 2013

17 September

17 September 2012
Aku lihat di FB tgl 17 September 2012 adalah awal aku ngasih PIN BB-ku. Setelah itu, kami mulai BB-an.
Banyak yang kami bahas setelah itu termasuk menjalin hubungan.

17 September 2013
Ironisnya, setahun setelah itu, untuk terakhir kalinya aku kasih bukti transfer uangnya yang ada di aku, aku balikin. Uang yang sedianya digunakan untuk rencana masa depan kami. Itulah terakhir kalinya aku BBM dia.

2012 adalah awal ngasih BB, 2013 adalah akhir aku BBM.
Untuk segala sesuatu ada masanya. Ada masa untuk bahagia, ada masa untuk menangis. Ada masa untuk segala sesuatu dan kita tahu bahwa Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan untuk kita, tidak bergantung pada kondisi kita saat ini tapi hanya karena Dia memang ingin kasih yang terindah.

Ada Hal-Hal yang Harus Dilepaskan

Baru-baru ini saya mendengar seorang teman saya kehilangan anjingnya, malah ada dua teman saya yang kehilangan anjingnya karena mati. Mereka mengingat bagaimana lucunya anjing tersebut, bagaimana anjing tersebut menemani hari-hari mereka namun telah tiada.
Saya juga banyak mengalami kehilangan. Ada beberapa kehilangan yang menyakitkan.Beberapa di antaranya adalah kehilangan satu-satunya kakek yang saya kenal, karena kakek dari pihak papa sudah meninggal saat saya lahir. Saya kehilangan satu-satunya anjing kesayangan yang pernah kami pelihara di rumah, saya kehilangan teman karib saya, dan baru-baru ini saya kehilangan seseorang yang saya anggap bukanlah orang biasa.
Jikalau kehilangan sebuah pena atau mungkin uang ratusan ribu, tak akan lebih menyakitkan dibandingkan kehilangan hal ini. Rasa sakitnya itu terasa di lubuk hati tapi bagaimanapun dikeluarkan akan terasa sakit dan merobek luka yang ada.
Aku coba mempertahankannya tapi yang ada malah kecurigaan, sakit hati, dan kemarahan. Aku pikir, memang ada hal-hal yang harus dilepaskan. Aku pikir aku harus melepaskannya, karena kalau tidak akan lebih banyak lagi rasa sakit. Rasa sakit itu sebenarnya disebabkan oleh kelemahan daging manusia. Karena itu, penting bagiku, bagi kita semua, untuk selalu belajar tentang apa yang Tuhan mau sehingga kita melakukan hal yang benar-benar BENAR.

I'd let you go, so you can fly
So just fly away from my day
Remember to move your wings so high
Remember me

Thursday, August 15, 2013

Suara Tuts Keyboard

Aku mendengar suara tuts keyboard yang ditekan oleh teman-teman di sekelilingku. Bunyinya punya irama yang sama. Pada akhirnya, irama itupun terdengar di dalam otakku. Ada suara yang sama saat aku bertanya di dalam hati. "Apa yang harus kulakukan?"

Aku hanya terdiam dan menunggu, tak tahu kemana arah yang harus kutuju. Aku hanya bisa merenung dan mengharapkan ada jalan keluar.

Aplikasi FirTu di Dalam Hubungan

Hari ini aku galau banget. Aku berusaha meraih mimpi tapi ternyata ga berhasil.

Aku semakin dapati kalau Firman Tuhan itu benar adanya. "Sebab setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." (Mat 7:24-25).
Kalau rumah itu dianggap sebuah hubungan, maka yang kudirikan adalah hubungan di atas pasir mungkin. Kami mendirikan 'hubungan' ini bukan dengan Firman Tuhan tapi dengan pengertian kami sendiri. Kami berusaha satu sama lain saling menjatuhkan saat masalah datang.
Sayangnya, kami suka mengikuti ego masing-masing dan tidak mau mengalah. Kalau saja kami saling mengalah dan membaca ayat, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman," (Amsal 15:1a) maka kami mungkin berubah.
"Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?" kata Paulus (1Kor 6:7)
Mengapa? Mungkin kami takut disakiti, takut dicemooh, apalagi sampai diinjak-injak. Kami belum mengerti arti sesungguhnya tentang perintah Tuhan, "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat 22:39). Untuk orang yang kami sayangi sekalipun, kami belum bisa memberikan kasih yang seperti itu.
Tuhan, susah sekali mengaplikasikan apa yang Engkau ajarkan...padahal aku mengaku sebagai pengikut-Mu, aku mau jadi seperti-Mu, yang mengasihi tanpa batas. Tuhan, tapi aku mau belajar.

Monday, July 1, 2013

Antara Pilihan dan Tanggung Jawab

Kata Daniel, temanku, hidup ini adalah pilihan. Kata-kata itu bergema di otakku sepanjang hari ini. Ketika aku merasa sedih, gelisah, marah, kecewa, nangis, ataupun bahagia, semuanya itu adalah pilihan yang telah aku ambil.
Tidak hanya dalam hal perasaan. Kita juga membuat sebuah keputusan saat dihadapkan pada pilihan. Ingin makan mie atau bakso. Ingin menghasilkan yang terbaik atau kerja ogah-ogahan. Ingin tetap kecewa sama temen atau mengampuni.
Katanya lagi, seringkali setelah pilihan itu kita ambil, kita malah bertanya kepada Tuhan. "Tuhan, mengapa Engkau biarkan ini terjadi? Mengapa Engkau membuat aku sedih, dan lain sebagainya...."
Pertanyaanku pada diriku saat itu adalah, "Apakah aku sudah mengambil keputusan yang tepat?"
Hmmmm, rasa-rasanya tidak.
Hari ini aku mengambil keputusan untuk taat akan apa yang Tuhan katakan melalui orang-orang dan kejadian di sekitarku. Aku harus bertanggung jawab atas keputusan yang dulunya sudah aku ambil. Aku harus belajar bahwa di atas segalanya aku harus selalu terkoneksi dengan Tuhan, menurut buku "Menanti Mr. Right". Aku juga harus menghargai hidup, sekecil apapun kejadian aku tahu itu indah, kata suara hatiku.
Jika sudah membuat keputusan, maka aku harus melangkah. Aku akan mulai dengan langkah kecil, dan aku berharap bukan hanya melangkah, tapi juga melangkah sampai garis akhir, seperti yang dikatakan oleh pembicara di chapel kantor.

Friday, May 3, 2013

Kisah Mengenal Seorang Pria Dengan Nama 4 Huruf

Awalnya pria ini bernama Eddy, dengan nama Chinese Ahua. Kemudian namanya berganti menjadi Rudy. Apapun namanya, yang penting 4 huruf (mungkin gitu kali yaa? hehehhee).
Mengenal pria dengan nama 4 huruf ini terbilang unik. Maksud hati bergabung dengan sebuah website hanya karena ingin melihat bagaimana sistem website itu bekerja. Apa daya, malah ribuan orang yang ingin menjadi temanku, termasuk pria ini (#lebay dikit). Cara mereka berkenalan pun bermacam-macam, dibagi dalam 3 kategori yaaa.

Yang pertama, ada yang disebut sebagai kategori PEMALU TAPI MAU.
Ciri-cirinya :
Pasang ikon :D
Cuma nulis kata "Hai"
Cuman kosong doang (maksudnya apa yaaa?)

Yang kedua, ada yang disebut sebagai PRIA AGRESIF
Ciri-cirinya :
Belum sempet dibalas yang pertama, langsung tanya lain lagi
Ada yang beruntun nanyanya,berasa dikejar waktu
Ada yang langsung ke topik terlarang bagi para pemula. Gimana nggak, belum kenal udah tanya, "Kamu kerja apa? Gajinya berapa?" Walah, pertanyaan apa pula itu

Yang ketiga, masuk dalam kategori SLOW BUT SURE
Ciri-cirinya :
Biasanya mereka bertahap, nanya nama asli dulu, kemudian tempat tinggal, lama-lama tanggal lahir
Abis itu, tanya lagi kerjanya apa, tinggal dimana
Ga hanya nanya keterangan data diri kayak mau interview kerjaan, mereka juga bisa membuat percakapan melebar dan ke arah yang lebih dekat

Ada dimana pria dengan nama 4 huruf ini? Ga tau juga sih, tanya ke dia aja yaa, cari aja di fb maupun twitter dengan nama di atas, pasti gempor deh nyarinya, hehehehe

Kembali lagi ke topik. Zefanya katakan unik, karena sebelumnya dia belum pernah berkenalan seseorang melalui website. Awalnya berkomunikasi melalui email. Sempat bingung. Dia mengenalkan namanya Rudy tapi email memakai nama Eddy. Well, itulah uniknya pria dengan nama 4 huruf ini.

Yang lebih unik lagi adalah kisah hidupnya. Percaya atau nggak, dia juga punya 4 mama dan 4 papa (papa terakhir namanya Yesus, hehehhehe) Mau diceritain napa bisa sampe punya banyak papa dan mama gitu? Mending liat blognya langsung aja yaaa (klik di sini). Dia juga pada akhirnya berkenalan dengan wanita yang namanya 4 huruf, Anya.

Sejak berkenalan, mereka juga berhubungan melalui 4 komunikasi. Awalnya melalui email, kemudian berlanjut ke FB. Setelah minta pin BB, mereka lebih sering berkomunikasi di BB, eh terakhir lewat telepon.

Nah, mulai terlalu banyak angka 4 kan? Orang Chinese bilang, angka 4 itu punya arti yang jelek. Tapi tidak menurut Anya. Angka 4 adalah salah satu hari Tuhan menciptakan bumi ini. Angka 4 juga mewakili jumlah saudara Anya dan saudara pria ini. Nah, lagi-lagi tetap nama dengan 4 huruf bukan?  Angka 4 membuat Anya berpikir tentang kehidupan (Karena bagi orang Chinese angka 4 berarti kematian, artinya jika ada kematian tentu ada kehidupan bukan?) Umat Israel berada di padang gurun selama 40 tahun, tapi setelah itu mereka mendapatkan tanah perjanjian. Kenapa Yesus harus berpuasa selama 40 hari? Anya juga lahir di bulan 4. Jadi, HIDUUUUPPP angka 4!!!!

Itulah kisah Anya mengenal seseorang dengan nama 4 huruf. Dari angka yang sederhana ini, akan lahir angka-angka lainnya yang luar biasa. Jika ada orang yang begitu percaya bahwa angka 4 itu jelek, tunjukkan saja blog ini lalu bilang, "Mereka terlalu banyak kebetulan angka 4, namun apa yang terjadi? Toh Tuhan buat indah hidup mereka" Jika tidak percaya, tanya saja sama Tuhan.


Tuhan ciptakan segala sesuatu baik adanya, sejak dari awal bumi diciptakan. Tidak ada yang namanya keburukan, tidak ada yang namanya sial, ataupun jelek. Yang ada hanya berbeda dari yang umumnya. Namun, itu tidak berarti jelek.

Bagi kalian yang masih belum percaya, tidak apa-apa. Tapi ada satu hal yang harus kalian tahu. Hidup itu terlalu berharga jika hanya digunakan untuk menyesali nasib, wajah, peruntungan, hidup, dan sebagainya. Hidupi saja hidup ini dengan penuh dan lihatlah bagaimana indahnya kehidupan yang sudah Tuhan berikan buatmu.

God bless u all

Monday, April 15, 2013

Teruntuk Kamu yang Punya Masa Lalu Buruk

Setiap orang punya masa lalu, ada yang indah namun banyak yang buruk. Yang terpenting adalah bagaimana menghadapi masa sekarang dan melihat ke masa depan yang cerah.

Aku pernah mendengar, "Pengalaman adalah guru terbaik." Aku merasakannya, kamu merasakannya, kita semua pasti merasakannya. Lewat pengalaman, seseorang bisa berubah menjadi lebih baik, meski ada juga yang berujung fatal.

Aku pernah melihat, bagaimana temanku akhirnya meninggal akibat memakai obat-obatan terlarang karena OD, aku bisa melihat bagaimana kosongnya jiwa mereka. Namun, mereka yang berhasil melewatinya akan tegar seperti batu karang. Satu syaratnya, mereka mengenal Tuhan Yesus, Tuhan yang penuh kasih.

Aku baru saja mengetahui, 90% orang yang sakit jiwanya, disebabkan oleh keluarga. Mereka hancur, menghancurkan hidup, menghancurkan tubuh, dan lebih parah jiwanya ikut hancur. Aku dapati bahwa keluarga adalah aset terpenting dalam kehidupan. Itulah tujuan utama Tuhan ciptakan manusia, Adam dan Hawa. Allah meminta mereka memenuhi bumi ini, membentuk sebuah keluarga.

Aku mengerti, tidak ada manusia yang sempurna. Tidak akan pernah ada yang sesempurna Yesus. Namun aku juga mengerti, hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan. Jika di masa lalu kita hidup dalam dosa, dalam ketidaktahuan, maka saatnya hidup ini perlu diisi dengan kasih sayang, perhatian, pengertian, pengorbanan, hidup yang penuh makna.

Gaungkan itu ke seluruh bumi. Gaungkan kebaikan Tuhan kepada sekitarmu, kepada mereka yang butuh, kepada mereka yang menderita, kepada mereka yang ingin mendapatkan kebebasan jiwa. Hidupilah hidupmu dengan sepenuh hati dan biarlah Dia yang dimuliakan.

Amin

Teruntuk : kamu yang punya masa lalu buruk namun tak ingin punya masa depan suram