Kita seringkali bertanya, mengapa aku masih sendirian?
Kapan jodohku akan tiba?
Apakah Tuhan tidak peduli padaku?
Aku harus bagaimana untuk mendapatkan pasangan hidup?
Apakah aku ini tidak begitu berharganya, sampai2 aku belum menemukan pasangan hidup?
Selain pertanyaan, kita juga punya banyak perkataan seputar hubungan pria-wanita itu
Aku iri banget liat pasangan itu, mereka mesra banget
Suatu hari nanti, aku pengen melakukan ini itu dengan pasanganku
Wow, anak itu imut and menggemaskan, aku jadi pengen punya anak juga, tapi....
Semua hal itu membuat kita makin gregetan, kapan yaaa aku bisa punya keluarga?
Nah, pertanyaan-pertanyaan itu rasanya ingin dijawab cepat oleh Tuhan. Masalahnya, kalau sampai bertahun-tahun pertanyaan2 itu belum terjawab juga, kita harus bagaimana?
Setelah putus dari pacar, saya bertahun-tahun hidup single. Saya merasa kali ini saya ga mau putus sambung ataupun coba-coba pacaran lagi. Saya harus serius. Masalahnya, saya belum menemukan orang yang bisa diajak serius untuk melangkah. Ataupun kalau ada yang serius, saya merasa tak bisa melihat masa depan bersamanya.
Tapi selain itu, ada sesuatu di dalam diri saya. Saya belum dewasa dan saya belum siap membentuk keluarga. Meskipun sudah pantas menjadi seorang ibu, secara emosional saya belum siap. Saya perlu bertahun-tahun sendirian agar Tuhan bisa proses saya. Ada banyak hal selama tahun-tahun terakhir ini yang Tuhan kasih. Sikap posesif, pemarah, perfeksionis yang berlebihan, tinggi hati, semuanya Tuhan proses.
Saya yakin, Tuhan biarkan saya sendiri bukan karena Dia tidak peduli sama saya. Justru karena begitu pedulinya Dia, Dia tak mau hubungan saya gagal terus. Karena itu, saya harus mau dibentuk. Saya bisa berontak, saya bisa bilang saya tidak mau, tapi saya tidak akan mendapatkan manfaatnya. Saya tidak bisa jadi terang.
Saya ingin punya keluarga yang taat pada Tuhan, yang pusatnya adalah Yesus sendiri. Keluarga yang dibentuk atas dasar memuliakan Tuhan. Karena saya ingin punya kehidupan yang berguna, buat sesama saya juga. Itulah sebabnya, saya masih sendiri. Tapi saya tahu saya tidak sendirian....
Jika kalian merasa bahwa Tuhan tidak peduli sama kamu, itu salah sama sekali. Coba cari apa yang Tuhan mau dari hidup Anda. Mungkin Dia ingin Anda melihat dunia luar terlebih dahulu, mungkin Dia ingin menjadi anak-Nya yang lebih taat lagi, mungkin Dia ingin memberikan Anda pasangan yang lebih baik daripada yang bisa Anda pikirkan sekarang (yang pasti, hal itulah yang terjadi). Apapun itu, carilah Allah. Dia akan penuhi Anda dengan sukacita, meskipun awalnya tidak sesuai dengan keinginan hati Anda, namun yakinlah itu yang terbaik. Setelah itu, Anda akan merasakan sukacita yang lebih lagi, saat Anda menemukan pasangan hidup yang sesuai, yang berkenan di hadapan Allah.
Monday, April 1, 2013
Aku Dimana
Jika bukan karena-Mu, aku mungkin ada di suatu ruangan
Aku sendirian, menangis
Aku jadi orang yang gagal
Aku tertutup
Aku tertinggal
Aku mengais
Tapi tak dipedulikan
Aku mati perlahan
Aku terbuang
Tak ada arah tujuan
Hanya mengelilingi lingkaran ketidakpastian
Sampai tangan-Mu menjamahku
Sampai hatiku melihat terang-Mu
Saat itu aku baru tau kemana harus melangkah
Dimana akan kulabuhkan hatiku
Karena-Mu, aku tahu aku dimana
Aku berada di dalam lindungan-Mu
Saat badai bergoncang hebat
Saat kaki terasa rapuh
Saat bibir kelu karena penderitaan
Saat hampa melingkupi
Kudapati ada jalan keluar
Aku segera berlari
Aku tak mau melepaskan-Mu lagi
Yang aku tahu aku punya masa depan yang penuh harapan
Yang aku tahu aku bisa bersandar pada-Mu
Akhirnya...
Aku menemukan kasih
Aku menemukan hati
Aku menemukan lebih banyak lagi
Aku takkan melepaskan-Mu
Cinta sejatiku
Aku sendirian, menangis
Aku jadi orang yang gagal
Aku tertutup
Aku tertinggal
Aku mengais
Tapi tak dipedulikan
Aku mati perlahan
Aku terbuang
Tak ada arah tujuan
Hanya mengelilingi lingkaran ketidakpastian
Sampai tangan-Mu menjamahku
Sampai hatiku melihat terang-Mu
Saat itu aku baru tau kemana harus melangkah
Dimana akan kulabuhkan hatiku
Karena-Mu, aku tahu aku dimana
Aku berada di dalam lindungan-Mu
Saat badai bergoncang hebat
Saat kaki terasa rapuh
Saat bibir kelu karena penderitaan
Saat hampa melingkupi
Kudapati ada jalan keluar
Aku segera berlari
Aku tak mau melepaskan-Mu lagi
Yang aku tahu aku punya masa depan yang penuh harapan
Yang aku tahu aku bisa bersandar pada-Mu
Akhirnya...
Aku menemukan kasih
Aku menemukan hati
Aku menemukan lebih banyak lagi
Aku takkan melepaskan-Mu
Cinta sejatiku
Friday, February 8, 2013
Usaha Besar VS Peluang Besar
Kalau orang mau mencoba dan berusha di dalam hidupnya, maka suatu hari dia akan menemukan peluang besar
Tritunggalnya Allah
Awalnya aku juga bingung, kenapa ada satu Allah tapi disebut Tritunggal. Kalau satu ya satu, masa ada tiga lagi. Aku bingung banget dan aku tahu banyak orang juga yang bingung tentang hal ini. Beberapa hari yang lalu, aku baru menemukan jawabannya. Hei, jawabannya ternyata ada di dalam kehidupan kita.
Ambil contoh saja tubuh kita ini. Di dalam tubuh kita ini, semuanya tidak disebut sebagai tubuh saja, ada yang disebut tangan, kaki, mata, mulut, gigi, ataupun sebutan lainnya. Tapi bila bicara tentang keseluruhan, kita sebut sebagai satu hal : TUBUH. Contoh lainnya : tangan. Tangan adalah keseluruhan tangan manusia tapi ketika dipisah, ada yang disebut jari, telapak tangan, bulu tangan, kulit tangan, atau juga tulang. Contoh lain lagi adalah pohon. Pohon itu punya daun, cabang, ranting, akar, ataupun buah. Tapi mereka semua satu kesatuan yang disebut sebagai pohon. Entah itu pohon jeruk, pohon beringin, pohon apapun itu.
Nah, jika begitu halnya, aku rasa ini hanya permasalahan istilah saja. Ga perlu bingung dengan Tritunggalnya Allah. Allah ya tetap satu. Kita bisa sebut Dia sebagai Yesus, Roh Kudus, sebagai Bapa, sebagai Tuhan, atau sebutan lainnya yang biasanya kita sematkan pada-Nya. Itu tidak jadi masalah. Jadi, jangan bingung lagi yaah, semoga diberkati oleh pemikiran sederhana ini.
Ambil contoh saja tubuh kita ini. Di dalam tubuh kita ini, semuanya tidak disebut sebagai tubuh saja, ada yang disebut tangan, kaki, mata, mulut, gigi, ataupun sebutan lainnya. Tapi bila bicara tentang keseluruhan, kita sebut sebagai satu hal : TUBUH. Contoh lainnya : tangan. Tangan adalah keseluruhan tangan manusia tapi ketika dipisah, ada yang disebut jari, telapak tangan, bulu tangan, kulit tangan, atau juga tulang. Contoh lain lagi adalah pohon. Pohon itu punya daun, cabang, ranting, akar, ataupun buah. Tapi mereka semua satu kesatuan yang disebut sebagai pohon. Entah itu pohon jeruk, pohon beringin, pohon apapun itu.
Nah, jika begitu halnya, aku rasa ini hanya permasalahan istilah saja. Ga perlu bingung dengan Tritunggalnya Allah. Allah ya tetap satu. Kita bisa sebut Dia sebagai Yesus, Roh Kudus, sebagai Bapa, sebagai Tuhan, atau sebutan lainnya yang biasanya kita sematkan pada-Nya. Itu tidak jadi masalah. Jadi, jangan bingung lagi yaah, semoga diberkati oleh pemikiran sederhana ini.
Wednesday, February 6, 2013
Tertinggal Jauh
Baru baca tentang CEO franchise BonChon, salah satu makanan yang aku suka banget. Ternyata CEO nya ini baru berumur 24 tahun...Wowwww
Memang sih, hal ini bisa terjadi karena dia emang lulusan luar negeri yang notabene BonChon itu dari luar negeri, tentu punya uang, dan kuliahnya pun pas yaitu school of business New York University.
Tapi terus terang, aku merasa tertinggal jauh banget dari dia. Umurku jauh di atas Michelle E. Surjaputra ini, tapi dari segi pengalaman. Hmmm, aku jadi berpikir ulang.
Jangan pernah mau jadi katak dalam tempurung, jangan cuma melihat dunia yang itu-itu saja. Itu tekad awalku sekarang. Aku harus terus maju karena Tuhan pun sudah menjanjikan hal itu. Aku tidak akan pernah turun tapi terus naik. Jadi kepala dan bukannya hanya ekor seperti sekarang. God give me Your wisdom what to do, for my life give You glory now and forever
Memang sih, hal ini bisa terjadi karena dia emang lulusan luar negeri yang notabene BonChon itu dari luar negeri, tentu punya uang, dan kuliahnya pun pas yaitu school of business New York University.
Tapi terus terang, aku merasa tertinggal jauh banget dari dia. Umurku jauh di atas Michelle E. Surjaputra ini, tapi dari segi pengalaman. Hmmm, aku jadi berpikir ulang.
Jangan pernah mau jadi katak dalam tempurung, jangan cuma melihat dunia yang itu-itu saja. Itu tekad awalku sekarang. Aku harus terus maju karena Tuhan pun sudah menjanjikan hal itu. Aku tidak akan pernah turun tapi terus naik. Jadi kepala dan bukannya hanya ekor seperti sekarang. God give me Your wisdom what to do, for my life give You glory now and forever
Saturday, February 2, 2013
Lebih Harmonis, Suami Istri Persiapkan Imlek Bersama
Imlek
sebentar lagi akan datang. Tentunya banyak persiapan yang harus dilakukan,
biasanya sang istri akan sibuk mempersiapkan makanan yang harus disediakan di
hari besar China itu. Namun, ada hal-hal yang
dapat dilakukan suami istri dalam mempersiapkan Imlek, beberapa di antaranya
adalah :
Memasang aksesoris Imlek di rumah
Hal ini
dapat dilakukan berdua. Bisa jadi si istri yang memilih aksesorisnya atau
memilih berdua kemudian memasangnya di rumah. Bisa juga dilakukan beserta
anak-anak. Selain menambah keceriaan rumah, tentunya hal ini juga menambah
keceriaan hubungan Anda.
Menyiapkan angpau berdua
Dikunjungi
maupun mengunjungi sanak saudara, tentunya angpau di kantong harus selalu ada,
terutama jika ada anak-anak. Tentunya jumlah uang yang ada di dalam angpau itu
pun bisa dipikirkan bersama, untuk siapa saja, angpau untuk darurat pun perlu
dipikirkan.
Mencari baju kembaran
Tentunya
bagi pasangan suami istri muda, hal ini dapat Anda lakukan. Memakai baju yang
kembar di hari Imlek tentunya akan memberi kesan tersendiri di dalam Imlek
Anda. Tidak lengkap rasanya jika baju anak-anak tidak kembar juga. Bisa juga si
istri memakai baju cheongsam dan suami mengenakan baju khas imlek. Bahkan, ada
juga yang sampai menyiapkan baju tidur baru untuk dipakai di malam sebelum
imlek itu.
Makan malam bersama keluarga
Baik itu
keluarga inti maupun keluarga besar, biasanya makan malam sebelum imlek ini
wajib dilakukan. Namun, semakin banyak orang yang makan malam bersama, biasanya
semakin seru. Makanan yang disediakan pun haruslah makanan khas untuk Imlek.
Jangan lupa juga untuk makan kue keranjang yang merupakan kue khas imlek.
Suami istri saling mengucapkan
terlebih dahulu
Di hari
H, sesudah berpakaian rapi, biasanya suami istri saling mengucapkan terlebih
dahulu setelah itu baru anak-anak datang dan mengucapkan “Gong Xi Fat Chai”
kepada orangtua mereka. Tentunya ini tradisi yang boleh diikuti dan jangan
dilupakan.
Bertamu dan mengikuti perayaan
yang ada
Jangan
lewatkan satu keluarga pun yang tidak didatangi jika tidak ingin dianggap
sombong. Meskipun keluarga tersebut sudah datang ke rumah Anda, Anda wajib
datang ke rumahnya. Mempererat hubungan pun diperlukan saat seperti ini. Anda
dan pasangan pun dapat mengajak anak-anak untuk melihat pertunjukan yang ada,
seperti misalnya melihat perayaan Barongsai
Hal-hal
di atas itu tentunya dapat Anda ikuti sehingga dapat membuat Anda berdua
benar-benar terlibat bersama dan merasakan perayaan Imlek kali ini. Jadikan
imlek menjadi ajang mempererat hubungan suami istri dan hubungan keluarga besar
Anda berdua.
Friday, December 14, 2012
Gara-Gara Ga Bisa Ngomong "R"
Hanya gara-gara ga bisa ngomong "R" aku jadi ga pede. Kayaknya hidup aku berantakan, orang-orang pada mengejek dan semuanya menertawakan. Itulah pandangan yang aku dapatkan tentang diriku sendiri. Aku jadinya malah mengasihani diriku sendiri.
Aku jadi berpikir yang aneh-aneh. "Benarkah aku ini cacat? Akan selamanyakah aku menerima penghinaan seperti ini? Dari kecil sampai dewasa seperti ini, aku selalu diketawain. Emang kalau aku bunuh diri, baru mereka bahagia kali ya karena ga ada lagi orang 'cacat' di dekat mereka." Pikiran-pikiran seperti itu yang seringkali menghampiri diriku saat-saat diketawain seperti itu.
Aku tahu itu tidak benar. Aku tahu pikiran itu salah sama sekali. Tapi pada saat itu, percayalah, susah untuk mengubah pikiran seperti itu. Aku tahu aku harus mengalahkan pikiran2 seperti itu, tapi karena selalu ditusuk, luka-luka itu tidak pernah sembuh benar.
Hal itu membuat aku bad mood. Everyone seems enjoy to make fun of me. Ga taukah mereka kalau itu sama kayak bullying, tepatnya verbal bullying? Meski semuanya anak Tuhan, kadang mereka ga sadar akan apa yang mereka lakukan. Bisa dibilang, verbal bullying ini, sama kayak kalo orang ngomong ke aku, "Eh, China...China..." sama kayak orang kulit putih dulu yang memandang rendah kulit hitam dan mengungkapkan itu dalam kata-kata dan tindakan mereka. Sama kayak ngomong ke orang kurang sempurna, "Eh, ada orang cacat lewat..." Hal itu sama-sama menyakitkan, karena hal itu tidak bisa kita ubah.
Mungkin ngomong "R" bisa diubah, aku ga tau. Tapi maksudku, kalau sesuatu yang tak sempurna itu ada pada diri seseorang, kenapa malah dijadikan bahan tertawaan? Padahal sesuatu yang tak sempurna itu melekat terus pada diri orang tersebut.
Helloooooo, please be careful about what you say to others. Kamu bilang kamu mau jadi terang untuk dunia ini, mau jadi garam. Tapi kok garam malah mengasini hal-hal yang jelek? Seharusnya u menerangi dunia, menggarami sesuatu yang amis seperti ikan agar enak dimakan. Betullll? So, hati-hati dengan ucapanmu. Hei, itu bisa jadi batu sandungan buat orang lain.
Di sisi lain, aku mau mengingatkan buat yang laen. Setiap kita memang punya banyak kekurangan. Mungkin aku ga bisa ngomong "R", mungkin kamu ga punya penglihatan yang sempurna (buktinya kamu pake kacamata), mungkin kamu dilahirkan tanpa ayah, mungkin kamu malah harus duduk di kursi roda. Apapun kekurangan kamu, jangan hal itu dijadikan penghalang. Apa yang di dalam lebih penting daripada apa yang kelihatan di luar. Jangan percaya pada dunia yang selalu ngomong sebaliknya....
Aku jadi berpikir yang aneh-aneh. "Benarkah aku ini cacat? Akan selamanyakah aku menerima penghinaan seperti ini? Dari kecil sampai dewasa seperti ini, aku selalu diketawain. Emang kalau aku bunuh diri, baru mereka bahagia kali ya karena ga ada lagi orang 'cacat' di dekat mereka." Pikiran-pikiran seperti itu yang seringkali menghampiri diriku saat-saat diketawain seperti itu.
Aku tahu itu tidak benar. Aku tahu pikiran itu salah sama sekali. Tapi pada saat itu, percayalah, susah untuk mengubah pikiran seperti itu. Aku tahu aku harus mengalahkan pikiran2 seperti itu, tapi karena selalu ditusuk, luka-luka itu tidak pernah sembuh benar.
Hal itu membuat aku bad mood. Everyone seems enjoy to make fun of me. Ga taukah mereka kalau itu sama kayak bullying, tepatnya verbal bullying? Meski semuanya anak Tuhan, kadang mereka ga sadar akan apa yang mereka lakukan. Bisa dibilang, verbal bullying ini, sama kayak kalo orang ngomong ke aku, "Eh, China...China..." sama kayak orang kulit putih dulu yang memandang rendah kulit hitam dan mengungkapkan itu dalam kata-kata dan tindakan mereka. Sama kayak ngomong ke orang kurang sempurna, "Eh, ada orang cacat lewat..." Hal itu sama-sama menyakitkan, karena hal itu tidak bisa kita ubah.
Mungkin ngomong "R" bisa diubah, aku ga tau. Tapi maksudku, kalau sesuatu yang tak sempurna itu ada pada diri seseorang, kenapa malah dijadikan bahan tertawaan? Padahal sesuatu yang tak sempurna itu melekat terus pada diri orang tersebut.
Helloooooo, please be careful about what you say to others. Kamu bilang kamu mau jadi terang untuk dunia ini, mau jadi garam. Tapi kok garam malah mengasini hal-hal yang jelek? Seharusnya u menerangi dunia, menggarami sesuatu yang amis seperti ikan agar enak dimakan. Betullll? So, hati-hati dengan ucapanmu. Hei, itu bisa jadi batu sandungan buat orang lain.
Di sisi lain, aku mau mengingatkan buat yang laen. Setiap kita memang punya banyak kekurangan. Mungkin aku ga bisa ngomong "R", mungkin kamu ga punya penglihatan yang sempurna (buktinya kamu pake kacamata), mungkin kamu dilahirkan tanpa ayah, mungkin kamu malah harus duduk di kursi roda. Apapun kekurangan kamu, jangan hal itu dijadikan penghalang. Apa yang di dalam lebih penting daripada apa yang kelihatan di luar. Jangan percaya pada dunia yang selalu ngomong sebaliknya....
Friday, December 7, 2012
Tempat-Tempat Ini Bisa Dijadikan Wisata Romantis Berdua
Setiap
hari sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga membuat kejenuhan datang di dalam
rumah tangga. Di saat-saat seperti itu, suami istri perlu merasakan masa-masa
pacaran yang indah dulu ataupun masa bulan madu yang telah terlewati. Dengan
mengunjungi tempat wisata yang romantis, baik fisik maupun jiwa kembali
disegarkan sehingga hubungan pun semakin lengket. Beberapa tempat wisata
menarik namun romantis adalah :
Kampung Sampireun, Garut
Menghabiskan
waktu bersama pasangan di tempat ini sangatlah cocok. Tempat dengan nuansa
Sunda yang kental dan indah ini sangat menarik untuk dikunjungi. Bagaimana
tidak, resort yang berada di atas danau dengan banyak ikan masnya ini sangat
terlihat sensual di malam hari.
Kepulauan Seribu, Laut Jawa
Dengan
menggunakan speedboat dari Jakarta, Kepulauan Seribu bisa didatangi
dalam waktu 75 menit. Sama seperti namanya, ada banyak pulau yang saling
berdekatan dengan pemandangan laut yang mempesona. Pilih saja salah satu atau
jelajahi saja semua pulau yang ada di sana. Manfaatkan momen berdua dengan
melihat terumbu karang ataupun bersepeda berdua.
Situ Patenggang, Bandung
Selain
Kawah Putih, Gunung Tangkuban Perahu, Kebun Strawberry, dan Kota Bandungnya
sendiri, ada juga Situ Patenggang yang menakjubkan untuk dikunjungi. Terletak
di daerah Ciwidey, Situ Patenggang berupa telaga yang dikelilingi kebun teh dan
hutan cagar alam Patenggang yang membuat kita merasa sejuk dan nyaman. Di sini
juga terdapat batu cinta dan jangan lupa untuk mengunjungi pulau Asmara.
Ketiga
daerah ini menjadi pilihan yang dapat digunakan bagi Anda berbulan madu kembali
ataupun mempererat hubungan suami istri. Gunakan waktu yang ada sebaik mungkin
dan tingkatkan hubungan Anda lebih dalam sehingga keluarga terbina dengan baik.
Ditayangkan pada 26 November 2012 di Jawaban.com
Wednesday, December 5, 2012
Mempertanyakan Visiku Kembali
Aku mulai mempertanyakan visi misiku kembali saat Robin Ong diundang untuk menjadi pembicara di CBN tanggal 30 November yang lalu, tepatnya di hari Jumat. Di situ Ong (saya tidak pakai kata "beliau" sesuai dengan etika dalam jurnalistik) mengatakan bahwa kita sebagai anak Tuhan ada satu hal yang harus kita lakukan yang menjadi tujuan utama Yesus di dunia ini, yaitu menjadi penginjil....
Aku mulai berpikir, "Lah, aku kan punya visi buat para single? Itu gimana tuh? Single Kristen lagi? Berarti aku belum bisa disebut 'berhasil' dong kalau bukan menginjili?"
Aku langsung minta Tuhan kasih tahu aku bagaimana yang sebenarnya di dalam hatiku....
Nah, ada beberapa peneguhan yang Tuhan kasih buat aku. Yang pertama, Dia berbicara saat itu juga melalui Pendeta Ong ini selanjutnya. Di sana, Ong memang banyak bicara tentang misi, karena memang itu tema yang diberikan. Tapi di akhir-akhir pembicaraannya, dia mulai bercerita tentang dirinya bersama istrinya. Bagaimana pendeta ini dan istrinya punya visi untuk selalu bersedia membuka pintu rumah mereka bagi para pendeta yang datang. Wow, menurut aku bagus sekali kalau ada suami istri yang punya visi seperti itu. Jika di DETO bisa membuka peluang untuk terciptanya suami istri yang takut akan Tuhan dan jadi perpanjangan tangan Tuhan, mengapa tidak?
Kedua, terjadi pada keesokan harinya, hari Sabtu (1/12) dimana aku berkesempatan mendengar cerita bagaimana Bp. Mark McClendon dan Ibu Ira sampai akhirnya bisa menikah. Kecintaan Pak Mark terhadap Yesus sempat membuat mereka putus karena beda agama, sampai akhirnya Tuhan buka jalan di dalam hidup mereka dan mereka lalu disatukan di dalam Yesus. Di dalam hati saya bertanya, bagaimana kalau ada yang cintanya tidak sebesar itu kepada Tuhan? Pada akhirnya mereka berpaling dari Tuhan. Hal itu juga yang menyebabkan aku awalnya menginginkan DETO ada. Ini seperti konfirmasi bahwa Tuhan tidak menginginkan hal itu terjadi.
Ketiga, khotbah Pastor Jeffrey Rachmat (JR) pada Minggunya tanggal 2 Desember 2012. Pada dasarnya, khotbah Ps. JR adalah tentang bagaimana kita memproteksi diri kita sendiri akan pengaruh dunia ini (ini menurut versiku ya)...
a. Katanya kita sebagai anak Tuhan, bukanlah berasal dari dunia ini. "Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan Diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:16-18). Kalau kita bukan dari dunia, maka sudah sewajarnya kita berlaku tidak secara duniawi. Itulah yang saya tangkap dan untuk itulah para anak muda sudah semestinya menjadi semakin serupa dengan Yesus dan bukannya serupa dengan dunia.
b. Dia mengatakan bahwa ada 3 hal yang harus kita lakukan agar dapat menjadi serupa dengan Yesus. Ketiga hal itu adalah : tertanam di gereja lokal, bertumbuh di dalam Tuhan, dan stay on purpose. Yang ketiga itu menohok aku, stay on purpose. Sometimes, we lost our vision yang kita punya pertama kali. Tuhan mengingatkan aku kayak gini : Awalnya bisa jadi aku punya hati dan langkah yang benar, namun hal itu bisa berubah jika aku mengikuti cara dunia. Karena itu, aku harus fokus pada tujuan awalku yaitu agar anak-anak Tuhan tetap setia dan bertumbuh satu sama lain.
Aku berharap Tuhan terus memperlengkapi aku, memberikan aku arah mana yang harus kutuju karena aku tak bisa kalau sendirian.
Aku mulai berpikir, "Lah, aku kan punya visi buat para single? Itu gimana tuh? Single Kristen lagi? Berarti aku belum bisa disebut 'berhasil' dong kalau bukan menginjili?"
Aku langsung minta Tuhan kasih tahu aku bagaimana yang sebenarnya di dalam hatiku....
Nah, ada beberapa peneguhan yang Tuhan kasih buat aku. Yang pertama, Dia berbicara saat itu juga melalui Pendeta Ong ini selanjutnya. Di sana, Ong memang banyak bicara tentang misi, karena memang itu tema yang diberikan. Tapi di akhir-akhir pembicaraannya, dia mulai bercerita tentang dirinya bersama istrinya. Bagaimana pendeta ini dan istrinya punya visi untuk selalu bersedia membuka pintu rumah mereka bagi para pendeta yang datang. Wow, menurut aku bagus sekali kalau ada suami istri yang punya visi seperti itu. Jika di DETO bisa membuka peluang untuk terciptanya suami istri yang takut akan Tuhan dan jadi perpanjangan tangan Tuhan, mengapa tidak?
Kedua, terjadi pada keesokan harinya, hari Sabtu (1/12) dimana aku berkesempatan mendengar cerita bagaimana Bp. Mark McClendon dan Ibu Ira sampai akhirnya bisa menikah. Kecintaan Pak Mark terhadap Yesus sempat membuat mereka putus karena beda agama, sampai akhirnya Tuhan buka jalan di dalam hidup mereka dan mereka lalu disatukan di dalam Yesus. Di dalam hati saya bertanya, bagaimana kalau ada yang cintanya tidak sebesar itu kepada Tuhan? Pada akhirnya mereka berpaling dari Tuhan. Hal itu juga yang menyebabkan aku awalnya menginginkan DETO ada. Ini seperti konfirmasi bahwa Tuhan tidak menginginkan hal itu terjadi.
Ketiga, khotbah Pastor Jeffrey Rachmat (JR) pada Minggunya tanggal 2 Desember 2012. Pada dasarnya, khotbah Ps. JR adalah tentang bagaimana kita memproteksi diri kita sendiri akan pengaruh dunia ini (ini menurut versiku ya)...
a. Katanya kita sebagai anak Tuhan, bukanlah berasal dari dunia ini. "Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan Diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran" (Yoh 17:16-18). Kalau kita bukan dari dunia, maka sudah sewajarnya kita berlaku tidak secara duniawi. Itulah yang saya tangkap dan untuk itulah para anak muda sudah semestinya menjadi semakin serupa dengan Yesus dan bukannya serupa dengan dunia.
b. Dia mengatakan bahwa ada 3 hal yang harus kita lakukan agar dapat menjadi serupa dengan Yesus. Ketiga hal itu adalah : tertanam di gereja lokal, bertumbuh di dalam Tuhan, dan stay on purpose. Yang ketiga itu menohok aku, stay on purpose. Sometimes, we lost our vision yang kita punya pertama kali. Tuhan mengingatkan aku kayak gini : Awalnya bisa jadi aku punya hati dan langkah yang benar, namun hal itu bisa berubah jika aku mengikuti cara dunia. Karena itu, aku harus fokus pada tujuan awalku yaitu agar anak-anak Tuhan tetap setia dan bertumbuh satu sama lain.
Aku berharap Tuhan terus memperlengkapi aku, memberikan aku arah mana yang harus kutuju karena aku tak bisa kalau sendirian.
Monday, December 3, 2012
Iseng Banget deh Gw
Isengnya lagi kumat nih! Semua binatang yang pernah hadir di dalam rumahku dan menjadikan rumahku itu sebagai rumah mereka, aku foto semuanya... Ada yang sudah meninggal, ada yang sekarat, dan ada pula yang sedang aktif-aktifnya...
Pasti heran melihat bagaimana semua 'binatang peliharaanku' ini kok mau tinggal di rumahku itu. Ini nih beberapa binatang itu. Hope u enjoy it!
Coba liat gayanya bertengger di gas 3 kg-ku, padahal aku ga pernah minta dia ke sono. Masa dia ga tau kalau gas 3kg itu bahaya, bukan tempat tenggeran, tapi kakinya itu lho, dengan 'ngengkang' dia meletakkan kakinya seenakya di situ. Pas aku foto, eh dia bergaya lagi, liat aja tampangnya yang sambil natap kamera gitu...ckckkckc
Nah, ini satu lagi. Yang satu di gas 3kg, eh yang satu ini nekat bertengger di atas kompor. Butuh 'pemanasan' kali ya dia? hehehehhehehe....Aniwei, aku usir aja dia daripada jadi belalang goreng.
Yang ini udah mati. Ga caya? Tuh, liat bagian badannya yang ada di tengah? Tinggal kepala doang kan? Bukan, bukan gw yang makan, tapi para semut-semut yang ganas itu...Aku jg belum mengotopsi dia gimana bisa mati...Tapi akhirnya, sayapnya yang indah itu menghiasi tempat komporku ^^
Mereka ini salah satu jenis semut yang menguasai rumahku. Mereka juga salah satu semut yang makan binatang apa saja yang ada di rumahku. Udah ganas sekarang, bukan cuma makan gula, semuapun dimakan. Prinsipnya mungkin gini : Apapun makannya, yang penting di rumahku...Lho?!
U liat dong gedenya semut yang ini? Meskipun gayanya begitu, dia bukan sedang bobok siang. Pembunuhan telah dia alami. Pembunuhnya? Pembunuhnya yaitu orang yang memotret korbannya sendiri ini alias ME! heehehehheehe....Abis itu, dia disapu untuk menghilangkan korban dan tidak bisa diteliti.
Aku seneng banget ama gambar yang satu ini walaupun agak jijik gimana gitu....Lihat aja kakinya yang banyak itu, kakinya itu pernah menempel di kakiku. Dengan gayanya yang lembut namun membuatku begitu ngeri. igghhhhhhh....Memang dia suka bergelung, maklum aja pemalas. Jalannya pun lelet, padahal kakinya kan banyak.
Yang ini sih kasihan yaaa...Badannya menghitam. Sebagai detektif dadakan, aku mengambil kesimpulan, dia kejepit pintu. Akhirnya dia kukuburkan di sini, tentunya dengan ditemani semut-semut yang ganas. Tapi lihat mukanya, dia kayak tersenyum yaa? Keesokan harinya, kutemukan dia tidak lagi menggeliat. Rest in Peace yaaaa
Dia mati dengan terhormat. Lihat saja kaki-kakinya berjuang untuk mempertahankan dirinya seperti seorang petinju yang sedang mempertahankan mukanya ketika hendak ditinju lawan. Saat dia kusapu keluar, dia pun berbunyi "Kriuk...kriuk..." Tips dari aku. Kalau mau buat kecoa goreng, cukup dibunuh lalu dibiarkan selama beberapa hari di tempat yang banyak matahari...Dijamin, kecoa goreng yang kriuk menjadi kenyataan.
Baunya bener-bener ga nahan. Mungkin itulah yang juga menyebabkan dia meninggal, tak tahan mencium bau badan sendiri. Entah kenapa, posisinya kok terjengkang gitu yaaa? Akhirnya, dia pun mendapat tempat penguburan yang pantas, di kotak sampahku! hehehehehhehe
Slow but sure (Pelan-pelan tapi pasti) itulah caranya buat ngambil foto si laler ini. Dia suka datang dan pergi dari dapurku, tapi aku harap sih dia ga setia...Laler, janganlah kembali
Mereka paling susah kutipu. Kutarok nasi di luar seperti itu, saat aku mengendap-endap, mereka dengan cepat terbang. Akhirnya, aku harus nunggu 15 menit tanpa gerak buat moto mereka. Eh, fotonya ga bisa deket lagi. Dengan 4x zoom, inilah hasil yang kudapat.
Nah, itulah beberapa binatang peliharaan yang dengan senang hati nongkrong di rumahku. Aku terkadang bingung, emang rumahku tempat penampungan binatang2 kah? Kebunkah? Atau memang mereka terpikat padaku yaa? hehehhehehehe
(Setiap foto diambil dengan kamera Sanyo Xacti 4 Megapixel, J4)
Pasti heran melihat bagaimana semua 'binatang peliharaanku' ini kok mau tinggal di rumahku itu. Ini nih beberapa binatang itu. Hope u enjoy it!
Slow but sure (Pelan-pelan tapi pasti) itulah caranya buat ngambil foto si laler ini. Dia suka datang dan pergi dari dapurku, tapi aku harap sih dia ga setia...Laler, janganlah kembali
Mereka paling susah kutipu. Kutarok nasi di luar seperti itu, saat aku mengendap-endap, mereka dengan cepat terbang. Akhirnya, aku harus nunggu 15 menit tanpa gerak buat moto mereka. Eh, fotonya ga bisa deket lagi. Dengan 4x zoom, inilah hasil yang kudapat.
Nah, itulah beberapa binatang peliharaan yang dengan senang hati nongkrong di rumahku. Aku terkadang bingung, emang rumahku tempat penampungan binatang2 kah? Kebunkah? Atau memang mereka terpikat padaku yaa? hehehhehehehe
(Setiap foto diambil dengan kamera Sanyo Xacti 4 Megapixel, J4)
Subscribe to:
Posts (Atom)










