Thursday, March 12, 2015

Hubungan yang Ditaruh di Dalam Hati

Aku suka komik, ada banyak cerita yang bisa menghibur sekaligus memberi makna di hidupku. Ya begitulah cewek, pasti maen perasaan dan sukanya yang melodrama hehehehhe. Nah, ada satu komik yang aku ingat dan melekat kuat kisahnya di otakku. Komik karangan Yu Asagiri, salah satu pengarang kesukaanku, membuat aku mengerti makna bagaimana suatu hubungan yang benar-benar dihayati, yang ditaruh di dalam hati, yang dipikirkan siang dan malam.

Adalah seorang cowok Jepang (ya iyalah, namanya juga komik Jepang), yang lamban bernama Kenshin (ini kalau ga salah ya, tapi kita anggap aja sekarang namanya Kenshin, wkkwkw). Btw, ini cerita tentang anak SMA ya. Dari kecil dia berteman akrab dengan seorang wanita, kalo ga salah namanya Miyu. Saat mereka masih kecil, Miyu pernah berkata begini. "Aku ingin menjadi wanita yang paling berbahagia di dunia, maukah kau mewujudkannya, Kenshin?"

Dari kecil sampai SMA, Kenshin mencoba berpikir apa yang dapat membuat Miyu bahagia. Sayangnya, dia tak dapat menemukannya. Dia sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pria lamban. Karena itu, ketika akhirnya Miyu cantik yang telah tumbuh dewasa itu dikejar cowok, Kenshin merelakannya. Dia berpikir bahwa itulah yang terbaik buat Miyu. Miyu ingin menjadi wanita yang paling berbahagia dan dia akan mendapatkannya, begitu pikirnya.

Begitu juga seharusnya kita terhadap seseorang yang kita cintai, termasuk Tuhan. Itulah kenapa kita harus renungkan firman Tuhan siang dan malam. Kalau kita renungkan, mungkin kita ga ngerti maksud firman itu, tapi firman itu melekat. Di saat hati kita melekat pada-Nya, Dia akan melekat pada kita. Mungkin kita akan salah menafsirkan dan kemudian bertindak bodoh, tapi yakinlah kebodohan yang dilandasi dengan perenungan ingin menyenangkan-Nya diperhitungkan-Nya.

Kenshin yang sudah SMA merelakan Miyu pacaran dengan orang lain. Miyu yang sebenarnya punya rasa itu mencoba membuatnya cemburu, tapi Kenshin tetap biasa aja. Karena baginya, yang terpenting adalah kebahagiaan Miyu. Sampai akhirnya, Kenshin ditantang oleh pacar Miyu untuk menonton pertunjukan mereka yang akan jadi perbincangan hangat. Kenshin yang telah membuat Miyu menangis itupun pada akhirnya lebih memilih menonton Miyu dibandingkan menghadiri pertandingan kendonya.

Kenshin yang lamban pada akhirnya mengerti bahwa Miyu bahagia bila bersamanya, sekalipun dia lamban dan punya kekurangan. Kenapa? Karena dia terus berpikir bagaimana cara membuat Miyu bahagia. Dia tak pernah berhenti berusaha untuk mengerti bagaimana caranya membuat Miyu bahagia.

Seringkali dalam hubungan pacaran, kita hanya mencoba menyenangkannya dan membuat hubungan itu semenyenangkan mungkin. Yang kita tampakkan hanyalah hal-hal yang baik dari dalam kita. Kita hidup dalam ilusi dalam suatu hubungan yang romantis. Hanya yang di luar saja.

Kita mencoba mengerti tentang dirinya, tapi kita tidak menaruhnya di dalam hati. Benar-benar menaruhnya di dalam hati. Misalnya saja, memikirkan apakah dia bisa bahagia denganku? Apakah sikapku takkan membuatnya kecewa? Apakah sikapku menunjukkan integritasku sebagai seorang pacar? Bagaimana hubungan kami dapat lebih baik lagi? Bagaimana kami bisa sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan? Apakah aku benar-benar tipe setia? Apakah aku mencintai dia apa adanya atau ada apanya?

Ketika suatu hubungan dipikirkan secara mendalam, saling berkomunikasi, saling mencoba mengerti, dan saling menjaga perasaan masing-masing, maka hubungan itu sedikit banyak akan menjadi hubungan yang tidak egois. Terlebih lagi, hubungan itu akan menjadi hubungan yang saling membangun, saling melengkapi, dan itulah hubungan yang dapat membawa pada pernikahan yang murni.


No comments:

Post a Comment