Monday, November 23, 2015

Kenapa Wanita Bisa Menstruasi dan Pria Tidak?

Menurut wikipedia, Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. 

Biasanya siklus menstruasi datang pertama kali pada wanita usia 10-12 tahun dan berhenti di usia 40-50 tahun (yang disebut sebagai monopause). Menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita sudah bisa bereproduksi atau menghasilkan keturunan. Saat sel telur siap dibuahi, namun tidak terjadi, maka akan terjadi menstruasi.

Rata-rata siklus ini terjadi setiap 21-30 hari berikutnya selama 2-15 hari maksimal. Jika lebih dari 15 hari, maka harus konsultasi ke dokter. Adapun darah yang keluar normalnya berkisar 10mL-80mL. 

Karena tubuh wanita yang terdiri dari ovarium inilah yang menyebabkan dia bisa menstruasi dan hamil sedangkan laki-laki tidak. Jadi jelas saja pria tidak bisa hamil, karena mereka tidak memiliki ovarium yang memproduksi sel telur. 

Ini siklus menstruasi pada wanita sampe kehamilannya juga ada...Klik di sini


Sedikit tambahan tentang sel telur. Jika hendak dibuahi, ada baiknya dilakukan 14 hari sebelum rata-rata masa menstruasi datang. Misalnya, seorang wanita selalu datang menstruasi sekitar tanggal 20-25 setiap bulannya. Maka, ada baiknya untuk dapat menghasilkan anak, harus dibuahi sekitar tanggal 6-11 setiap bulannya.

Menstruasi bisa menyebabkan wanita lebih emosi. Pertanyaannya, mengapa?
Karena pada saat dinding rahim sedang meluruhkan darah, maka daya tahan tubuh wanita akan menurun. Saat itu, tubuh mulai lelah. Setiap orang yang mudah lelah, tentu akan mengalami perasaan yang naik turun. Itulah penyebab wanita lebih emosi saat sedang mengalami menstruasi.



Thursday, October 15, 2015

Percaya Saja

Banyak di dunia ini yang mengharuskan kita untuk mempercayai seseorang/sesuatu padahal belum pernah kita buktikan. Contohnya aja waktu kecil, ingat kan disuruh ortu gosok gigi, cuci muka dan kaki kalau mau tidur? Nah, kita dibilangin kalau ga gosok gigi ntar bisa rusak. Kalau kita ga mau percaya, ya bisa rusak beneran.

Si boss nyuruh kita untuk melakukan tindakan A, karena si boss ngerasa itu tindakan yg seharusnya ngasih dampak baik. Kalau kita ga percaya? Bisa jadi kita malah dipecat. Kita harus percaya sama perkataan boss dan melakukannya.

Pagi itu aku denger seseorang yang ngomong tentang iman. Aku duduk di antara para manusia lainnya yang juga sedang mendengarkan. Ketika aku liat muka mereka, aku ngeliat ada yang cuma ekspresi datar. Piring kalah datarnya.

Ada yang sepertinya mendengarkan tapi keliatan kok lagi mikirin yang lain, bukan pada pembicaranya. Ada pula yg sebenernya bosen karena apa yang dibicarakan udah umum, dan kalau aku mau jujur, emang aku pun sering denger hal ini.

Tapi tiba-tiba..... AHAAAAA

Hal yang sama, bisa kita dapatin dengan cara yang berbeda dan punya sudut pandang yang berbeda. Kemaren2, aku bakalan bosen dgr org ngmg ttg iman Abraham. Udah sering banget dengernya. Twpi ketika aku memandang ekspresi yang berbeda dari tiap orang, akupun menemukan kalau ternyata ada juga yang ekspresinya bener2 haus dan menangkap semua yang dikatakan pembicara. Aku mulai menyadari sesuatu.

Abraham punya iman dan percaya bahwa Tuhan pasti tahu yang terbaik, makanya dia mau serahin Ishak ke Tuhan meski itu anaknya yang lahir saat dia sudah berumur 100tahun. Hal yang sama juga terjadi pada peserta yang mendengarkan si pembicara itu. Dia percaya bahwa dirinya pun bisa punya iman seperti Abraham.

Semuanya terletak pada HATI. Kalau kamu ngerasa bosen, yajadilah sesuai yang kamu maui. Kalau kamu mau ngerasa haus dan rindu, maka kamupun akan dipuaskan. Semuanya sangat tergantung hati, apakah hatimu mau mendengarkan atau membiarkan. Iman itu seperti PERCAYA SAJA APAPUN ITU YANG TUHAN MAU DAN HENDAK PERBUAT. SUDAH PASTI DIA KASIH YANG TERBAIK. JADI YA PERCAYA SAJA

Wednesday, September 30, 2015

Ide Bisnis : Penyedia Informasi

Ide bisnis yang satu ini sangat berkaitan dengan jasa menyediakan informasi yang diperlukan oleh suatu daerah tertentu. Dimana di dalam informasi itu, mencakup segala hal tentang apa saja yang terjadi di daerah tersebut.

Ide ini terus terang terpikirkan berorientasi pada sosial media dan website. Jadi, kita memberikan informasi yang ada kepada para pengguna melalui sosial media dan website.

Nah, bagaimana tepatnya? Kamu bisa cari tahu sendiri. Yang pasti, informasi yang kita sampaikan bisa berupa apa saja. Beberapa di antaranya seperti alamat dan nomor penting, pariwisata yang ada di sana, bahkan mungkin keadaan lalu lintas daerah tersebut.

Aku rasa aku sudah cukup jelas mengatakan jasa seperti apa yang saya uraikan di sini, tapi bisa jadi kamu punya ide yang lebih wah, hasil pengembangan dari ide ini.

Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang ada di daerah tersebut akan sangat berguna. Misalnya saja, memasukkan aplikasi Go-Jek di sana, atau bekerjasama dalam hal diskon, atau lainnya.

Darimana uang yang didapatkan? Ada banyak cara. Melalui google adsense, melalui iklan-iklan, melalui kerjasama, ataupun melalui event yang ada.
Jika sudah besar, kembangkanlah ke daerah-daerah yang lain. Hal ini dapat memperluas jaringan yang ada dan orang pun terbantu dengan informasi yang kamu berikan.

Tuesday, July 21, 2015

4 Cara Berbeda Bayar Kendaraan Umum di Indonesia

Udah lama tinggal di Jakarta, saya baru tahu kalau ada pembayaran yang cukup aneh. Biasanya sih, orang banyak mengenal 3 cara bayar kalau naik angkutan umum, tapi saya pengen nekenin cara bayar keempat. Mengapa? Karena yang satu ini, cara bayarnya unik banget. Cukup menggugah rasa, hehehehe. Ini dia cara bayar yang saat ini kita kenal :

1. Bayar di Muka
Ini biasanya ada di stasiun busway, stasiun monorel, dan akan ada di stasiun MRT yang sedang dibangun. Artinya, seseorang membayar lebih dahulu sebelum masuk ke dalam kendaraan umum yang dia tumpangi. Pembayaran jenis ini tentu saja mengurangi penumpang gelap dan sangat umum diterapkan di manapun juga.

2. Bayar Saat Sudah di Dalam
Pembayaran jenis ini biasanya terjadi di dalam angkotan umum, misal di bus atau mini bus. Pembayaran jenis ini biasanya memakai perantara yang disebut kenek, dimana dia akan ngider (keliling) buat narikin ongkos. Nah, biasanya ada aja penumpang yang nakal. Pura-pura tidur biar dikira udah bayar, yang ngotot bilang udah bayar juga ada. Ini sih emang berdasarkan kejujuran.

3. Bayar Saat Turun
Bayar saat turun ada di angkotan mikrolet dan sejenisnya seperti bemo, dll. Juga berlaku untuk taksi, bajaj, becak, dll. Bayar saat turun ini juga umum dan juga mengurangi kecurangan penumpang. Tapi ada juga sih yang bayar kurang terus langsung lari. Dipanggil si abangnya, dia terus aja jalan.

4. Bayar Dengan Ditagihin Penumpang
Penumpang nagih penumpang lainnya buat bayar ongkos angkutan? Nah, ini yang paling aneh. Pertama kali saya naik kendaraan ini, saya rada gimana gitu. Lucu sekaligus menarik juga ya. Ini terjadi di kendaraan sejenis mini bus. Kalau yang tinggal di Bekasi dan sekitarnya, mungkin kejadian ini jadi biasa aja. Waktu itu saya dari Cikarang mau ke Jakarta, saya naik angkotan 59.
Jadi mobil akan jalan saat penumpang sudah mencukupi kuota, saya lupa kuotanya harus berapa, kita anggap aja 20 orang. Jadi, saat udah penuh, mobilnya baru jalan. Di tengah jalan, akan ada seorang sukarelawan yang rela jadi tukang tagih. Semua penumpang akan bayar ke dia, dia yang akan ngasih kembalian dan menghitung kembali uangnya sesuai dengan kuota. Misalnya ongkos Rp 5000. Jadi 20 x Rp 5000 = Rp 100.000. Nah, pak sopir tahunya akan dapat Rp 100.000

Napa ini unik? Karena cara bayar jenis ini ngajarin para penumpang gimana untuk mengambil keputusan di dalam menjadi 'kenek', mengajarkan penumpang lainnya untuk jujur dalam memberi, mengajarkan gimana untuk melayani orang lain, yang terutama belajar untuk tidak egois dan bertanggung jawab di dalam hal yang seharusnya dia bisa aja cuek.

Menurutku, ini salah satu tradisi yang baik yang harus dipertahankan. Bener ga?
seorang wanita yang mengambil tanggung jawab untuk jadi 'kenek'. Penumpang lain terkadang ada pula yang membantu mengambil uang dari penumpang lainnya untuk dikumpulkan di 'kenek' ini - foto by horizone fotografi/lois horiyanti



Thursday, June 11, 2015

Angeline, Malaikat 8 Tahun yang Dipatahkan Sayapnya Secara Paksa

Delapan tahun lalu, seorang bocah mungil lahir dari Rosidi dan Hamida. Suami istri asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu senang sekaligus sedih menyambut kedatangan sang buah hati. Mereka tak memiliki uang sedikit pun untuk membiayai kebutuhan hidup bayi mungil tersebut.


Seorang kerabat mengenalkan Rosidi dan Hamida dengan pasangan suami istri yang bertempat tinggal di Denpasar, Bali. Demi masa depan sang buah hati, maka orangtuanya mengijinkan Margaret dan suaminya yang berkewarganegaraan asing, untuk mengangkat bayi mungil itu sebagai anak. Bayi itu pun menjadi anak mereka sejak dia baru berusia 3 hari dan kemudian diberi nama Angeline.




Angeline tumbuh besar dengan kedua saudara angkatnya bernama Christine dan Ivone. Dia diberikan tugas khusus yaitu harus memberi makan sekitar 50 ayam sebelum berangkat ke sekolah, ini menurut pengakuan wali kelasnya. Namun, jika dia melalaikan tugas tersebut, Angeline sering dimarahi oleh ibu angkatnya, ujar Agus sang sopir yang akhirnya menceritakan semuanya setelah jasad Angeline ditemukan. Bahkan Angeline harus jalan kaki berangkat ke sekolah dan karenanya sering telat.

Bagaimana ceritanya pembunuhan Angeline terjadi? Pada 16 Mei 2015, tutur Ipung seorang aktivitis mengulang pengakuan Agus, sopir yang baru seminggu kerja di rumah tersebut dan mengaku tahu banyak kasus ini. Angeline saat itu tengah menggambar di kamarnya. Lalu, Margaret memanggil Angeline. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu pun berlari menuju kamar ibu angkatnya tersebut. Namun, tiba-tiba terdengar jeritan pilu Margareth dan menyebut-nyebut nama Angeline. Ini kisah lengkapnya.

Pada malam harinya, Agus mengaku dipanggil Margareth dan memintanya untuk menguburkan Angeline di dekat kandang kuda. Kemudian, Margareth melaporkan anaknya hilang saat bermain di depan rumah. Angeline dilaporkan hilang saat bermain di depan rumahnya, Sabtu (16/5/2015) sekitar pukul 15.00 Wita, oleh orangtua angkatnya. Namun, sampai sekarang Margareth tidak mau mengakui keterlibatannya. Ini kronologi pelaporan hilangnya Angeline.

Rabu, 10 Juni 2015, jasad Angeline pun ditemukan. Ini berita tentang penemuan tersebut. Menurut hasil otopsi, Angeline mengalami kematian karena luka di kepalanya. "Yang menyebabkan kematiannya adalah kekerasan tumpul pada wajah dan kepala yang mengakibatkan pendarahan pada otak. Kita menyimpulkan bahwa waktu kematian dari korban adalah sekitar tiga minggu yang lalu," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar, Bali, dr Ida Bagus Putu Alit, Rabu (10/6/2015).

Ada yang menyebut bahwa pembunuhan Angeline didasarkan pada motif warisan yang dia terima. Beritanya di sini. Saat ini Agus dijadikan tersangka karena berdasarkan pengakuannya sendiri, dia telah memperkosa Angeline setiap hari, sejak pertama kali dia kerja di rumah tersebut, selama seminggu sebelum dibunuh. Ini laporan dari Siti Sapurah, anggota P2TP2A, salah satu lembaga layanan bagi korban kekerasan terhadap perempuan. 

Anak yang seringkali mengalami penganiayaan biasanya tidak mau bercerita tentang hal itu. Selain menyakitkannya, kejadian itu membuatnya merasa tak berharga. Dia menganggap hal itu terjadi karena kesalahannya. Karena itu, dia tidak akan bercerita.

Pada akhirnya, yang jadi korban tetaplah anak-anak. Jangan biarkan hal ini terjadi lagi. Orang dewasa harusnya lebih peduli, karena merekalah generasi penerus bangsa. Jika mereka dirusak, lantas bagaimana nasib bangsa ini? Bagaimana nasib mereka dan bagaimana luka itu akan merusak mereka, masa depan yang seharusnya indah.

Mulai sekarang, jika Anda melihat kejanggalan di sekeliling Anda terutama yang terjadi pada anak-anak silahkan hubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia di :


Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia
Telepon:
(+62) 021-319 015 56
Fax:
(+62) 021-390 0833
Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id
pengaduan@kpai.go.id
Web:
www.kpai.go.id

Foto dan sumber berita : dari berbagai sumber

Wednesday, June 10, 2015

Apa yang Kau Inginkan, Perbuatlah Terlebih Dahulu

Saya abis denger khotbah tentang toilet. Gini ceritanya. Ketika itu, pendeta saya pengen pipis di pesawat. Ketika dia masuk toilet, dia ngeliat kalau tissue berserakan di lantai toilet. Dia kesel karena kok ada orang yang jorok banget yaa...

Katanya, dia sih suka ngomel dan kemudian biarin tuh tissue dalam keadaan apa adanya. Tapi kemudian dia berpikir, gimana kalau orang yang akan pipis berikutnya ngeliat dia keluar dari toilet. Bukankah orang itu akan berpikir dia yang buang tuh tissue?

Hal ini mengubah cara pandangnya. Menurutnya, apa salahnya kita membuang tissue yang dibiarkan orang lain ke tempat yang semestinya? Hal ini tentunya diperlukan kerelaan untuk buang, dan kerelaan untuk menyentuh sesuatu yang menurut sebagian besar kita suatu hal yang menjijikkan.

Pendeta saya tuh ngomong gini, "Jadi, apa yang kau inginkan, perbuatlah hal itu terlebih dahulu." Kalau pengen bersih, ya lakukanlah kebersihan itu. Jika pengen kedamaian, buatlah kedamaian itu di dalam hidupmu dan orang-orang di sekelilingmu.

Lantas, apa yang saya temukan kemudian? Setelah ibadah, saya ke toilet dan saya menemukan ini :

Kayaknya, kisah tentang toilet itu harus langsung saya praktekkan. Sebenernya, jijik sih karena itu kan bekas orang. Anehnya lagi, saya sendiri ga ngerti kenapa tuh tissue bisa nempel di situ yaaa..

Ga banget deh dan ga abis ngerti kenapa tissue bisa nempel di dinding toilet. Jadi, dengan tekad yang kuat dari dalam hati yang paling dalam, saya kemudian ambil tissue bersih dan kemudian ngambil tuh tissue dengannya dan buang ke tempat sampah, sebelumnya saya foto dulu tentu saja buat bukti, hehehhe.

Kadang ya, kita 'dipaksa' untuk menunjukkan integritas kita, manusia seperti apa kita sebenarnya saat dihadapkan dengan masalah. Kalau kita disudutkan pada beberapa pilihan, apakah yang akan kita lakukan? Hei, hal ini mungkin kedengarannya sepele, tapi kalau kita lakukan dengan konsisten berdasarkan prinsip yang kita anut, lama-lama kehidupan kita akan berjalan sesuai dengan integritas kita itu.

Misalnya, kita tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang paling benci rokok. Tapi kemudian, kita pun menjual rokok. Selama kita ga ngerokok, toh gpp. Ini artinya, ada yang salah dengan integritas yang kita bangun. Kalau memang tidak suka rokok, yang pertama kita tidak merokok, tidak menyarankan orang lain untuk merokok, dan juga segala hal yang berhubungan dengan rokok kita singkirkan.

Itulah sebabnya, pada akhirnya kita bisa bilang kepada orang lain yang merokok, hal itu ga bagus buat kesehatan. Jika kita saja menjual rokok, lalu apa bedanya? Lama-kelamaan, orang-orang yang tahu kita tidak suka rokok, mereka akan mulai sadar diri dan sebisa mungkin tidak merokok di depan kita. Itulah mengapa kita harus terlebih dahulu berbuat seperti apa yang kita inginkan, saat kita menginginkan orang lain perbuat hal itu untuk kita.

Semoga berguna dan selamat hidup konsisten dengan integritas hidup yang Anda punyai.....

Monday, June 8, 2015

Good Husband = Good Family

Ada satu kejadian yang membekas di hidup saya saat saya hendak mengajar kemaren. Di angkot itu, saya dapat satu hal ini "SUAMI YANG BAIK MENGHASILKAN KELUARGA YANG BAIK". Itu membuat saya ingin mendapatkan kualitas yang sama di dalam diri suami saya kelak.

Siang itu, saya naik angkot 43 menuju Bantar Gebang. Awalnya sih ga saya perhatiin keluarga ini karena ya terlihat biasa aja. Kebetulan saya duduk di sebelah istrinya, anaknya berhadapan dengan kami duduknya, sementara sang suami duduk di depan, di samping abang sopir yang penuh tato di tangannya.

Saya cukup heran ngeliat betapa sang anak cewek, yang notabene udah remaja, suka tersenyum pada ibunya sendiri saat ibunya bicara. Bahkan dia tidak terlihat seperti remaja yang sedang mencari jati diri, jika kamu tahu maksud saya. Dia tahu persis bahwa dia ingin menghabiskan waktu liburannya dengan ayah ibunya. Dia tersenyum saat ibunya menyilahkan saya duduk di sampingnya, bukannya hanya melihat gadget seperti yang dilakukan banyak anak  lainnya.

Beberapa saat kemudian, sang ayah menoleh ke belakang. Awalnya, saya ga tahu kalau itu ayahnya, tapi ternyata dia bicara dengan sang istri. Saat bicara itupun, tak sekalipun matanya melirik 'nakal' melihat wajah yang lain. Tatapannya tertuju ke sang istri. Saya tahu karena saya sendiri melihatnya. Ternyata dia menunjukkan suatu tempat yang kayaknya merupakan tempat kenangan mereka. Ibunya pun lalu bilang gini ke anaknya, "Rumah sakit itu nggak berubah. Waktu ibu datang dulu juga gitu..." Anaknya tersenyum mendengar itu. Saya ambil kesimpulan, mungkin itu rumah sakit tempat anaknya dilahirkan? Hehhehe, mungkin aja kan...

Saat penumpang mulai agak penuh di bagian belakang, anaknya pun pindah ke depan. Taukah kamu apa yang dilakukan sang ayah? Dia terus bicara dan bicara sambil meletakkan tangannya di belakang bahu sang anak. Beberapa kali bahkan sempat membuat sopir angkot yang galak dan penuh tatoan itu pun tersenyum. Hal itu juga menarik perhatian saya. Seolah-olah dunia mereka mengecil dan di dalam angkot itu hanya ada mereka berdua. Saya jadi tahu mengapa anaknya merasa secure/nyaman ketika berada di dekat ortunya. Dia ngeliat bahwa mereka udah kayak temen. Bahkan anaknya ngomong gini ke bapaknya tanpa ragu, "Abisnya, bapak ngomong mulu sih..." sambil tertawa. Tapi ayahnya terus aja bicara, seolah-olah itulah waktu yang mereka punya dan dia ingin menghabiskan waktu itu dengan anaknya.

Saat udah hampir mencapai tujuan, sang suami langsung ngeluarin uang buat bayar angkot. Tahu ga apa yang dia lakukan setelah itu? Bersama anaknya, dia nungguin istrinya turun dengan agak susah karena pake hak tinggi. Dia nangkep tangan istrinya yang hampir jatuh dan kemudian seperti mau menciumnya gitu. It's makes me amazed. Setelah angkot berjalan, saya terus memperhatikan bagaimana mereka dituntun sang suami nyeberang. Tapi kejadian itu membekas banget lho di hati saya.

Saya ngeliat ada dua wanita, yang satu dewasa, yang satu remaja menyerahkan hidup mereka sepenuhnya dalam tangan sang suami karena mereka tahu si suami akan ngasih yang terbaik dan peduli pada mereka. Bahkan sang suami ga malu-malu buat nunjukin cinta itu kepada anak dan istrinya. Hal itu membawa pelajaran yang luar biasa dalam hidup saya.

Suami / ayah yang baik, karena mereka adalah kepala rumah tangga, akan membawa keluarganya menjadi keluarga yang harmonis. Hal yang sebaliknya juga begitu. Karena banyaknya saya melihat keluarga yang tidak harmonis, maka ketika menemukan kejadian seperti ini membuat saya sadar betapa jauh berbedanya.

Kita tidak bicara tentang agamanya, pendidikannya, atau latar belakangnya. Tapi kita bicara tentang hatinya dan bagaimana hatinya itu meluap dalam bentuk tindakan cinta buat keluarganya.  Sayangnya, saya ga ambil foto mereka. Kalau nggak kan, bisa dipajang nih...

ini buat ilustrasi aja, itu keluarga kakak saya di atas :D

Thursday, April 30, 2015

Andrew Chan, Kisah Pertobatan Sampai Eksekusi Mati

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Bali Nine

Andrew Chan (31) baru kemarin (29/4/2015) dieksekusi mati dengan 7 terpidana lainnya. Untuk tahu dari awal kisah penangkapan mereka, lihat di sini. Seharusnya ada 9 orang yang dieksekusi mati, tapi pada jam-jam terakhir Mari Jane lolos karena ada yang mengaku bahwa Mary Jane hanyalah pesuruh yang tidak tahu apa-apa. Hal ini diakui oleh Kristina Sergio. Beritanya lihat di sini. Sampai saat ini keputusan untuk Mary Jane masih ditangguhkan.

Sudah bertahun-tahun kasus Andrew Chan dkk ini menggantung. Selama proses itu, Andrew Chan dkk terus meminta pencabutan hukuman mati namun yang terakhir ditolak oleh Joko Widodo, sebagai presiden RI. Ini ekspresi 9 napi saat mendengar hukuman mati mereka. Selama bertahun-tahun pula, Andrew Chan kemudian mengalami perubahan hidup. Dia kemudian mengakui kesalahannya, bertobat, dan mengenal kasih Yesus. Berkat usaha orang-orang yang sering melayani mereka juga termasuk wanita yang pada akhirnya jadi istrinya, Febyanti Herewila, akhirnya Andrew Chan mengenal Yesus.

Proses pertobatan Andrew memakan waktu 10 tahun sampai hari eksekusinya. Ini yang pendetanya katakan soal dirinya. Setelah bertobat, Andrew Chan mengalami banyak perubahan. Dia bahkan membuka pusat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di Lapas Kerobokan. Hal ini diungkapkan oleh Juli, sahabat Andrew Chan.

Selain membuka pusat rehabilitasi, Andrew Chan bersama Myuran mengajar para napi di sana. Dia mengajarkan para napi tersebut bahasa Inggris, komputer, dan tenis. Bahkan menurut pengakuan Juli, ada napi yang berhasil bekerja di hotel karena mendapatkan keahlian dari Chan semasa di penjara. Myuran sendiri mengajar melukis dimana hasil lukisannya digunakan untuk membeli alat musik dan alat olahraga di lapas.

Yang lebih mengharukan adalah, ada seorang napi yang rela menggantikan Andrew Chan karena dia merasa Andrew Chan tidak layak menerima hukuman mati tersebut. Entah siapa napi tersebut, namun kerelaannya untuk bertukar nyawa dengan Andrew Chan seolah-olah membuktikan bahwa Andrew Chan adalah sosok yang benar-benar berbeda dan pantas untuk tetap hidup.

Beberapa bulan sebelum hari eksekusi, Andrew Chan bersama Malinda Rutter, membuat sebuah film dokumenter tentang kehidupan Andrew Chan. Inilah yang Malinda ceritakan. Chan sendiri mengaku di dalam film dokumenter itu bahwa hidupnya merupakan sebuah pelajaran penting tentang bagaimana menghidupi kehidupan dengan kesia-siaan. Dia tidak ingin generasi penerus melakukan hal serupa dirinya. Inilah yang mereka lakukan selama berada di tahanan. Ini dibuat hanya 2 bulan sebelum kematian mereka.




Inilah video tentang bagaimana keluarga napi memohon agar mereka tidak dihukum mati. Di video ini juga dijelaskan dengan lengkap apa yang mereka kerjakan di lapas, bagaimana mereka memberi dampak buat orang lain.

Andrew Chan juga bertekad untuk menjadi warga negara Indonesia jika hukumannya tidak jadi dilaksanakan. Karena dia ingin menebus kesalahannya dengan mengajarkan hal yang benar pada orang lain. Namun ternyata, hukum berkata lain. Setelah penentuan hari eksekusi tersebut. Para narapidana inipun kemudian menyampaikan permintaan yang dituliskan di sini :

Raheem Agbaje Salami
Permintaan : Organ tubuh didonorkan, minta dimakamkan di Madiun

Martin Anderson
Permintaan : Minta dimakamkan di Bekasi

Mary Jane
Permintaan : Dipulangkan dan dimakamkan di Filipina

Zainal Abidin
Permintaan : Dimakamkan di Nusa Kambangan

Myuran Sukumaran
Permintaan : Dipulangkan dan dimakamkan di Australia

Andrew Chan
Permintaan : Dinikahkan dengan pacarnya di Surabaya dan dimakamkan di Australia

Ada 3 anggota lainnya yang belum menyatakan apa permintaannya pada saat itu yaitu :
Sylvester Obiek
Okwudili Oyatanze
Rodrigo Gularte

Karena permintaan itulah, pada akhirnya Andrew pun menikah dengan Feby satu hari sebelum hari eksekusi. Inilah momen yang diceritakan oleh adiknya, Michael Chan. Selain itu, keluarga dekat mereka pun terus berdatangan.

Pada hari pelaksanaan, mereka pun menyanyikan lagu-lagu rohani. Ini Lagu yang Dinyanyikan di Detik-Detik Terakhir Kehidupan Mereka. Sebelum ditembak mati, mereka menolak dipasangkan penutup muka. Mereka berani menghadapi kematian karena tahu mereka akan diterima di surga. Mereka berdoa bersama keluarga, berpelukan, dan maju menghadapi kematian. Inilah yang terjadi pada saat kematian mereka :
Rest in Peace
You're all already with God
I know that you were in heaven, i'm sure

Monday, March 16, 2015

A Letter to My Kids - Be The Best of U

Sebenernya aku belum punya anak, bahkan aku belum merit, heheheh. Cuma, aku punya surat ini untuk anak-anakku kelak. Entah itu anak angkat, anak rohani, atau anak kandung. Aku punya impian ini buat mereka.

Sebagai orangtua yang pernah gagal di masa mudanya, aku tahu pasti kalau kita punya impian yang dulunya ingin kita wujudkan namun ga berhasil. Aku mungkin ga akan pernah jadi musisi, tapi aku ga akan maksain anak-anakku untuk jadi seorang musisi. Mungkin aku ga bisa jadi organisator yang baik yang punya bukti bahwa aku seorang organisator, tapi itupun ga akan aku paksain. Apapun impianku, itu tetap jadi impianku doang. Tapi aku punya impian lain buat anak-anakku kelak.

Aku cuma mau bilang pada mereka untuk TERUS MENJADI APA YANG MEREKA IMPIKAN. Tapi jangan lupa untuk jadi yang terbaik di dalam hal itu. Jangan mau kompromi dengan keadaan, tapi terus terobos itu hingga berhasil.

----

Misalnya suatu hari nanti, anakku ingin menjadi pelukis terkenal. Jangan mau kompromi untuk bersekolah di sekolah biasa. Sekolahlah di sekolah yang punya kurikulum tentang menggambar yang terbaik. Jika suatu hari nanti, aku sebagai orangtua tak mampu membiayaimu, jangan kuatir dan kompromi. Usahakanlah untuk mendapatkan beasiswa di sekolah itu. Usahakanlah suatu jalan dan jadilah berhasil, karena Bapamu di surga kaya dan mampu memenuhi kebutuhanmu.

Namun jika memang pada akhirnya engkau blm dpt memenuhi impianmu, jangan kecewa. Hal itu terjadi pasti ada sebabnya. Kita ga akan tau apa sebabnya tapi yakinlah Nak, Tuhan tetap kasih yg terbaik. Lagian belum berhasil itu bukan berarti gagal. Kegagalan sekalipun merupakan kesuksesan yg tertunda. Yang penting adalah JANGAN MENYERAH

Jangan mau kompromi kalau suatu hari nanti, temen-temen kamu ngasih pengaruh yang buruk. Cita-citamu jadi terlihat tak menarik dan kamu diajak untuk bersenang-senang. Ingatlah Nak, ada hal-hal yang terlihat menarik namun konsekuensinya yang ga enak itu harus kamu tanggung seumur hidup. Pikirkanlah sebelum bertindak, karena sebuah tindakan itu seperti kamu menorehkan tulisan di sebuah batu, tidak bisa dihapus kembali.

Jika suatu hari nanti, kamu ngeliat ga ada kesempatan untuk mengejar impianmu. Kalau jalan terasa buntu, kalau orang-orang sepertinya tak memberimu kekuatan malah melemahkanmu, malah menganggap engkau ga bisa, jangan pernah menyerah. Selama apa yang kau impikan itu mulia, ada aku dan Tuhan yang mendukungmu. Kamu tahu kan, betapa besarnya kekuatan Tuhan itu? Dia pasti bisa mewujudkan apapun yang engkau mau. Ketoklah terus pintu-Nya, ketok tanpa henti Nak.

----

Kenapa aku nulis ini?

Aku dulu melakukan banyak kompromi. Ketika aku merasa tak berbakat jadi seorang penulis, aku berhenti mengejar cita-citaku. Aku mencari hal lain yang dapat kukerjakan. Pada akhirnya, hidupku rata-rata saja. Tidak ada talenta lebih, tak ada kesempatan lebih. Hanya secukupnya. Ketika aku ga bisa kuliah, aku ga ngotot untuk cari beasiswa atau mungkin uang tambahan biar aku bisa kuliah di universitas pilihanku. Pada akhirnya, aku hanya sekedar kuliah untuk mendapatkan status.

Ketika semua orang ngomongin aku kalau aku ga bisa, aku ga ngotot untuk membuktikan pada mereka kalau aku ga bisa. Aku menyerah karena aku tahu aku pun meragukan diriku sendiri. Tapi aku lupa bahwa aku punya Allah yang luar biasa. Kalau aku ga bisa, Dia pasti buat bisa.

Aku mulai menebusnya mulai saat ini. Ga ada yang terlambat untuk segala sesuatu. Mulai sekarang, aku hanya ingin yang terbaik, aku hanya melakukan yang terbaik. Mungkin hatiku bakalan menjerit, tubuhku bakalan memberontak, dan pikiranku bakalan sengsara. Tapi sebuah perubahan ke arah lebih baik emang seringkali ga enak, namun dampaknya akan aku rasakan untuk seumur hidup.

Jadi aku mulai mengharapkan yang terbaik. Aku terus melatih diriku untuk melakukan yang terbaik. Aku pun menginginkan yang terbaik. Allah pun menjanjikan aku yang terbaik, jadi mengapa tidak? Kalau punya suami, aku mau yang terbaik yang bisa Tuhan berikan. Aku yakin, pada akhirnya tentu Tuhan pun mempercayakan aku anak-anak yang terbaik yang aku punya. Kalau aku dipercayakan suatu talenta, aku ingin mengembangkannya hingga mencapai maksimal. Kalau aku dipercayakan suatu harta, aku ingin harta itu menjadi kekal di surga. Artinya, aku akan mempergunakannya untuk apa yang Allah perintahkan.

Segala sesuatu yang aku harapkan, pikirkan, kerjakan, dapatkan adalah yang terbaik semata. Menurut aku, memang meski aku ga meraih yang terbaik di masa kecil dan masa mudaku, pada akhirnya kalau bersama Tuhan, aku akan tetap dapatkan yang terbaik. Aku hanya perlu berjuang dan berdoa....

Thursday, March 12, 2015

Hubungan yang Ditaruh di Dalam Hati

Aku suka komik, ada banyak cerita yang bisa menghibur sekaligus memberi makna di hidupku. Ya begitulah cewek, pasti maen perasaan dan sukanya yang melodrama hehehehhe. Nah, ada satu komik yang aku ingat dan melekat kuat kisahnya di otakku. Komik karangan Yu Asagiri, salah satu pengarang kesukaanku, membuat aku mengerti makna bagaimana suatu hubungan yang benar-benar dihayati, yang ditaruh di dalam hati, yang dipikirkan siang dan malam.

Adalah seorang cowok Jepang (ya iyalah, namanya juga komik Jepang), yang lamban bernama Kenshin (ini kalau ga salah ya, tapi kita anggap aja sekarang namanya Kenshin, wkkwkw). Btw, ini cerita tentang anak SMA ya. Dari kecil dia berteman akrab dengan seorang wanita, kalo ga salah namanya Miyu. Saat mereka masih kecil, Miyu pernah berkata begini. "Aku ingin menjadi wanita yang paling berbahagia di dunia, maukah kau mewujudkannya, Kenshin?"

Dari kecil sampai SMA, Kenshin mencoba berpikir apa yang dapat membuat Miyu bahagia. Sayangnya, dia tak dapat menemukannya. Dia sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pria lamban. Karena itu, ketika akhirnya Miyu cantik yang telah tumbuh dewasa itu dikejar cowok, Kenshin merelakannya. Dia berpikir bahwa itulah yang terbaik buat Miyu. Miyu ingin menjadi wanita yang paling berbahagia dan dia akan mendapatkannya, begitu pikirnya.

Begitu juga seharusnya kita terhadap seseorang yang kita cintai, termasuk Tuhan. Itulah kenapa kita harus renungkan firman Tuhan siang dan malam. Kalau kita renungkan, mungkin kita ga ngerti maksud firman itu, tapi firman itu melekat. Di saat hati kita melekat pada-Nya, Dia akan melekat pada kita. Mungkin kita akan salah menafsirkan dan kemudian bertindak bodoh, tapi yakinlah kebodohan yang dilandasi dengan perenungan ingin menyenangkan-Nya diperhitungkan-Nya.

Kenshin yang sudah SMA merelakan Miyu pacaran dengan orang lain. Miyu yang sebenarnya punya rasa itu mencoba membuatnya cemburu, tapi Kenshin tetap biasa aja. Karena baginya, yang terpenting adalah kebahagiaan Miyu. Sampai akhirnya, Kenshin ditantang oleh pacar Miyu untuk menonton pertunjukan mereka yang akan jadi perbincangan hangat. Kenshin yang telah membuat Miyu menangis itupun pada akhirnya lebih memilih menonton Miyu dibandingkan menghadiri pertandingan kendonya.

Kenshin yang lamban pada akhirnya mengerti bahwa Miyu bahagia bila bersamanya, sekalipun dia lamban dan punya kekurangan. Kenapa? Karena dia terus berpikir bagaimana cara membuat Miyu bahagia. Dia tak pernah berhenti berusaha untuk mengerti bagaimana caranya membuat Miyu bahagia.

Seringkali dalam hubungan pacaran, kita hanya mencoba menyenangkannya dan membuat hubungan itu semenyenangkan mungkin. Yang kita tampakkan hanyalah hal-hal yang baik dari dalam kita. Kita hidup dalam ilusi dalam suatu hubungan yang romantis. Hanya yang di luar saja.

Kita mencoba mengerti tentang dirinya, tapi kita tidak menaruhnya di dalam hati. Benar-benar menaruhnya di dalam hati. Misalnya saja, memikirkan apakah dia bisa bahagia denganku? Apakah sikapku takkan membuatnya kecewa? Apakah sikapku menunjukkan integritasku sebagai seorang pacar? Bagaimana hubungan kami dapat lebih baik lagi? Bagaimana kami bisa sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan? Apakah aku benar-benar tipe setia? Apakah aku mencintai dia apa adanya atau ada apanya?

Ketika suatu hubungan dipikirkan secara mendalam, saling berkomunikasi, saling mencoba mengerti, dan saling menjaga perasaan masing-masing, maka hubungan itu sedikit banyak akan menjadi hubungan yang tidak egois. Terlebih lagi, hubungan itu akan menjadi hubungan yang saling membangun, saling melengkapi, dan itulah hubungan yang dapat membawa pada pernikahan yang murni.