Showing posts with label Book Reviews. Show all posts
Showing posts with label Book Reviews. Show all posts

Monday, February 16, 2015

Book Review : Belieber! Ketenaran, Iman, dan Hati Seorang Justin Bieber

Judul : Belieber! Ketenaran, Iman, dan Hati Seorang Justin Bieber
Pengarang : Cathleen Falsani
Penerbit : Immanuel
Halaman : 263 halaman

Hari ini saya menyelesaikan membaca buku ini setelah 2 hari sebelumnya saya mulai. Buku ini memang bukan wawancara langsung dengan nara sumber aka Justin Bieber dan orang-orang sekitarnya, tapi diambil dari berbagai berita ataupun twitter Justin. Tapi saya melihat bahwa dari sisi pandang orang luar pun, kehidupan Justin seperti surat yang terbuka, meskipun memang kadang surat itu penuh coretan kasar. Percayalah, saya juga seorang belieber. Mungkin tidak segila dulu tapi saya masih percaya bahwa Justin seorang anak Tuhan, yang mungkin saja sekarang agak berubah haluan karena sedang mencari jati dirinya. Saya sungguh berharap dia muncul lebih bersinar lagi untuk Tuhan.

Saya ingat bagaimana seorang teman sangat tidak suka dengan lagu "Baby" yang dilantunkannya sementara saya bisa memutarnya sebanyak minimal 20 kali setiap hari. Saya ingat lagu ini memberikan saya suatu perasaan berharga, suatu perasaan cinta yang pernah saya rasakan tapi tak tersampaikan

Saya juga ingat bagaimana kehidupan saya seolah-olah ditarik oleh pesona anak kecil (mengingat umur saya jauh lebih tua darinya) yang memancarkan sukacita, keceriaan, bandel tapi juga memancarkan imannya.

Buku yang disusun secara runut waktu ini juga membuat saya menyadari bahwa betapa beratnya perjuangan seorang ibu muda dalam menggapai imannya sekaligus menghadapi pergumulan kehidupan dalam dunia ini. Saya jadi lebih memahami bagaimanapun kita adalah manusia biasa, yang kadang bisa lemah dan jatuh. Tapi yang jadi pembeda adalah bagaimana kita tetap bangkit kembali.

Buku ini juga mengajarkan pada saya agar tidak menghakimi. Saat unbelieber mencemooh Justin, saat itulah mereka sudah menghakiminya. Tapi Yesus pernah berkata, "Siapa yang tidak pernah berdosa, dialah yang harus melempar pertama kali." Semua orang berdosa, semua orang pernah berbuat salah tapi pertanyaannya adalah apakah kita terus melakukan dosa itu atau berbalik arah. Ini pertanyaan yang penting.

Justin juga begitu. Dia pernah bertindak bodoh, mengacungkan jari tengah, memaki wartawan, mungkin bahkan mabuk-mabukan dan ditangkap polisi, saya tahu dia manusia biasa. Dia bisa saja salah dan buat dosa tapi saya yakin dia akan kembali mengejar identitasnya yang sesungguhnya yaitu identitas sebagai anak terang.

Memang sekarang saya tidak seperti dulu lagi terhadap Justin. Dulu saya begitu fanatik dan berharap banyak padanya, bahwa dia akan terus memancarkan terang. Sesungguhnya berharap pada manusia akan mengecewakan. Saya juga seperti terlalu 'bergantung' padanya, bahwa dia idola yang sempurna dan akan terus sempurna. Saya terlalu terobsesi dengan kehidupannya dan bagaimana melihat dia bertumbuh, baik jasmani maupun rohani. Saya terlalu kagum bagaimana seorang anak muda dapat begitu dewasa dalam syair lagunya, bagaimana dia dapat memberkati begitu banyak orang. Tapi saya lupa bahwa justru di situlah saya salah. Saya terlalu berharap pada Justin daripada dengan Tuhan

Saya lupa satu hal. Dalam perjalanan hidup manusia, ada kebodohan-kebodohan yang pernah kita buat, yang terkadang disesali. Tapi ya itulah hidup. Dari situ, ada orang yang jadi bisa mengambil hikmahnya dan kemudian belajar. Tapi ada juga yang masih terus melakukan hal yang sama sampai dia kehabisan energi. Bukan berarti dia tidak mau berubah, hanya saja saat itu matanya masih tertutup.

Buku ini mengajarkan saya hal-hal di atas. Membuat saya merenung bahwa saya pun banyak membuat kebodohan. Bedanya saya dengan Justin adalah kalau kebodohan saya itu tidak banyak atau mungkin tidak ada yang tahu sedangkan Justin selalu disorot.

Saya mau belajar bertumbuh dewasa lebih lagi di dalam Tuhan. Saya juga berdoa agar Justin mengalami pendewasaan rohani lebih lagi lewat segala hal yang terjadi di dalam hidupnya. Segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah.

Sunday, February 15, 2015

Book Review : The Kite Runner by Khaled Hosseini


Khaled Hosseini merupakan salah satu pengarang yang luar biasa. Buku The Kite Runner yang diterbitkannya ini merupakan salah satu master piece yang ga akan terlupakan. Ini disebabkan ide ceritanya yang luar biasa dan cara dia bertutur.

Buku ini menceritakan karakter seorang anak bernama Amir, anak kaya yang ada di Kabul. Amir adalah seorang anak ceria yang punya teman karib bernama Hassan. Hassan sendiri sebenarnya adalah anak dari pelayan ayahnya.

Meski mereka sahabat sejati, Amir seringkali cemburu melihat perlakuan ayahnya yang sama baiknya kepada Hassan. Namun Amir seringkali mendongengkan cerita buat Hassan, meskipun Hassan hanyalah seorang anak pelayan yang berasal dari suku yang lebih rendah dari sukunya.

Kehidupan seorang anak Kabul yang penuh makna. Mereka akan bermain layangan bersama saat festival layangan diselenggarakan. Hassan selalu tahu kemana layangan yang putus itu akan berlabuh. Amir akan berusaha selalu jadi yang terbaik dan memenangkan kompetisi tersebut.

Sampai suatu hari, perang terjadi di sana. Saat pihak Soviet menjajah. Namun, ada satu kenangan yang tidak akan pernah dia lupakan. Bagaimana dia membiarkan sahabat karibnya sementara dia sendiri seringkali diselamatkan, bahkan Hassan rela mengorbankan nyawanya.

Saat itu, semua penderitaan dimulai. Rasa terkhianati, rasa takut yang mendalam, rasa kehilangan, rasa tak aman dan kegelapan yang mendera. Kerugian finansial yang tak terhitung, bagaimana harus menjadi pengungsi, bagaimana kehidupan tak lagi ramah.

Buku yang diproduksi tahun 2003 ini kemudian difilmkan pada tahun 2007. Meski hanya cerita fiksi, namun kisahnya terasa nyata, terutama karena ceritanya disusun sesuai dengan sejarah. Salah satu buku best seller yang sangat saya sukai.

Friday, February 13, 2015

Book Review : The Boy in the Striped Pyjamas

Buku : The Boy in the Striped Pyjamas
Pengarang : John Boyne

Awalnya aku bingung membaca buku ini. Dari awal sampai mendekati akhir, aku belum bisa menemukan hubungan antara judul dan isi ceritanya. Tapi begitu berada di akhir cerita, aku jadi mengerti.

Saat membaca buku ini, kita tidak akan menyangka apa yang akan terjadi pada si tokoh utama. Yang pasti, kita akan melihat dari sudut pandang si anak kecil yang bernama Bruno. Filmnya sendiri sudah beredar di tahun 2008 yang lalu.

Bruno, seorang anak berumur 8 tahun, melihat ada sesuatu yang salah di sekitarnya ketika dia baru pindah karena tugas baru dari sang ayah. Bruno sendiri punya hati yang tulus, hati yang jujur dan ingin membantu orang lain termasuk dengan kenalannya dengan seorang anak kecil di balik pagar besi rumahnya.

Meskipun buku ini mengambil latar belakang Perang Dunia Kedua, namun konflik saat perang itu sendiri sangat sedikit diceritakan. Namun, kita tetap bisa merasakan efeknya dari sudut pandang bocah ini.

TRAGIS, itulah satu kata yang bisa menggambarkannya. Aku sendiri menangis setelah membaca buku ini dan aku ga menyangka begitu akhirnya. Ternyata, judul buku itu adalah penggambaran dari seluruh isi buku, yang ditulis dengan sudut pandang yang menarik. Bacalah dan temukan sendiri keseruannya, keunikan jalan ceritanya, dan akhir yang tak terduga tersebut.

Friday, August 1, 2014

Book Review : I've Got Your Number by Sophie Kinselle

Just reading this book :




(sumber : www.iwannabeadomesticgoddess.com)

Secara umum, aku bilang buku ini menarik banget, terutama jokesnya. Wuih, kriuk banget deh, bikin ketawa ngakak. wkwkwkwkkwkwkkwkwkw
Tapi dari sisi masuk akal tidaknya, well i don't think so.
Why?
Karena alasan utama terbentuknya cerita di buku ini ga masuk akal.
Kan si cewek nemu hp di tempat sampah, hp yang dibuang oleh Personal Assisten (PA) si cowok. Sampai di situ masih masuk akal, bahkan aku berharap dapat ketemuin hp di tempat sampah juga. Bisa dijual deh, wkwkwk
Lalu, yang ga masuk akal adalah ini : si cowok yang merupakan seorang pengusaha dengan 200 karyawan, mau meminjamkan hp milik perusahaan yang notabene di dalamnya ada file2 perusahaan dan juga file pribadinya. Apa dia gila kali ya minjemin tuh hp? Aku aja yang bukan siapa2, mana mau ngasih pinjem hapeku pada orang ga dikenal, meski emang ga ada rahasianya juga.
Ditambah lagi, si cowok bilang mau minta bagian IT-nya utk alihkan email2 di hp ke komputer. Tapi bagian IT-nya ga bisa?!?!?!? Hellooooow, mending nyewa gue aja kalau gitu (mayan buat nambah2in pendapatan gue selama ini). It's so easy. You just have to sign out in that handphone and sign in. All data will comes through where you were sign that email in to...
Ketiga, well it's less but aku agak sedikit 'terganggu' juga. Bekas PA si cowok yang buang tuh hp ke sampah, bisa2nya peduli pada apa yang terjadi dengan mantan bosnya, padahal dia sedang buru2 menuju ke New York utk modelingnya. Apalagi si cowoknya juga bisa2nya narok voicemail di komputer kantor sang PA ini.Utk orang yang pacaran, apalagi gaya Amrik, mereka kok bisa2nya peduli dengan voicemail, yang diakui PA sebagai voicemail yang ga ngerti apa maksudnya, sampe2 mau repot2 masukin ke komputer. Ok, tapi ini masih bisa diterima sih dikit.
Itu aja sih bagian yang ga gue setuju ada di buku ini, karena menurut aku itu ga masuk akal. Kalau gitu, harusnya si penulis bisa mencari alasan lain.
Tapi gaya bahasanya, cara dia ngungkapin kebenaran, cara dia bercerita, dan bagaimana realitas kehidupan yang harus dihadapi, semuanya sangat menarik untuk dibaca.

So, i recommend this book to you. Just ignore what's the imposible things happens in this book. Just read it. It's have a lot of fun. Yet can educate you about world. Ciaooooo