Tuesday, December 20, 2016

Sering Nemenin Akhirnya Malah Jatuh Cinta



Aku mulai suka dengan cewek ini waktu SMP kelas 3, kamipun kemudian pacaran sampai kelas 1 SMA. Tapi kami pacarannya diem-diem. Dia ga mau kalau sampe ada yang ngelaporin ke orang tuanya kalau dia udah pacaran. Jadi, kami pun main kucing-kucingan.
Kalau di tempat umum, dia sih oke-oke aja. Tapi kalau di sekolah, kami ga kayak pacaran. Kami pun melakoninya selama 2 tahun-an. Lalu hubungan kamipun mulai merenggang setelah kelas 2 SMA.

Sewaktu pacaran, aku sering mengajak temenku jalan bertiga. Maksudnya, ya biar kami ga terlalu kelihatan seperti orang yang pacaran. Biar temenku ini jadi penengah. Temenku yang sekaligus merupakan kakak kelasku ini sudah aku kenal akrab, karena dia dan aku sering banget pergi ke sekolah bareng naik bis.

Tiba-tiba suatu hari, ga ada angin, ga ada ujan, temenku ini mengaku jujur juga menyukai pacarku ini. Kontan aja pengakuannya tidak aku terima.

“Maksudmu apa bilang gitu?” tanyaku kepadanya

Dia malah emosi dan kemudian main fisik. Kamipun berantem pada saat itu. Namun, kami kemudian dilerai. Sejak itu, kami ga bisa kayak dulu lagi yang berteman akrab.

Kedua kalinya, kami bertemu di kantin secara tidak sengaja. Saat itu lagi ramai namun kami coba ngomong baik-baik dengan teman-teman gengku juga. Awalnya, kami ngomong-ngomong seperti biasa. Namun tiba-tiba dia pun kembali emosi. Kami pun berantem. Saking hebohnya, sewaktu dia hendak memukulku, akupun menghindar. Hal itu membuatnya tersungkur di meja dan menyebabkan meja tersebut rusak. Kamipun kemudian dilerai lagi. Namun, masalah ga sampai di situ aja. Kami pun harus menghadap guru BP.

Usut punya usut, ternyata teman baikku ini pernah menyatakan cinta kepada cewek yang aku pacari selama 2 tahun. Rupanya, setelah dia putus dengan pacarnya yang juga merupakan temen cewekku, dia mulai melirik pacar temennya sendiri. Sewaktu temenku ini mengungkapkan perasaannya kepada cewekku, memang tidak terjadi apa-apa. Hubungan kami udah ga bisa baik kembali. Tapi masalah ga selesai sampai di situ.

Aku sama cewekku ini memang sudah menjalin hubungan yang dingin selama bertahun-tahun kemudian. Terlepas dari pengkhianatan temenku, kami pun sudah sering putus sambung. Malahan, aku mendapati bahwa cewekku ini berkhianat dengan pria lain. Waktu ketahuan, cewekku ini malah marah, “Ngapain sih kamu ngikut-ngikutin aku?”
Aku mencoba lagi. Aku mencoba menaruh harapan positif di dalam hubungan kami dan memberikan dia kesempatan lagi. Kami pun tetap pacaran meski kami pacaran jarak jauh, karena aku harus kuliah di Malaysia. Namun, hubungan kami tuh sudah begitu dingin, seperti hanya status aja.

Setahun kemudian akupun memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Aku katakan padanya bahwa aku sangat capek. Sejak saat itu, dia baru bereaksi. Dia baru bertanya-tanya, mengapa. Dia baru mencoba untuk memperbaiki keadaan. Padahal selama ini, aku yang berdarah-darah dan dia yang tidak peduli. Bahkan dari beberapa temenku, dia didekati oleh beberapa cowok dan temenku pun menyarankan bahwa lebih baik melepaskan dia.

Aku memang terlalu naif. Cinta itu tidak seindah apa yang dibayangkan. Setelah 4 tahun mencoba, ternyata tak berhasil juga. Aku perlu 1 tahun untuk benar-benar bisa melupakan cinta monyetku ini. Namun, ada pelajaran yang aku tarik.

Mungkin aku ini tidak begitu realistis dalam melihat cinta. Yang pasti, aku menyadari bahwa tentunya aku juga punya andil dalam hubungan yang tidak berjalan dengan baik ini. Aku jadikan ini pengalaman dan belajar dari situ. Aku juga belajar untuk melihat kekuranganku, dan mau mulai belajar untuk mempercayai orang lebih lagi.
Kepercayaan itu penting banget menurut aku. Jadi aku akan mencoba belajar percaya dan mempercayai lebih banyak lagi.

Aku sadar bahwa ada sifat-sifat jelek yang mungkin keluar saat aku memulai hubungan yang baru, emosiku bisa aja meledak-ledak di dalam hatiku. Namun aku belajar untuk menahannya tetap berada di dalam dan setelah itu mulai berpikir dan merefleksikan diri. Aku bertekad untuk menjadi dewasa. Tidak mengatakan sesuatu yang bakalan membuat kita menyesal.

Sumber : data pribadi berinisial HS

No comments:

Post a Comment