Thursday, May 19, 2016

Penjambretan di Siang Bolong

Hari itu aku sedang banyak pikiran. Di atas motor itu, aku memikirkan apa yang sedang terjadi pada hidupku. Cuacanya sedikit panas, namun cukup adem karena banyak pepohonan. Angin juga semilir bertiup. Jadi, aku ga ngebut mengendarai motor, seperti yang biasanya aku lakukan.
Aku liat di sisi kanan jalan, seorang cowok yang sedang mengendarai motornya juga nampak santai. Aku pikir dia juga sedang menikmati cuaca yang indah itu. Sampai aku dapatin bahwa dia sudah berada di sisiku, mepet dengan motorku.
Dengan tangan kanan tetap memegang stang motor, tangan kirinya mulai meraih ke arah leherku, di situlah terletak kalung perak yang aku beli beberapa bulan lalu. Dia mengerahkan tenaga dan berhasil menariknya.
Saat itu aku kaget karena sedang galau, jadi yang kulakukan hanyalah berteriak. Aku berusaha membuat motorku tidak jatuh. Aku berusaha menjauh dan mau menendang motornya, tapi ternyata dia sudah kabur duluan membawa kalung senilai Rp 300.000an itu. Aku sempet liat dia ngebut sambil melihat ke tangannya, hasil penjambretan yang baru dia lakukan.
Mungkin saat itu dia kecewa, karena langsung fokus ke arah jalan lagi. Pantas aja sih dia kecewa, karena kalung itu sudah ‘berlumuran’ benang dari setiap pakaian yang aku kenakan. Jadi kalung itu terlihat murahan. Ga tau juga sih apakah dia buang atau gimana pada akhirnya.
Kayaknya dia emang udah biasa menjambret deh. Sayang aku ga liat plat kendaraannya. Yang kutahu hanyalah orangnya berbadan atletis, sedikit coklat, dan menggunakan motor putih.
Tapi ada 2 hal yang aku syukuri dari kejadian itu. Yang pertama, aku bersyukur aku tidak jatuh ataupun terluka. Itu menurutku karena kaitan kalungnya udah ga kencang jadi mudah ditarik. Jadi sebulan yang lalu, kalung itu sempat rusak kaitannya, jadi aku benerin aja apa adanya. Ternyata, rusaknya kaitan membuat kalung itu mudah dijambret. Aku ga jatuh bahkan leherpun hanya merah sedikit. Yang kedua, dia mengincar kalungku dan bukannya tasku yang juga aku panggul di depan bahu. Coba yang dia incar tas, aku setidaknya jatuh dan banyak barang berharga yang bisa raib. Setidaknya, menyusahkan banget untuk buat KTP baru misalnya.
Satu lagi hilang dalam hidupku, kalung putih yang memang kuinginkan ada di leherku. Suatu hari nanti, aku juga akan kehilangan yang lainnya. Meski mungkin aku mendapatkan hal yang baru, tapi aku kehilangan juga. Kita belajar banyak dari rasa kehilangan ini. Ada yang nggak berani lanjut karena takut hilang dan gagal, ada yang tidak menyerah dan tetap bangkit untuk hal baru. Ada yang merasa sangat terluka dan ga mau mengalaminya lagi, namun ada yang terus mencoba.

Kalau kamu kehilangan sesuatu, jangan sampai itu membuatmu takut dan tidak berani mencoba lagi. Jangan takut gagal, jangan menyerah. Manusia yang hidup di dunia ini, setidaknya sudah menang dari satu juta sperma lainnya agar bisa hidup di dunia ini.

Thursday, April 7, 2016

Pelajaran yang Diberikan Oleh Kehidupan

Hidup ini aku jalani begitu saja, karena aku tahu tidak ada hal yang bermakna di dalam hidup. Sejak aku masih kecil, aku mengalami banyak kesulitan hidup, bahkan tak jarang kesulitan hidup itu datang dari orang-orang terdekatku.

Waktu kecil, hidup keluarga kami sangat sederhana. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, mamaku harus cermat memikirkan cara. Tak jarang kami sebagai anak-anaknya harus minta kepada papa agar dapat uang, kalau nggak uang itu akan habis begitu saja.

Lucunya, meskipun dibilang sederhana, meskipun makan kadang hanya dengan kecap dan sering sekali makan mie instan aja, tapi kami sudah punya mobil waktu itu. Gaya yang ditampilkan ke orang lainkah? Aku juga ga mengerti.

Seringkali aku harus menunggak pembayaran SPP sekolah. Ya, seringkali pula sudah minta pada papa tapi dibilang belum ada uang. Jadi harus gimana lagi?

Intinya, hidup ini aku jalani begitu saja. Aku ga tahu apa tujuan hidupku ke depan, aku ga bisa melihat apa yang indah dalam hidup. Jadi, jika ada kesempatan yang bisa membuatku tertawa, maka aku ambil saja. Aku pikir setiap peristiwa yang membuatku tertawa, akan membuat hidupku lebih bahagia. Tapi ternyata tidak.

Melihat kehidupan yang telah kujalani, aku mungkin banyak mengambil keputusan-keputusan yang salah. Aku bertindak semaunya, melanggar larangan ortu, tidak berpikir panjang dan bertindak sesuai dengan impuls, dan perbuatan bodoh lainnya.

Benar kata pujangga Salomo, ketika kita lebih dewasa dan melihat ke belakang, kita tahu bahwa apa yang kita lakukan dulu hanyalah sia-sia belaka. Namun, ada satu sisi lagi yang kulihat di dalam hidup. Yang kita anggap sia-sia di masa lalu, membuat kita seringkali ragu untuk melangkah di masa depan. Apakah aku akan melakukan kesalahan lagi? Apakah ini tindakan yang benar? 

Pelajaran yang diberikan oleh kehidupan, membuat aku kemudian menyadari bahwa :
- Segala sesuatu kita sendiri yang tentukan, karena Tuhan sudah berikan kehendak bebas. Tapi berbahagialah mereka yang dari kecil sudah mengenal-Nya, ini akan membawa banyak kebaikan di dalam hidup.
- Saat memutuskan / menentukan sesuatu, tanyakanlah pada dirimu sendiri : Apakah ini bermanfaat buat masa depanmu? Apakah kamu merasa hidupmu akan jadi berarti dengan keputusan yang kamu ambil? Apakah ini berguna bagi orang lain? Apakah ini yang sesungguhnya kamu mau? Jika jawabannya "tidak" untuk salah satu saja, maka jangan putuskan.
-Jika kamu telah salah mengambil keputusan, jangan menyesal. Seringkali Tuhan mengubah kondisinya menjadi hal yang indah untukmu. Belajarlah untuk tetap percaya, meski sulit.
- Kita tidak hidup sendirian. Tuhan adalah yang utama yang kita butuhkan, namun kita juga butuh orang lain. Bukan penilaian mereka atas kita, karena kita bisa dinilai oleh Tuhan semata, tapi kita butuh hubungan yang bisa dibina dengan orang-orang. Hubungan yang baik akan membawa pada banyak kebaikan pula.

Saat aku ngerasa sedih dengan kehidupanku yang normal-normal bahkan cenderung sepi ini, aku ingat kembali bahwa aku sendiri yang memutuskan. Aku akan buat hidup ini indah, tentunya bersama Tuhan.

Jika kamu belum percaya apakah Tuhan itu ada, maka cobalah tanyakan pada dirimu sendiri, mengapa ada perasaan kosong di dalam hidupmu / dirimu untuk sesuatu yang lebih besar.

Pelajaran yang terpenting yang diberikan oleh kehidupan adalah selalu akan ada kematian. Jadi, jangan pernah berharap kamu akan hidup selamanya. Kalau tahu begitu, isilah dengan hal-hal yang tidak akan membuatmu menyesal di kemudian hari. Jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri.

Tuhan memberkati

Monday, November 23, 2015

Kenapa Wanita Bisa Menstruasi dan Pria Tidak?

Menurut wikipedia, Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. 

Biasanya siklus menstruasi datang pertama kali pada wanita usia 10-12 tahun dan berhenti di usia 40-50 tahun (yang disebut sebagai monopause). Menstruasi adalah pertanda bahwa seorang wanita sudah bisa bereproduksi atau menghasilkan keturunan. Saat sel telur siap dibuahi, namun tidak terjadi, maka akan terjadi menstruasi.

Rata-rata siklus ini terjadi setiap 21-30 hari berikutnya selama 2-15 hari maksimal. Jika lebih dari 15 hari, maka harus konsultasi ke dokter. Adapun darah yang keluar normalnya berkisar 10mL-80mL. 

Karena tubuh wanita yang terdiri dari ovarium inilah yang menyebabkan dia bisa menstruasi dan hamil sedangkan laki-laki tidak. Jadi jelas saja pria tidak bisa hamil, karena mereka tidak memiliki ovarium yang memproduksi sel telur. 

Ini siklus menstruasi pada wanita sampe kehamilannya juga ada...Klik di sini


Sedikit tambahan tentang sel telur. Jika hendak dibuahi, ada baiknya dilakukan 14 hari sebelum rata-rata masa menstruasi datang. Misalnya, seorang wanita selalu datang menstruasi sekitar tanggal 20-25 setiap bulannya. Maka, ada baiknya untuk dapat menghasilkan anak, harus dibuahi sekitar tanggal 6-11 setiap bulannya.

Menstruasi bisa menyebabkan wanita lebih emosi. Pertanyaannya, mengapa?
Karena pada saat dinding rahim sedang meluruhkan darah, maka daya tahan tubuh wanita akan menurun. Saat itu, tubuh mulai lelah. Setiap orang yang mudah lelah, tentu akan mengalami perasaan yang naik turun. Itulah penyebab wanita lebih emosi saat sedang mengalami menstruasi.



Thursday, October 15, 2015

Percaya Saja

Banyak di dunia ini yang mengharuskan kita untuk mempercayai seseorang/sesuatu padahal belum pernah kita buktikan. Contohnya aja waktu kecil, ingat kan disuruh ortu gosok gigi, cuci muka dan kaki kalau mau tidur? Nah, kita dibilangin kalau ga gosok gigi ntar bisa rusak. Kalau kita ga mau percaya, ya bisa rusak beneran.

Si boss nyuruh kita untuk melakukan tindakan A, karena si boss ngerasa itu tindakan yg seharusnya ngasih dampak baik. Kalau kita ga percaya? Bisa jadi kita malah dipecat. Kita harus percaya sama perkataan boss dan melakukannya.

Pagi itu aku denger seseorang yang ngomong tentang iman. Aku duduk di antara para manusia lainnya yang juga sedang mendengarkan. Ketika aku liat muka mereka, aku ngeliat ada yang cuma ekspresi datar. Piring kalah datarnya.

Ada yang sepertinya mendengarkan tapi keliatan kok lagi mikirin yang lain, bukan pada pembicaranya. Ada pula yg sebenernya bosen karena apa yang dibicarakan udah umum, dan kalau aku mau jujur, emang aku pun sering denger hal ini.

Tapi tiba-tiba..... AHAAAAA

Hal yang sama, bisa kita dapatin dengan cara yang berbeda dan punya sudut pandang yang berbeda. Kemaren2, aku bakalan bosen dgr org ngmg ttg iman Abraham. Udah sering banget dengernya. Twpi ketika aku memandang ekspresi yang berbeda dari tiap orang, akupun menemukan kalau ternyata ada juga yang ekspresinya bener2 haus dan menangkap semua yang dikatakan pembicara. Aku mulai menyadari sesuatu.

Abraham punya iman dan percaya bahwa Tuhan pasti tahu yang terbaik, makanya dia mau serahin Ishak ke Tuhan meski itu anaknya yang lahir saat dia sudah berumur 100tahun. Hal yang sama juga terjadi pada peserta yang mendengarkan si pembicara itu. Dia percaya bahwa dirinya pun bisa punya iman seperti Abraham.

Semuanya terletak pada HATI. Kalau kamu ngerasa bosen, yajadilah sesuai yang kamu maui. Kalau kamu mau ngerasa haus dan rindu, maka kamupun akan dipuaskan. Semuanya sangat tergantung hati, apakah hatimu mau mendengarkan atau membiarkan. Iman itu seperti PERCAYA SAJA APAPUN ITU YANG TUHAN MAU DAN HENDAK PERBUAT. SUDAH PASTI DIA KASIH YANG TERBAIK. JADI YA PERCAYA SAJA

Wednesday, September 30, 2015

Ide Bisnis : Penyedia Informasi

Ide bisnis yang satu ini sangat berkaitan dengan jasa menyediakan informasi yang diperlukan oleh suatu daerah tertentu. Dimana di dalam informasi itu, mencakup segala hal tentang apa saja yang terjadi di daerah tersebut.

Ide ini terus terang terpikirkan berorientasi pada sosial media dan website. Jadi, kita memberikan informasi yang ada kepada para pengguna melalui sosial media dan website.

Nah, bagaimana tepatnya? Kamu bisa cari tahu sendiri. Yang pasti, informasi yang kita sampaikan bisa berupa apa saja. Beberapa di antaranya seperti alamat dan nomor penting, pariwisata yang ada di sana, bahkan mungkin keadaan lalu lintas daerah tersebut.

Aku rasa aku sudah cukup jelas mengatakan jasa seperti apa yang saya uraikan di sini, tapi bisa jadi kamu punya ide yang lebih wah, hasil pengembangan dari ide ini.

Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang ada di daerah tersebut akan sangat berguna. Misalnya saja, memasukkan aplikasi Go-Jek di sana, atau bekerjasama dalam hal diskon, atau lainnya.

Darimana uang yang didapatkan? Ada banyak cara. Melalui google adsense, melalui iklan-iklan, melalui kerjasama, ataupun melalui event yang ada.
Jika sudah besar, kembangkanlah ke daerah-daerah yang lain. Hal ini dapat memperluas jaringan yang ada dan orang pun terbantu dengan informasi yang kamu berikan.

Tuesday, July 21, 2015

4 Cara Berbeda Bayar Kendaraan Umum di Indonesia

Udah lama tinggal di Jakarta, saya baru tahu kalau ada pembayaran yang cukup aneh. Biasanya sih, orang banyak mengenal 3 cara bayar kalau naik angkutan umum, tapi saya pengen nekenin cara bayar keempat. Mengapa? Karena yang satu ini, cara bayarnya unik banget. Cukup menggugah rasa, hehehehe. Ini dia cara bayar yang saat ini kita kenal :

1. Bayar di Muka
Ini biasanya ada di stasiun busway, stasiun monorel, dan akan ada di stasiun MRT yang sedang dibangun. Artinya, seseorang membayar lebih dahulu sebelum masuk ke dalam kendaraan umum yang dia tumpangi. Pembayaran jenis ini tentu saja mengurangi penumpang gelap dan sangat umum diterapkan di manapun juga.

2. Bayar Saat Sudah di Dalam
Pembayaran jenis ini biasanya terjadi di dalam angkotan umum, misal di bus atau mini bus. Pembayaran jenis ini biasanya memakai perantara yang disebut kenek, dimana dia akan ngider (keliling) buat narikin ongkos. Nah, biasanya ada aja penumpang yang nakal. Pura-pura tidur biar dikira udah bayar, yang ngotot bilang udah bayar juga ada. Ini sih emang berdasarkan kejujuran.

3. Bayar Saat Turun
Bayar saat turun ada di angkotan mikrolet dan sejenisnya seperti bemo, dll. Juga berlaku untuk taksi, bajaj, becak, dll. Bayar saat turun ini juga umum dan juga mengurangi kecurangan penumpang. Tapi ada juga sih yang bayar kurang terus langsung lari. Dipanggil si abangnya, dia terus aja jalan.

4. Bayar Dengan Ditagihin Penumpang
Penumpang nagih penumpang lainnya buat bayar ongkos angkutan? Nah, ini yang paling aneh. Pertama kali saya naik kendaraan ini, saya rada gimana gitu. Lucu sekaligus menarik juga ya. Ini terjadi di kendaraan sejenis mini bus. Kalau yang tinggal di Bekasi dan sekitarnya, mungkin kejadian ini jadi biasa aja. Waktu itu saya dari Cikarang mau ke Jakarta, saya naik angkotan 59.
Jadi mobil akan jalan saat penumpang sudah mencukupi kuota, saya lupa kuotanya harus berapa, kita anggap aja 20 orang. Jadi, saat udah penuh, mobilnya baru jalan. Di tengah jalan, akan ada seorang sukarelawan yang rela jadi tukang tagih. Semua penumpang akan bayar ke dia, dia yang akan ngasih kembalian dan menghitung kembali uangnya sesuai dengan kuota. Misalnya ongkos Rp 5000. Jadi 20 x Rp 5000 = Rp 100.000. Nah, pak sopir tahunya akan dapat Rp 100.000

Napa ini unik? Karena cara bayar jenis ini ngajarin para penumpang gimana untuk mengambil keputusan di dalam menjadi 'kenek', mengajarkan penumpang lainnya untuk jujur dalam memberi, mengajarkan gimana untuk melayani orang lain, yang terutama belajar untuk tidak egois dan bertanggung jawab di dalam hal yang seharusnya dia bisa aja cuek.

Menurutku, ini salah satu tradisi yang baik yang harus dipertahankan. Bener ga?
seorang wanita yang mengambil tanggung jawab untuk jadi 'kenek'. Penumpang lain terkadang ada pula yang membantu mengambil uang dari penumpang lainnya untuk dikumpulkan di 'kenek' ini - foto by horizone fotografi/lois horiyanti



Thursday, June 11, 2015

Angeline, Malaikat 8 Tahun yang Dipatahkan Sayapnya Secara Paksa

Delapan tahun lalu, seorang bocah mungil lahir dari Rosidi dan Hamida. Suami istri asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu senang sekaligus sedih menyambut kedatangan sang buah hati. Mereka tak memiliki uang sedikit pun untuk membiayai kebutuhan hidup bayi mungil tersebut.


Seorang kerabat mengenalkan Rosidi dan Hamida dengan pasangan suami istri yang bertempat tinggal di Denpasar, Bali. Demi masa depan sang buah hati, maka orangtuanya mengijinkan Margaret dan suaminya yang berkewarganegaraan asing, untuk mengangkat bayi mungil itu sebagai anak. Bayi itu pun menjadi anak mereka sejak dia baru berusia 3 hari dan kemudian diberi nama Angeline.




Angeline tumbuh besar dengan kedua saudara angkatnya bernama Christine dan Ivone. Dia diberikan tugas khusus yaitu harus memberi makan sekitar 50 ayam sebelum berangkat ke sekolah, ini menurut pengakuan wali kelasnya. Namun, jika dia melalaikan tugas tersebut, Angeline sering dimarahi oleh ibu angkatnya, ujar Agus sang sopir yang akhirnya menceritakan semuanya setelah jasad Angeline ditemukan. Bahkan Angeline harus jalan kaki berangkat ke sekolah dan karenanya sering telat.

Bagaimana ceritanya pembunuhan Angeline terjadi? Pada 16 Mei 2015, tutur Ipung seorang aktivitis mengulang pengakuan Agus, sopir yang baru seminggu kerja di rumah tersebut dan mengaku tahu banyak kasus ini. Angeline saat itu tengah menggambar di kamarnya. Lalu, Margaret memanggil Angeline. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu pun berlari menuju kamar ibu angkatnya tersebut. Namun, tiba-tiba terdengar jeritan pilu Margareth dan menyebut-nyebut nama Angeline. Ini kisah lengkapnya.

Pada malam harinya, Agus mengaku dipanggil Margareth dan memintanya untuk menguburkan Angeline di dekat kandang kuda. Kemudian, Margareth melaporkan anaknya hilang saat bermain di depan rumah. Angeline dilaporkan hilang saat bermain di depan rumahnya, Sabtu (16/5/2015) sekitar pukul 15.00 Wita, oleh orangtua angkatnya. Namun, sampai sekarang Margareth tidak mau mengakui keterlibatannya. Ini kronologi pelaporan hilangnya Angeline.

Rabu, 10 Juni 2015, jasad Angeline pun ditemukan. Ini berita tentang penemuan tersebut. Menurut hasil otopsi, Angeline mengalami kematian karena luka di kepalanya. "Yang menyebabkan kematiannya adalah kekerasan tumpul pada wajah dan kepala yang mengakibatkan pendarahan pada otak. Kita menyimpulkan bahwa waktu kematian dari korban adalah sekitar tiga minggu yang lalu," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar, Bali, dr Ida Bagus Putu Alit, Rabu (10/6/2015).

Ada yang menyebut bahwa pembunuhan Angeline didasarkan pada motif warisan yang dia terima. Beritanya di sini. Saat ini Agus dijadikan tersangka karena berdasarkan pengakuannya sendiri, dia telah memperkosa Angeline setiap hari, sejak pertama kali dia kerja di rumah tersebut, selama seminggu sebelum dibunuh. Ini laporan dari Siti Sapurah, anggota P2TP2A, salah satu lembaga layanan bagi korban kekerasan terhadap perempuan. 

Anak yang seringkali mengalami penganiayaan biasanya tidak mau bercerita tentang hal itu. Selain menyakitkannya, kejadian itu membuatnya merasa tak berharga. Dia menganggap hal itu terjadi karena kesalahannya. Karena itu, dia tidak akan bercerita.

Pada akhirnya, yang jadi korban tetaplah anak-anak. Jangan biarkan hal ini terjadi lagi. Orang dewasa harusnya lebih peduli, karena merekalah generasi penerus bangsa. Jika mereka dirusak, lantas bagaimana nasib bangsa ini? Bagaimana nasib mereka dan bagaimana luka itu akan merusak mereka, masa depan yang seharusnya indah.

Mulai sekarang, jika Anda melihat kejanggalan di sekeliling Anda terutama yang terjadi pada anak-anak silahkan hubungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia di :


Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, Indonesia
Telepon:
(+62) 021-319 015 56
Fax:
(+62) 021-390 0833
Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id
pengaduan@kpai.go.id
Web:
www.kpai.go.id

Foto dan sumber berita : dari berbagai sumber

Wednesday, June 10, 2015

Apa yang Kau Inginkan, Perbuatlah Terlebih Dahulu

Saya abis denger khotbah tentang toilet. Gini ceritanya. Ketika itu, pendeta saya pengen pipis di pesawat. Ketika dia masuk toilet, dia ngeliat kalau tissue berserakan di lantai toilet. Dia kesel karena kok ada orang yang jorok banget yaa...

Katanya, dia sih suka ngomel dan kemudian biarin tuh tissue dalam keadaan apa adanya. Tapi kemudian dia berpikir, gimana kalau orang yang akan pipis berikutnya ngeliat dia keluar dari toilet. Bukankah orang itu akan berpikir dia yang buang tuh tissue?

Hal ini mengubah cara pandangnya. Menurutnya, apa salahnya kita membuang tissue yang dibiarkan orang lain ke tempat yang semestinya? Hal ini tentunya diperlukan kerelaan untuk buang, dan kerelaan untuk menyentuh sesuatu yang menurut sebagian besar kita suatu hal yang menjijikkan.

Pendeta saya tuh ngomong gini, "Jadi, apa yang kau inginkan, perbuatlah hal itu terlebih dahulu." Kalau pengen bersih, ya lakukanlah kebersihan itu. Jika pengen kedamaian, buatlah kedamaian itu di dalam hidupmu dan orang-orang di sekelilingmu.

Lantas, apa yang saya temukan kemudian? Setelah ibadah, saya ke toilet dan saya menemukan ini :

Kayaknya, kisah tentang toilet itu harus langsung saya praktekkan. Sebenernya, jijik sih karena itu kan bekas orang. Anehnya lagi, saya sendiri ga ngerti kenapa tuh tissue bisa nempel di situ yaaa..

Ga banget deh dan ga abis ngerti kenapa tissue bisa nempel di dinding toilet. Jadi, dengan tekad yang kuat dari dalam hati yang paling dalam, saya kemudian ambil tissue bersih dan kemudian ngambil tuh tissue dengannya dan buang ke tempat sampah, sebelumnya saya foto dulu tentu saja buat bukti, hehehhe.

Kadang ya, kita 'dipaksa' untuk menunjukkan integritas kita, manusia seperti apa kita sebenarnya saat dihadapkan dengan masalah. Kalau kita disudutkan pada beberapa pilihan, apakah yang akan kita lakukan? Hei, hal ini mungkin kedengarannya sepele, tapi kalau kita lakukan dengan konsisten berdasarkan prinsip yang kita anut, lama-lama kehidupan kita akan berjalan sesuai dengan integritas kita itu.

Misalnya, kita tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang paling benci rokok. Tapi kemudian, kita pun menjual rokok. Selama kita ga ngerokok, toh gpp. Ini artinya, ada yang salah dengan integritas yang kita bangun. Kalau memang tidak suka rokok, yang pertama kita tidak merokok, tidak menyarankan orang lain untuk merokok, dan juga segala hal yang berhubungan dengan rokok kita singkirkan.

Itulah sebabnya, pada akhirnya kita bisa bilang kepada orang lain yang merokok, hal itu ga bagus buat kesehatan. Jika kita saja menjual rokok, lalu apa bedanya? Lama-kelamaan, orang-orang yang tahu kita tidak suka rokok, mereka akan mulai sadar diri dan sebisa mungkin tidak merokok di depan kita. Itulah mengapa kita harus terlebih dahulu berbuat seperti apa yang kita inginkan, saat kita menginginkan orang lain perbuat hal itu untuk kita.

Semoga berguna dan selamat hidup konsisten dengan integritas hidup yang Anda punyai.....

Monday, June 8, 2015

Good Husband = Good Family

Ada satu kejadian yang membekas di hidup saya saat saya hendak mengajar kemaren. Di angkot itu, saya dapat satu hal ini "SUAMI YANG BAIK MENGHASILKAN KELUARGA YANG BAIK". Itu membuat saya ingin mendapatkan kualitas yang sama di dalam diri suami saya kelak.

Siang itu, saya naik angkot 43 menuju Bantar Gebang. Awalnya sih ga saya perhatiin keluarga ini karena ya terlihat biasa aja. Kebetulan saya duduk di sebelah istrinya, anaknya berhadapan dengan kami duduknya, sementara sang suami duduk di depan, di samping abang sopir yang penuh tato di tangannya.

Saya cukup heran ngeliat betapa sang anak cewek, yang notabene udah remaja, suka tersenyum pada ibunya sendiri saat ibunya bicara. Bahkan dia tidak terlihat seperti remaja yang sedang mencari jati diri, jika kamu tahu maksud saya. Dia tahu persis bahwa dia ingin menghabiskan waktu liburannya dengan ayah ibunya. Dia tersenyum saat ibunya menyilahkan saya duduk di sampingnya, bukannya hanya melihat gadget seperti yang dilakukan banyak anak  lainnya.

Beberapa saat kemudian, sang ayah menoleh ke belakang. Awalnya, saya ga tahu kalau itu ayahnya, tapi ternyata dia bicara dengan sang istri. Saat bicara itupun, tak sekalipun matanya melirik 'nakal' melihat wajah yang lain. Tatapannya tertuju ke sang istri. Saya tahu karena saya sendiri melihatnya. Ternyata dia menunjukkan suatu tempat yang kayaknya merupakan tempat kenangan mereka. Ibunya pun lalu bilang gini ke anaknya, "Rumah sakit itu nggak berubah. Waktu ibu datang dulu juga gitu..." Anaknya tersenyum mendengar itu. Saya ambil kesimpulan, mungkin itu rumah sakit tempat anaknya dilahirkan? Hehhehe, mungkin aja kan...

Saat penumpang mulai agak penuh di bagian belakang, anaknya pun pindah ke depan. Taukah kamu apa yang dilakukan sang ayah? Dia terus bicara dan bicara sambil meletakkan tangannya di belakang bahu sang anak. Beberapa kali bahkan sempat membuat sopir angkot yang galak dan penuh tatoan itu pun tersenyum. Hal itu juga menarik perhatian saya. Seolah-olah dunia mereka mengecil dan di dalam angkot itu hanya ada mereka berdua. Saya jadi tahu mengapa anaknya merasa secure/nyaman ketika berada di dekat ortunya. Dia ngeliat bahwa mereka udah kayak temen. Bahkan anaknya ngomong gini ke bapaknya tanpa ragu, "Abisnya, bapak ngomong mulu sih..." sambil tertawa. Tapi ayahnya terus aja bicara, seolah-olah itulah waktu yang mereka punya dan dia ingin menghabiskan waktu itu dengan anaknya.

Saat udah hampir mencapai tujuan, sang suami langsung ngeluarin uang buat bayar angkot. Tahu ga apa yang dia lakukan setelah itu? Bersama anaknya, dia nungguin istrinya turun dengan agak susah karena pake hak tinggi. Dia nangkep tangan istrinya yang hampir jatuh dan kemudian seperti mau menciumnya gitu. It's makes me amazed. Setelah angkot berjalan, saya terus memperhatikan bagaimana mereka dituntun sang suami nyeberang. Tapi kejadian itu membekas banget lho di hati saya.

Saya ngeliat ada dua wanita, yang satu dewasa, yang satu remaja menyerahkan hidup mereka sepenuhnya dalam tangan sang suami karena mereka tahu si suami akan ngasih yang terbaik dan peduli pada mereka. Bahkan sang suami ga malu-malu buat nunjukin cinta itu kepada anak dan istrinya. Hal itu membawa pelajaran yang luar biasa dalam hidup saya.

Suami / ayah yang baik, karena mereka adalah kepala rumah tangga, akan membawa keluarganya menjadi keluarga yang harmonis. Hal yang sebaliknya juga begitu. Karena banyaknya saya melihat keluarga yang tidak harmonis, maka ketika menemukan kejadian seperti ini membuat saya sadar betapa jauh berbedanya.

Kita tidak bicara tentang agamanya, pendidikannya, atau latar belakangnya. Tapi kita bicara tentang hatinya dan bagaimana hatinya itu meluap dalam bentuk tindakan cinta buat keluarganya.  Sayangnya, saya ga ambil foto mereka. Kalau nggak kan, bisa dipajang nih...

ini buat ilustrasi aja, itu keluarga kakak saya di atas :D

Thursday, April 30, 2015

Andrew Chan, Kisah Pertobatan Sampai Eksekusi Mati

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, Bali Nine

Andrew Chan (31) baru kemarin (29/4/2015) dieksekusi mati dengan 7 terpidana lainnya. Untuk tahu dari awal kisah penangkapan mereka, lihat di sini. Seharusnya ada 9 orang yang dieksekusi mati, tapi pada jam-jam terakhir Mari Jane lolos karena ada yang mengaku bahwa Mary Jane hanyalah pesuruh yang tidak tahu apa-apa. Hal ini diakui oleh Kristina Sergio. Beritanya lihat di sini. Sampai saat ini keputusan untuk Mary Jane masih ditangguhkan.

Sudah bertahun-tahun kasus Andrew Chan dkk ini menggantung. Selama proses itu, Andrew Chan dkk terus meminta pencabutan hukuman mati namun yang terakhir ditolak oleh Joko Widodo, sebagai presiden RI. Ini ekspresi 9 napi saat mendengar hukuman mati mereka. Selama bertahun-tahun pula, Andrew Chan kemudian mengalami perubahan hidup. Dia kemudian mengakui kesalahannya, bertobat, dan mengenal kasih Yesus. Berkat usaha orang-orang yang sering melayani mereka juga termasuk wanita yang pada akhirnya jadi istrinya, Febyanti Herewila, akhirnya Andrew Chan mengenal Yesus.

Proses pertobatan Andrew memakan waktu 10 tahun sampai hari eksekusinya. Ini yang pendetanya katakan soal dirinya. Setelah bertobat, Andrew Chan mengalami banyak perubahan. Dia bahkan membuka pusat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba di Lapas Kerobokan. Hal ini diungkapkan oleh Juli, sahabat Andrew Chan.

Selain membuka pusat rehabilitasi, Andrew Chan bersama Myuran mengajar para napi di sana. Dia mengajarkan para napi tersebut bahasa Inggris, komputer, dan tenis. Bahkan menurut pengakuan Juli, ada napi yang berhasil bekerja di hotel karena mendapatkan keahlian dari Chan semasa di penjara. Myuran sendiri mengajar melukis dimana hasil lukisannya digunakan untuk membeli alat musik dan alat olahraga di lapas.

Yang lebih mengharukan adalah, ada seorang napi yang rela menggantikan Andrew Chan karena dia merasa Andrew Chan tidak layak menerima hukuman mati tersebut. Entah siapa napi tersebut, namun kerelaannya untuk bertukar nyawa dengan Andrew Chan seolah-olah membuktikan bahwa Andrew Chan adalah sosok yang benar-benar berbeda dan pantas untuk tetap hidup.

Beberapa bulan sebelum hari eksekusi, Andrew Chan bersama Malinda Rutter, membuat sebuah film dokumenter tentang kehidupan Andrew Chan. Inilah yang Malinda ceritakan. Chan sendiri mengaku di dalam film dokumenter itu bahwa hidupnya merupakan sebuah pelajaran penting tentang bagaimana menghidupi kehidupan dengan kesia-siaan. Dia tidak ingin generasi penerus melakukan hal serupa dirinya. Inilah yang mereka lakukan selama berada di tahanan. Ini dibuat hanya 2 bulan sebelum kematian mereka.




Inilah video tentang bagaimana keluarga napi memohon agar mereka tidak dihukum mati. Di video ini juga dijelaskan dengan lengkap apa yang mereka kerjakan di lapas, bagaimana mereka memberi dampak buat orang lain.

Andrew Chan juga bertekad untuk menjadi warga negara Indonesia jika hukumannya tidak jadi dilaksanakan. Karena dia ingin menebus kesalahannya dengan mengajarkan hal yang benar pada orang lain. Namun ternyata, hukum berkata lain. Setelah penentuan hari eksekusi tersebut. Para narapidana inipun kemudian menyampaikan permintaan yang dituliskan di sini :

Raheem Agbaje Salami
Permintaan : Organ tubuh didonorkan, minta dimakamkan di Madiun

Martin Anderson
Permintaan : Minta dimakamkan di Bekasi

Mary Jane
Permintaan : Dipulangkan dan dimakamkan di Filipina

Zainal Abidin
Permintaan : Dimakamkan di Nusa Kambangan

Myuran Sukumaran
Permintaan : Dipulangkan dan dimakamkan di Australia

Andrew Chan
Permintaan : Dinikahkan dengan pacarnya di Surabaya dan dimakamkan di Australia

Ada 3 anggota lainnya yang belum menyatakan apa permintaannya pada saat itu yaitu :
Sylvester Obiek
Okwudili Oyatanze
Rodrigo Gularte

Karena permintaan itulah, pada akhirnya Andrew pun menikah dengan Feby satu hari sebelum hari eksekusi. Inilah momen yang diceritakan oleh adiknya, Michael Chan. Selain itu, keluarga dekat mereka pun terus berdatangan.

Pada hari pelaksanaan, mereka pun menyanyikan lagu-lagu rohani. Ini Lagu yang Dinyanyikan di Detik-Detik Terakhir Kehidupan Mereka. Sebelum ditembak mati, mereka menolak dipasangkan penutup muka. Mereka berani menghadapi kematian karena tahu mereka akan diterima di surga. Mereka berdoa bersama keluarga, berpelukan, dan maju menghadapi kematian. Inilah yang terjadi pada saat kematian mereka :
Rest in Peace
You're all already with God
I know that you were in heaven, i'm sure